Gejala-gejala Batu Ginjal pada Pria yang Harus Anda Waspadai

Mengonsumsi cukup air putih merupakan hal sederhana yang dapat mencegah pembentukan batu ginjal
Gejala batu ginjal pada pria dapat berupa nyeri yang menjalar hingga ke testis dan lipat paha.

Batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan masalah saluran kemih yang umum terjadi. Batu ginjal paling sering dialami pada usia 35 sampai 45 tahun. Pada usia lebih dari 50 tahun, jarang terbentuk batu ginjal untuk pertama kalinya. Kondisi ini lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita. Selain itu, ras Asia dan kulit putih juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami batu ginjal.

Pembentukkan Batu Ginjal

Terbentuknya batu ginjal disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih. Batu ginjal lebih sering dialami pada seseorang yang jarang mengonsumsi air putih. Tubuh yang kekurangan cairan menyebabkan kemampuan untuk mendilusi komponen dalam urine berkurang. Hasilnya, pH urine menjadi lebih asam. Kondisi asam pada urine meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Proses pembentuknya batu ginjal terjadi akibat urine yang mengalami saturasi dengan mineral. Beberapa mineral yang dapat membentuk batu ginjal yaitu kalsium oksalat, kalsium fosfat, maupun asam urat. Sebagian besar batu yang terbentuk merupakan batu kalsium, atau disebut juga kalkuli. Ukuran batu ginjal yang terbentuk sangat bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Gejala Batu Ginjal pada Pria

Gejala batu ginjal pada pria umumnya sama dengan yang dialami wanita, namun memiliki sedikit perbedaan. Gejala batu ginjal ini bergantung pada ukuran dan lokasi batu berada. Apabila batu ginjal yang terbentuk berukuran kecil, Anda mungkin tidak akan mengetahuinya.

Batu berukuran kecil dapat keluar lewat saluran kemih dan tidak menimbulkan gejala. Pada saat batu diam di ginjal, umumnya Anda tidak merasakan gejala yang berat. Gejala pada batu ginjal baru dirasakan ketika batu berjalan melewati ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih).

1. Nyeri Pinggang Menjalar

Gejala batu ginjal utama yang dialami adalah nyeri hebat yang menjalar hingga pinggang sisi samping dan perut. Nyeri yang dirasakan seperti melilit dan hilang timbul. Khusus pada pria, gejala batu ginjal pada pria dapat berupa nyeri yang menjalar hingga ke testis dan lipat paha.

Batu ginjal menyebabkan nyeri akibat terjadinya spasme otot, peradangan, dan iritasi di sekitar lokasi batu. Pergerakan batu ginjal, lilitan pada saluran kemih, dan sumbatan sebagian atau total akibat batu ginjal tersebut dapat memengaruhi intensitas nyeri yang dirasakan.

2. Gangguan Buang Air Kecil

Selain nyeri, gangguan saat buang air kecil juga dapat terjadi. Sumbatan pada saluran kemih menyebabkan penurunan jumlah urine yang dikeluarkan. Pada keadaan tersumbat total, Anda dapat mengalami anuria (tidak dapat buang air kecil).

Batu ginjal dapat menyebabkan iritasi dan melukai saluran kemih. Luka ini menyebabkan adanya darah pada urine. Darah bisa terlihat dan bercampur dengan warna urine. Pada jumlah kecil, warna urine tidak mengalami perubahan dan darah hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan mikroskop.

Infeksi bakteri juga dapat menyertai gejala batu ginjal pada pria. Infeksi ditandai dengan urine yang keruh dan berbau tidak sedap. Selain itu, dapat ditemukan sensasi panas atau nyeri saat buang air kecil pada ujung penis.

3. Gejala Sistemik

Gejala sistemik yang dapat terjadi pada batu ginjal bisa berupa demam dan menggigil. Hal ini disebabkan oleh infeksi yang sudah menyebar ke seluruh tubuh. Anda juga dapat mengalami sakit perut, mual, dan muntah. Kondisi ini akan membaik ketika infeksi yang tejadi dapat teratasi.

Mencegah Terbentuknya Batu Ginjal

Satu hal sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah pembentukan batu ginjal adalah dengan mengonsumsi cukup air putih. Jumlah air yang perlu diminum setidaknya sebanyak 8 gelas dalam sehari. Salah satu pertanda tubuh kekurangan cairan adalah urine yang berwarna kuning pekat.

Makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi pembentukan batu ginjal. Beberapa makanan, seperti bayam, kankung, teh, kokoa, dan kacang mampu meningkatkan pembentukan kalsium oksalat. Mengonsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan dan daging merah meningkatkan risiko terbentuknya batu asam urat.

ADA. https://ada.com/conditions/nephrolithiasis/
Diakses pada April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kidney-stones/
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/154193.php
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed