9 Gejala Hepatitis B yang Sering Menyerang Diam-Diam

Gejala hepatitis B seringkali tidak disadari kemunculannya
Gejala hepatitis B sering datang diam-diam

Banyak orang yang sudah tahu kalau gejala hepatitis B yang khas adalah kulit serta mata menjadi kuning. Masalahnya, perubahan ini seringkali tidak muncul di fase awal infeksi dan baru terlihat ketika penyakit sudah berkembang menjadi lebih parah. Tidak heran, penyakit ini diberi predikat sebagai silent infection atau infeksi diam-diam.

Selain tubuh menjadi kuning, sebenarnya masih ada beberapa gejala hepatitis B lain yang perlu diwaspadai. Maka dari itu, janganlah hanya terpaku warna kulit atau mata saja, tapi perhatikan juga perubahan fisik lain seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Gejala hepatitis B yang perlu diwaspadai

Gejala hepatitis B tidak muncul pada semua penderita. Di awal kemunculannya, infeksi virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dalam diam dan membuat pengidapnya tidak merasakan apapun.

Umumnya, gejala hepatitis B baru muncul beberapa bulan setelah infeksi terjadi. Mata dan kulit berubah menjadi berwarna kuning, atau yang biasa disebut dengan jaundice merupakan gejala yang paling mudah dikenali. Selain itu, berbagai kondisi di bawah ini juga perlu diwaspadai sebagai gejala hepatitis B.

  • Urine berwarna kuning gelap
  • Merasa kelelahan
  • Demam
  • Feses berwarna abu-abu atau pucat
  • Nyeri sendi
  • Nafsu makan berkurang
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit di perut dan area sekitarnya

Apa yang harus dilakukan jika merasakan gejala hepatitis B?

Saat Anda merasakan gejala hepatitis B di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Untuk memastikan bahwa penyebab dari kondisi yang Anda alami dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap ditambah dengan tes darah. Tes darah dilakukan untuk melihat apabila di hati Anda terdapat peradangan.

Apabila Anda merasakan gejala hepatitis B dan pada pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa kandungan enzim hati Anda tinggi, maka dokter akan kembali memeriksa dua hal, yaitu:

• Kadar hepatitis B surface antigen and antibody (HBsAg)

Keberadaan HBsAg bisa diketahui dari tes darah. Komponen ini biasanya muncul di dalam darah 1-10 minggu setelah virus hepatitis B menginfeksi tubuh. Saat sembuh dari hepatitis B, komponen ini akan hilang dalam jangka waktu 4-6 bulan.

Jika komponen ini masih berada di tubuh bahkan setelah enam bulan, maka hampir bisa dipastikan bahwa hepatitis B yang Anda alami, kondisinya kronis.

• Kadar hepatitis B surface antibody (Anti-Hbs)

Komponen ini baru akan terdeteksi di tubuh setelah HBsAg pergi. Komponen inilah yang akan membuat Anda kebal terhadap infeksi virus ini untuk selamanya.

Sebenarnya apa penyebab hepatitis B?

Penyebab hepatitis B adalah virus dengan nama yang sama. Virus ini bisa menular antar manusia melalui darah, sperma, atau bentuk cairan di tubuh lainnya. Tapi, penyakit ini tidak dapat menular melalui bersin atau batuk. Berikut ini, hal-hal yang umum menjadi penyebab penularan hepatitis B.

• Berhubungan seksual tanpa pelindung

Jika Anda melakukan hubungan seksual dengan orang yang sedang terinfeksi virus hepatitis B tanpa perlindungan apapun, seperti kondom, misalnya, maka Anda berisiko lebih besar tertular penyakti ini.

Apabila darah, air liur, sperma, atau cairan vagina masuk ke tubuh Anda saat berhubungan seks, maka risiko Anda tertular penyakit ini pun akan meningkat.

• Penggunaan jarum suntik sembarangan

Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bergantian satu sama lain membuat seseorang bisa terkena hepatitis. Perilaku ini umumnya terjadi pada para pengguna obat-obatan terlarang.

Namun, Anda juga bisa tertular virus ini apabila ada bagian tubuh Anda yang tidak sengaja tertusuk jarum yang pernah digunakan oleh orang yang mengalami hepatitis.

• Penularan dari ibu ke bayi

Ibu hamil yang terinfeksi virus ini, bisa menularkannya ke bayi saat proses persalinan. Untungnya, bayi yang baru lahir bisa langsung diberikan vaksin hepatitis B untuk mencegah virus merusak kesehatannya.

Bagaimana caranya agar tidak tertular hepatitis B?

Agar Anda dapat terhindar dari infeksi virus ini atau menularkannya ke orang lain, beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan:

  • Jalani vaksinasi bagi yang sebelumnya belum pernah menerima imunisasi hepatitis B.
  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Gunakan sarung tangan apabila Anda perlu membersihkan barang orang lain yang mengandung cairan infeksius seperti perban bekas atau tampon.
  • Tutup semua luka dengan perban atau plester.
  • Jangan menggunakan barang seperti alat cukur, gunting kuku, dan sikat gigi bersama dengan orang lain.
  • Jangan masukkan makanan ke mulut Anda sebelum masuk ke mulut bayi.
  • Apabila ada darah yang tercecer di rumah akibat luka, segera bersihkan dengan campuran pemutih dan air.

Mengenali gejala hepatitis B memang tidak mudah, tapi penting dilakukan. Jangan tunda ke dokter apabila Anda sudah mulai merasakan beberapa gejala yang mirip dengan yang disebutkan di atas. Semakin cepat gejala ini dikenali dan diobati, tentu akan semakin baik.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802
Diakses pada 27 Maret 2019

Hepatitis B Foundation. http://www.hepb.org/what-is-hepatitis-b/what-is-hepb/symptoms/
Diakses pada 27 Maret 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/viral-hepatitis/hepatitis-b
Diakses pada 27 Maret 2019

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b#4
Diakses pada 8 Januari 2020

Artikel Terkait