Takut Matahari? Mungkin Gejala Heliophobia


Heliophobia adalah rasa takut luar biasa dan intens terhadap matahari. Orang dengan kondisi ini terkadang juga takut akan cahaya dalam ruangan yang terlalu terang.

0,0
27 May 2021|Azelia Trifiana
Matahari bisa menjadi hal menakutkan bagi pemilik heliophobiaMatahari bisa menjadi hal menakutkan bagi pemilik heliophobia
Kata helio berasal dari bahasa Yunani helios yang berarti matahari. Jadi, heliophobia adalah rasa takut luar biasa dan intens terhadap matahari. Orang dengan kondisi ini terkadang juga takut akan cahaya dalam ruangan yang terlalu terang.Sumber fobia spesifik ini bisa jadi karena takut mengalami kanker kulit. Selain itu, ada pula yang khawatir mengalami tanda-tanda penuaan seperti kulit keriput akibat paparan sinar matahari.

Gejala heliophobia

Sama seperti jenis fobia lain, heliophobia adalah jenis gangguan kecemasan. Orang dengan kondisi ini sangat mungkin jadi terhambat aktivitas sehari-harinya karena menghindari sumber ketakutannya.Terlebih bagi orang dengan ketakutan akan sinar matahari, mereka akan melakukan berbagai cara agar bisa menghindar dari kegiatan di luar ruangan pada siang hari. Ini tentu sangat berpengaruh pada hidupnya.Lalu, apa saja gejala dari heliophobia?
  • Cemas berlebih saat berpikir harus berada di luar ruangan
  • Detak jantung sangat cepat
  • Keringat berlebih
  • Mengalami serangan kepanikan
  • Mengenakan pakaian berlapis-lapis
  • Menggunakan kacamata hitam jika harus beraktivitas di luar ruangan
  • Merasa marah ketika harus keluar ruangan di bawah sinar matahari
  • Merasa mual
  • Tekanan darah meningkat
  • Tidak bisa mengendalikan perasaan saat ada urusan keluar
  • Tubuh gemetar

Kondisi berbeda dengan heliophobia

Namun, perlu dibedakan antara heliophobia dengan refleks menghindari sinar matahari. Tidak ada rasa takut yang di luar nalar. Menghindari sinar matahari dilakukan karena kondisi-kondisi seperti:
  • Alergi matahari

Beberapa jenis obat baik oral maupun topikal bisa menyebabkan seseorang lebih sensitif terhadap paparan sinar ultraviolet. Dikhawatirkan terjadi reaksi phototoxic. Selain itu, konsumsi antibiotik seperti tetracycline dan antidepresan tricyclic juga bisa menimbulkan reaksi fotosensitif.
  • Kondisi autoimun

Orang dengan kondisi autoimun seperti lupus dan skleroderma juga punya sensitivitas lebih tinggi terhadap sinar matahari. Ketika terpapar sinar matahari, ada kemungkinan gejala penyakitnya jadi makin parah.
  • Cacat genetik

Ada juga kondisi sensitif terhadap cahaya matahari akibat faktor keturunan yaitu cacat genetik. Contohnya adalah xeroderma pigmentosum yang mengharuskan penderitanya melindungi kulitnya dari sinar matahari. Ada pula jenis penyakit yang langka berkaitan dengan masalah darah yaitu porphyrias.

Pemicu heliophobia

Kondisi heliophobia bisa terjadi sejak anak masih kecil atau pada orang dewasa. Tidak diketahui secara pasti mengapa seseorang bisa mengalami fobia spesifik seperti heliophobia. Namun, beberapa teori yang bisa jadi pertimbangan adalah:
  • Trauma

Pengalaman traumatis rentan menyebabkan heliophobia terjadi. Contohnya seseorang yang kulitnya pernah terbakar matahari saat kecil mungkin punya kekhawatiran hal itu akan terulang kembali. Bahkan, ketakutan ini muncul meski hanya terpapar sedikit sinar matahari.
  • Respons yang dipelajari

Apabila orangtua atau orang dewasa di sekitar menunjukkan ketakutan akan cahaya matahari, mungkin saja seorang anak meyakini respons itu. Mereka jadi takut terhadap sinar ultraviolet karena meresapi respons dari orang-orang terdekatnya.
  • Faktor keturunan

Sama seperti gangguan kecemasan lain, fobia juga mungkin terjadi karena faktor keturunan. Ini dapat menjadi pemicu atau membuat heliophobia semakin parah.
  • Paparan media

Apa yang tergambar di media dapat menyebabkan heliophobia menjadi semakin parah. Sebagai contoh, terus menerus membaca atau mendengarkan berita tentang efek penuaan akibat sinar matahari bisa menimbulkan ketakutan tersendiri pada sebagian orang.

Diagnosis dan penanganan heliophobia

Untuk menegakkan diagnosis heliophobia, dokter dan terapis akan mengajukan rangkaian pertanyaan terkait gejala secara mental dan fisik. Selain itu, tim medis juga akan menilai seberapa parah tingkat kecemasan yang dialami. Apakah fobia ini terjadi pada anggota keluarga lain juga akan menjadi pertimbangan.Untuk menanganinya, beberapa alternatif yang bisa dilakukan adalah:
  • Terapi paparan

Jenis terapi psikologis dengan memberikan paparan secara konsisten dan berulang terhadap cahaya matahari. Ini dilakukan hingga fobia mulai berkurang. Semua dilakukan di bawah pengawasan ahlinya. Terapi dimulai dari ketakutan paling ringan dan perlahan meningkat.
  • Terapi perilaku kognitif

Teknik terapi dengan tujuan untuk memahami pikiran, emosi, dan juga perilaku. Terapis akan memberikan kerangka berpikir dan melibatkan dalam beberapa jenis latihan untuk mengurangi rasa cemas dan fobia.
  • Konsumsi obat

Obat untuk meredakan rasa cemas bisa diberikan sebagai pelengkap terapi psikologis. Jenisnya bisa berupa beta-blockers, obat penenang, atau selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Namun, perlu bijak memberikan obat penenang sebab ada risiko ketergantungan.Meski bisa mengganggu keseharian, heliophobia atau fobia terhadap sinar matahari sangatlah bisa diobati. Orang dengan kondisi ini bisa menjalani terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif dan terapi paparan untuk meredakan rasa takut.Selain itu, konsumsi obat juga bisa diberikan untuk meredakan rasa cemas. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala heliophobia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalfobia
Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/heliophobia
Diakses pada 16 Mei 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/heliophobia-fear-of-sunlight-2671750
Diakses pada 16 Mei 2021
Tranceform Psychology. https://www.tranceformpsychology.com/mental-health-problems/phobias/heliophobia.html
Diakses pada 16 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait