Tidak Cuma dari Darah, Gejala Hemofilia juga Bisa Dikenali dari Kondisi Ini

Selain mudah berdarah, gejala hemofilia lain seperti memar juga bisa terjadi
Mudah memar juga bisa dilihat sebagai gejala hemofilia.

Pernahkah Anda mengalami terluka hingga berdarah, yang tidak kunjung berhenti? Bisa jadi, kondisi tersebut merupakan gejala hemofilia. Sebagai penyakit kelainan pembekuan darah, hemofilia dinilai sebagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam nyawa.

Hemofilia memiliki tingkat keparahan berbeda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Ketiganya pun dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Selain itu, lokasi terjadinya perdarahan juga dapat menimbulkan gejala khas, yang perlu Anda kenali.

[[artikel-terkait]]

Kenali gejala hemofilia sedini mungkin

Berbeda dari kabar yang selama ini banyak beredar, goresan kecil di kulit penderita hemofilia umumnya tidak akan membuatnya kekurangan begitu banyak darah. Keparahan biasanya baru akan terjadi jika perdarahan terjadi di bagian dalam tubuh, seperti persendian dan otak.

Penderita hemofilia kadang tidak menyadari dirinya memiliki kelainan ini. Cara paling mudah mengenali gejala penyakit ini adalah dengan melihat perdarahan berlebihan yang terjadi. Selain itu, penderita hemofilia juga umumnya memiliki kulit yang lebih mudah memar.

Lebih rinci, gejala penyakit yang satu ini juga dapat dilihat dari tingkat keparahannya, sebagai berikut.

1. Gejala hemofilia ringan

Pada tingkat yang ringan, memiliki faktor pembekuan darah yang normal sebanyak 6-49%. Gejala hemofilia umumnya tidak terlalu terlihat. Sehingga, orang yang mengalami kondisi ini umumnya baru menyadarinya, saat mengalami luka cukup parah.

Kelainan pembekuan darah yang ringan juga dapat terlihat setelah prosedur operasi atau cabut gigi. Bahkan pada kondisi yang ringan, penderita hemofilia tetap membutuhkan waktu yang lebih lama, sebelum perdarahan dapat berhenti.

2. Gejala hemofilia sedang

Orang yang mengalami hemofilia sedang, hanya memiliki faktor pembekuan darah normal sebanyak satu hingga lima persen. Perdarahan berlebih biasanya akan terlihat setelah orang tersebut mengalami cedera, benturan keras, atau operasi.

Pada tingkat keparahan ini, penderitanya juga terkadang akan mengalami perdarahan spontan, dan mudah memar tanpa penyebab jelas.

3. Gejala hemofilia berat

Pada hemofilia berat, faktor pembekuan darah normalnya hanya terdapat sebanyak kurang dari satu persen. Sama seperti hemofilia sedang, perdarahan berlebih setelah orang tersebut mengalami cedera atau menjalani operasi. Namun, frekuensi perdarahan spontan menjadi lebih sering terjadi, seperti mimisan, gusi berdarah, perdarahan sendi, dan perdarahan otot.

Gejala hemofilia bisa dikenali berdasarkan lokasi terjadinya

Selain berdasarkan tingkat keparahannya, gejala hemofilia juga dapat dikenali berdasarkan
lokasi terjadinya, seperti berikut ini.

1. Perdarahan luar

Perdarahan berlebih yang terjadi di atas permukaan kulit atau bagian tubuh lain
disebut juga sebagai perdarahan luar, dengan gejala-gejala ini.

- Perdarahan di mulut karena tidak sengaja tergigit, tergores, atau karena
   lepasnya gigi susu
- Mimisan tanpa penyebab yang jelas
- Mengalami perdarahan cukup banyak meski hanya terluka sedikit
- Perdarahan kembali berlanjut, meski telah sempat berhenti sebentar

2. Perdarahan dalam

Perdarahan berlebih yang terjadi pada organ dalam tubuh, dapat menimbulkan gejala
seperti berikut ini.

- Terdapat darah di urine, karena perdarahan yang terjadi pada ginjal atau
   kandung kemih.
- Terdapat darah pada feses, karena perdarahan yang terjadi pada usus atau
   lambung.
- Kulit terlihat memar karena perdarahan pada otot.

3. Perdarahan pada sendi

Perdarahan yang terjadi di lutut, siku, atau sendi lainnya adalah ciri perdarahan dalam lain yang umum terjadi pada penderita hemofilia. Perdarahan ini dapat terjadi meski tidak terjadi cedera.

Perdarahan yang terjadi di lokasi ini akan membuat persendian terasa kaku namun tanpa disertai rasa nyeri maupun tanda perdarahan yang jelas. Selain itu, perdarahan pada sendi juga dapat ditandai dengan:

- Pembengkakan pada sendi
- Terasa hangat jika disentuh
- Terasa nyeri jika digerakkan

Pembengkakan akan terus terjadi selama perdarahan belum berhenti. Lama-kelamaan, sendi akan semakin sulit digerakkan, dan nyeri yang dirasakan akan semakin hebat. Jika tidak segera diatasi, lkondisi ini akan merusak sendi.

4. Perdarahan pada otak

Perdarahan pada otak merupakan komplikasi parah yang dapat terjadi pada penderita hemofilia. Kondisi ini dapat disebabkan karena benturan ringan di kepala, maupun cedera yang lebih parah. Tanda dan gejala perdarahan pada otak di antaranya:

- Sakit kepala yang tidak kunjung reda, atau leher terasa kaku
- Muntah-muntah
- Menjadi sering mengantuk atau mengalami perubahan perilaku
- Tiba-tiba mengalami kesulitan saat berjalan atau menggerakkan tangan
- Pandangan menjadi kabur
- Kejang

Setelah melihat berbagai gejala hemofilia di atas, Anda diharapkan tidak lagi kesulitan
dalam mengenali penyakit ini. Segera hubungi dokter apabila Anda merasakan kondisi tersebut.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/symptoms-
causes/syc-20373327
Diakses pada 8 Mei 2019

UCSF Health. https://www.ucsfhealth.org/conditions/hemophilia/signs_and_symptoms.html
Diakses pada 8 Mei 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/haemophilia/symptoms/
Diakses pada 8 Mei 2019

National Heart, Lung, and Blood Institue. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/hemophilia
Diakses pada 8 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed