Gejala Gangguan Prostat yang Tidak Boleh Disepelekan


Gejala prostat umumnya tidak langsung terlihat atau terasa. Seiring dengan ukuran prostat yang semakin membesar, barulah gejala tersebut dapat dirasakan.

(0)
08 Mar 2021|Rhandy Verizarie
gejala prostat bermasalahSusah buang air kecil adalah salah satu gejala gangguan prostat yang dapat dikenali
Prostat adalah kelenjar dalam organ reproduksi pria yang rentan mengalami sejumlah gangguan medis, mulai dari peradangan hingga kanker. Ada sejumlah gejala gangguan prostat yang penting untuk Anda ketahui agar bisa menanganinya sedini mungkin. Berikut informasi selengkapnya.

Apa itu prostat?

Prostat adalah kelenjar seukuran biji kenari yang terletak di sisi saluran urine (uretra). Dalam sistem reproduksi pria, kelenjar prostat berfungsi sebagai penghasil cairan semen (air mani) dan pemasok nutrisi bagi sel sperma.Seiring bertambahnya usia, ukuran prostat yang tadinya hanya sebesar biji kenari akan semakin membesar. Sayangnya, pembesaran prostat tersebut bisa saja berlebihan hingga menimbulkan masalah kesehatan, seperti pembesaran prostat jinak. 

Gejala prostat yang harus diwaspadai

Gejala prostat umumnya tidak terlihat pada masa awal-awal. Lambat laun, seiring dengan ukuran prostat yang semakin membengkak dan menekan uretra, barulah Anda akan merasakan sejumlah gejala.Dilansir dari National Institute of Aging, beberapa gejala gangguan prostat adalah sebagai berikut:
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (nokturia)
  • Urine atau air mani yang keluar disertai darah
  • Buang air kecil tidak tuntas
  • Aliran urine lemah
  • Tidak bisa menahan buang air kecil
  • Nyeri atau sensasi seperti terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Nyeri dan kaku pada punggung bawah, panggul, dubur, dan paha atas
Jika dilihat, gejala prostat di atas umumnya berkaitan dengan aktivitas buang air kecil. Hal ini karena prostat berada di samping uretra. Masalah yang muncul pada kelenjar prostat akan membuat aliran urine jadi ikut terganggu.Meski umumnya menyerang orang yang berusia lebih tua, pria yang lebih muda juga dapat mengalaminya. Secara umum, tidak ada perbedaan antara gejala prostat usia muda dan yang lebih tua.Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami salah satu atau gejala-gejala di atas agar bisa ditangani lebih lanjut sebelum kondisi bertambah buruk.

Penyebab gangguan prostat

Munculnya gejala prostat di atas, baik saat usia muda maupun tua, disebabkan oleh sejumlah kondisi medis.Pembesaran prostat jinak atau benign prostate hyperplasia (BPH) menjadi kondisi medis yang paling umum menyebabkan gangguan pada prostat. Penuaan menjadi faktor risiko utama dari BPH. Kendati demikian, para ahli belum bisa menyimpulkan apa penyebab pasti dari kondisi tersebut.Selain BPH, gangguan prostat juga dipicu oleh masalah kesehatan lainnya, yaitu:
  • Prostatitis, adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami peradangan. Prostatitis terjadi karena infeksi bakteri.
  • Kanker prostat, adalah kondisi ketika pada prostat terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal. Ini adalah jenis kanker yang umum dialami oleh pria.
Mengetahui penyakit penyebab gangguan prostat, selain BPH, menjadi penting karena bisa saja ada sedikit perbedaan gejala yang muncul.Pada kasus radang prostat atau prostatitis, selain sering buang air kecil di malam hari, akan timbul gejala lainnya pada prostat seperti nyeri saat buang air kecil maupun ejakulasi. Sementara ciri-ciri prostat yang mengindikasikan adanya pertumbuhan sel kanker di dalamnya sering kali tidak terasa ketika fase awal. Setelah kanker makin berkembang, penderita baru bisa merasakan gejala kanker prostat yang sekilas mirip seperti gejala prostat pada kasus BPH. Biasanya, kanker prostat juga disertai gejala tambahan seperti nyeri pinggul, nyeri tulang, dan disfungsi ereksi.

Kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala prostat seperti yang sudah disebutkan.Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan dokter untuk mencari tahu penyebab munculnya gejala-gejala tersebut, antara lain:
  • Colok dubur untuk memeriksa kondisi prostat
  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan darah
  • Pencatatan frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari
  • Pengambilan sampel jaringan (biopsi) prostat (apabila ada indikasi gejala prostat mengarah ke penyakit kanker)
Selain itu, dokter juga akan menggunakan metode pemeriksaan seperti ultrasonografi (USG) dan sistokopi untuk mendapatkan gambaran prostat dan saluran kemih secara lebih jelas.Langkah pengobatan selanjutnya biasanya akan tergantung pada hasil temuan dokter. Anda mungkin saja membutuhkan operasi prostat atau tidak. Diskusikan hal ini dengan dokter.

Catatan dari SehatQ

Setiap pria berisiko mengalami gejala gangguan prostat, terlebih jika sudah berusia lanjut (40 tahun ke atas). Oleh sebab itu, menjaga kesehatan organ reproduksi yang satu ini menjadi suatu keharusan.Selain menerapkan pola hidup sehat seperti rajin olahraga dan makan makanan bergizi, Anda juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan prostat dan organ reproduksi lainnya.Gunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui informasi seputar gangguan prostat dan cara mengatasinya. Download sekarang di App Store dan Google Play.
prostatpenyakit priamasalah reproduksireproduksi pria
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-problems/ Diakses pada 23 Februari 2021National Institute of Aging. https://www.nia.nih.gov/health/prostate-problems Diakses pada 23 Februari 2021National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.  https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/prostate-problems. Diakses pada 23 Februari 2021WebMD. https://www.webmd.com/men/guide/prostate-problems Diakses pada 23 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait