Penyakit hepatitis B memang berbahaya, tapi terkadang tidak menimbulkan gejala
Meski tergolong berbahaya, penyakit hepatitis B yang disebabkan oleh virus ini, kadang tidak menunjukkan gejala.

Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat berkembang dari akut ke kronis dan pada kondisi yang parah, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal hati, kanker hati, dan sirosis hati.

Meski merupakan jenis penyakit yang berbahaya, hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala pada awal terjadinya infeksi. Gejala hepatitis B umumnya baru akan muncul satu hingga empat bulan setelah infeksi terjadi.

Pentingnya Mengenali Gejala Hepatitis B

Gejala yang muncul juga dapat beragam, mulai dari ringan hingga parah. Hal ini membuat penderitanya seringkali tidak sadar bahwa mereka mengalami penyakit ini, dan kemudian menularkannya ke orang lain.

1. Angka Hepatitis B di Indonesia

Angka penderita hepatitis B di Indonesia terhitung masih tinggi. Menurut data yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu, Indonesia merupakan negara endemis hepatitis B kedua tertinggi di Asia Tenggara, setelah Myanmar.

2. Hepatitis B Berpotensi Memicu Kanker Hati

Disebutkan juga bahwa di Indonesia terdapat kurang lebih 28 juta penderita hepatitis B dan C. Dari jumlah tersebut, 14 juta di antaranya berpotensi untuk berkembang menjadi kronis. Dari seluruh penderita hepatitis B kronis, sebanyak 1,4 juta di antaranya berpotensi mengalami kanker hati.

Oleh karena itu, mengenali gejala hepatitis B yang dapat timbul, menjadi langkah yang penting, agar Anda bisa memulai pengobatan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih parah. Hal ini juga akan membantu mengurangi angka penularan.

Kenali Gejala Hepatitis B Berikut Ini

Tidak semua penderita hepatitis B merasakan timbulnya gejala. Namun, saat gejala tersebut muncul, hal ini umumnya dapat menandakan bahwa infeksi telah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya. Berikut ini gejala hepatitis B yang perlu Anda waspadai.

  • Urine berwarna kuning gelap
  • Mata dan kulit berubah menjadi berwarna kuning, atau yang biasa disebut dengan jaundice
  • Merasa kelelahan
  • Demam
  • Feses berwarna abu-abu atau pucat
  • Nyeri sendi
  • Nafsu makan berkurang
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit di perut dan area sekitarnya

Siapa Saja yang Dapat Mengalami Gejala Hepatitis B?

Gejala hepatitis B umumnya tidak dialami oleh anak yang berusia kurang dari 5 tahun. Sebaliknya, anak yang berusia di atas 5 tahun dan orang dewasa, dapat mengalami gejala-gejala tersebut.

Pada hepatitis B kronis, gejala biasanya tidak akan muncul hingga terjadi komplikasi. Sementara itu, komplikasi bisa saja baru muncul bertahun-tahun, setelah infeksi terjadi. Karena itu, pemeriksaan berkala penting dilakukan, untuk mengetahui kemungkinan infeksi.

Obat-obatan untuk Hepatitis B

Bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah menderita hepatitis B, beberapa jenis obat tertentu dapat menyebabkan virus yang masih bersarang di tubuh, untuk mulai merusak hati dan menimbulkan gejala tertentu. Salah satu jenis obat yang dapat menyebabkan memicu timbulnya gejala hepatitis B antara lain imunosupresan.

Obat imunosupresan sebenarnya merupakan obat yang digunakan untuk penyakit kanker, rheumatoid arthritis, dan inflammatory bowel disease. Selain itu, obat-obatan untuk hepatitis C juga bisa menjadi pilihan.

Setelah mengetahui berbagai gejala hepatitis B, Anda diharapkan dapat lebih waspada terhadap penyakit ini. Lakukanlah pemeriksaan rutin sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah penyebaran hepatitis B.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802
Diakses pada 27 Maret 2019

Hepatitis B Foundation. http://www.hepb.org/what-is-hepatitis-b/what-is-hepb/symptoms/
Diakses pada 27 Maret 2019

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf
Diakses pada 27 Maret 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis/hepatitis-b
Diakses pada 27 Maret 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed