Kenali Gejala Enthesopathy, Meradangnya Tendon dan Ligamen


Area tempat melekatnya tendon dan ligamen ke tulang disebut dengan enthesis. Enthesopathy adalah kondisi saat enthesis mengalami peradangan. Ketika digunakan beraktivitas, area tendon dan ligamen ini akan menimbulkan rasa sakit.

0,0
23 Jun 2021|Azelia Trifiana
Enthesopathy terjadi pada area tendon dan ligamenEnthesopathy terjadi pada area tendon dan ligamen
Area tempat melekatnya tendon dan ligamen ke tulang disebut dengan enthesis. Enthesopathy adalah kondisi saat enthesis mengalami peradangan. Ketika digunakan beraktivitas, area tendon dan ligamen ini akan menimbulkan rasa sakit.Kerap kali, enthesopathy terjadi saat seseorang mengalami lebih dari satu jenis radang sendi atau arthritis. Ini adalah radang pada persendian dengan gejala rasa sakit, kaku, disertai dengan pembengkakan.

Penyebab dan gejala enthesopathy

Sama seperti jenis radang sendi, enthesopathy bisa terjadi karena beragam sebab. Beberapa di antaranya adalah:
  • Obesitas
  • Penggunaan persendian berlebihan
  • Riwayat keluarga mengalami arthritis
  • Masalah pada sistem imun yang menyerang jaringan sendi
Selain itu, enthesopathy atau enthesitis juga bisa menjadi gejala kondisi medis lainnya. Contohnya adalah radang sendi psoriasis, spondyloarthritis, hingga penyempitan ruang sendi.Lebih jauh lagi, beberapa gejala yang muncul pada kondisi ini adalah:
  • Nyeri pada persendian ketika digunakan
  • Nyeri saat disentuh
  • Kesulitan menggerakkan sendi ke arah yang seharusnya
  • Persendian terasa kaku terutama setelah berbaring atau duduk lama
  • Area persendian membengkak
  • Persendian berderak saat digerakkan
Gejala ini bisa ringan dan hanya terasa kurang nyaman, namun tak menutup kemungkinan cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Apabila sudah semakin parah, segera periksakan diri ke dokter.Nantinya, dokter akan memeriksa area yang terasa sakit. Kemudian, akan dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apa pemicunya.

Penanganan enthesopathy

Apabila seseorang mengalami gejala enthesopathy dan memeriksakan diri ke dokter, maka akan ada rekomendasi langkah penanganan. Umumnya, ini berdasarkan pada seberapa parah gejala dan area yang terdampak.Apabila peradangan ini terjadi akibat kondisi medis lain, maka itulah yang akan diobati terlebih dahulu. Harapannya, dengan demikian keluhan radang pada enthesis akan berkurang.Beberapa bentuk penanganan yang mungkin diberikan di antaranya:
  • Konsumsi obat

Dokter biasanya akan meresepkan obat anti-peradangan non-steroid untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat enthesopathy. Contoh obatnya adalah aspirin, naproxen, dan ibuprofen.Namun ketika obat di atas tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan merekomendasikan suntik kortikosteroid. Tujuannya sama, yaitu untuk mengurangi peradangan.
  • Mengobati reaksi sistem imun

Ketika enthesopathy terjadi karena gangguan sistem imun, dokter akan merekomendasikan obat untuk mengurangi reaksi sistem imun. Jenisnya adalah obat disease-modifying antirheumatic (DMARD). Cara kerja obat ini adalah mengendalikan respons imun agar tidak menyerang jaringan sendi.Selain itu, obat lain seperti methotrexate dan sulfasalazine juga dapat membantu meredakan gejala-gejala yang mengganggu aktivitas.
  • Terapi fisik

Terapi dalam hal ini berarti aktif bergerak atau berolahraga. Tentunya, dimulai dengan gerakan berintensitas ringan terlebih dahulu disertai dengan teknik peregangan. Tujuannya untuk meredakan tekanan pada persendian yang terdampak.Sebagai contoh, peregangan otot betis dapat meredakan nyeri akibat enthesopathy tendon Achilles. Cara melakukannya bisa dengan meletakkan kedua tangan di tembok kemudian luruskan kaki ke belakang dan tekuk ke atas. Ini dapat meregangkan otot yang menempel ke tendon Achilles tanpa memberi tekanan.
  • Perubahan gaya hidup

Dokter juga mungkin merekomendasikan perubahan gaya hidup apabila pemicunya adalah penggunaan persendian berlebihan. Untuk mengetahui penyebab pasti, perlu dirunut bagaimana aktivitas sehari-hari baik saat bekerja atau berolahraga. Dokter akan mencari tahu apakah ada posisi yang memicu radang.Kemudian, dokter akan menyarankan untuk mengurangi aktivitas atau memberi tekanan berlebih pada area terdampak. Dengan demikian, rasa nyeri dan peradangan tidak akan memburuk.Ini juga berlaku bagi orang yang aktif berolahraga. Ketika gerakan-gerakan memberikan tekanan pada persendian, dokter akan merancang pola gerakan baru yang tidak memberikan tekanan pada area persendian terdampak.
  • Operasi

Langkah penanganan terakhir ketika semua langkah di atas tidak berhasil meredakan gejala adalah prosedur operasi. Ketika dokter merekomendasikan prosedur ini, besar kemungkinan enthesopathy terjadi karena ada kondisi medis yang lebih berat yang menjadi pemicu.Lebih jauh lagi, dokter bisa merekomendasikan penggantian persendian. Dalam prosedur ini, dokter akan mengangkat tulang yang terdampak kemudian menggantinya dengan prostesis berbahan plastik atau metal.

Catatan dari SehatQ

Pada sebagian besar kasus, penanganan enthesopathy cukup efektif dengan konsumsi obat dan mengubah kebiasaan. Utamanya, apabila pemicunya adalah tekanan berlebih pada persendian.Namun ketika kondisi ini terjadi karena masalah medis lain, maka perlu pemeriksaan lebih lanjut demi menegakkan diagnosis pasti.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala enthesopathy, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cedera ototcedera anklecedera tendon
Healthline. https://www.healthline.com/health/enthesopathy
Diakses pada 8 Juni 2021
WebMD. https://www.webmd.com/arthritis/psoriatic-arthritis/enthesitis-enthesopathy
Diakses pada 8 Juni 2021
Arthritis Health. https://www.arthritis-health.com/types/general/what-enthesopathy-and-enthesitis
Diakses pada 8 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait