Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 yang Perlu Anda Waspadai

(0)
24 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu gejala diabetes melitus tipe 2 adalah sering buang air kecil, terutama di malam hariSering buang air kecil, terutama di malam hari, merupakan salah satu gejala diabetes melitus tipe 2
Diabetes adalah penyakit di mana kandungan glukosa atau gula dalam darah Anda melebihi batas normal. Kondisi ini dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan. Berdasarkan tipenya, sekitar 8 persen pengidap diabetes memiliki jenis diabetes tipe 1, sementara 90 persen lainnya memiliki diabetes tipe 2.Penyebab dari kedua jenis diabetes ini pun berbeda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menyimak penjelasan berikut seputar perbedaan antara diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2, sekaligus memahami berbagai gejala diabetes melitus tipe 2 sebagai jenis diabetes yang umumnya terjadi.

Perbedaan diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2

Banyak orang yang masih kesulitan membedakan diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Kedua jenis diabetes tersebut memiliki perbedaan pada penyebab, faktor risiko, gejala, dan penanganannya.Pada diabetes tipe 1, pankreas mengalami kerusakan sel akibat masalah autoimun sehingga pankreas tidak dapat menghasilkan insulin. Penyebab diabetes tipe 1 hingga saat ini masih belum bisa dipastikan.Gejala diabetes tipe 1 biasanya lebih cepat terdeteksi dari diabetes tipe 2. Meski demikian, belum ada obat untuk menyembuhkan diabetes tipe ini.  Untuk menangani diabetes melitus tipe 1, penderitanya akan diberikan terapi insulin.Sementara pada diabetes melitus tipe 2, tubuh Anda tidak mampu merespons insulin atau pankreas tidak cukup memproduksi insulin dalam jumlah yang dibutuhkan. Risiko mengalami diabetes tipe 2 dapat meningkat berdasarkan berbagai faktor risiko, seperti kegemukan atau keturunan.Sama dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 juga tidak dapat disembuhkan. Namun demikian, diabetes jenis ini dapat dicegah atau dihambat perkembangannya dengan beberapa tindakan penanganan.

Gejala diabetes melitus tipe 2

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa penyakit diabetes merupakan silent killer atau pembunuh diam-diam. Hal ini dikarenakan gejala diabetes melitus tipe 2 muncul perlahan-lahan atau bahkan tanpa gejala sehingga kerap tidak disadari pengidapnya. Jika tidak segera ditangani, diabetes bisa mengakibatkan komplikasi yang berakibat pada kematian.Berbagai gejala diabetes melitus tipe 2 yang dapat Anda rasakan, di antaranya:

1. Sering merasa kehausan

Ketika gula menumpuk dalam darah maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuangnya. Hal ini menyebabkan banyak cairan pada jaringan yang diambil sehingga terjadi dehidrasi. Itulah sebabnya Anda terus-menerus merasa haus.

2. Sering merasa lapar

Jika Anda mengidap diabetes, gula darah tidak bisa diserap oleh sel. Hal ini menyebabkan tubuh terus merasa lapar.

3. Sering buang air kecil, terutama di malam hari

Gejala diabetes melitus tipe 2 ini juga diakibatkan oleh kerja keras ginjal yang berusaha membuang gula darah melalui urine sehingga intensitas buang air kecil meningkat.

4. Mulut kering

Dehidrasi dan sering buang air kecil dapat menghilangkan kelembapan di dalam tubuh sehingga menyebabkan mulut kering.

5. Penurunan berat badan tanpa melakukan apa-apa

Seringnya buang air kecil bukan hanya membuang kelebihan gula, tapi juga menyebabkan banyak kalori ikut terbuang. Hal ini dapat menyebabkan berat badan penderitanya menyusut meski tidak melakukan diet atau olahraga.

6. Sering kelelahan

Diabetes juga membuat tubuh selalu terasa lelah. Saat tubuh tidak dapat menggunakan energi dari makanan, Anda akan merasa lemah dan letih. Dehidrasi yang dialami mungkin juga dapat memperparah keadaan.

7. Penglihatan kabur

Kadar gula darah tinggi dapat mengakibatkan lensa mata membengkak sehingga pandangan menjadi kabur.

8. Sakit kepala

Perubahan kadar gula dalam darah dalam tubuh juga dapat menyebabkan sakit kepala.

9. Hilang kesadaran

Setelah berolahraga, melewatkan waktu makan, atau minum terlalu banyak obat, gula darah bisa menjadi terlalu rendah dan menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita diabetes melitus tipe 2.

10. Infeksi atau luka yang sulit sembuh

Kadar gula darah tinggi dapat memperlambat aliran darah ke seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan infeksi dan luka menjadi sulit untuk disembuhkan.

11. Tangan dan kaki kesemutan

Diabetes melitus tipe 2 dapat memengaruhi saraf sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kesemutan di tangan dan kaki.

12. Masalah pada gusi

Diabetes melitus tipe 2 juga dapat mengakibatkan gangguan gusi, di mana gusi menjadi merah, bengkak, dan terasa lunak. Anda mungkin menjadi lebih sering mengalami infeksi pada gusi dan tulang penahan gigi sehingga gigi menjadi goyang.

Penanganan diabetes tipe 2

Untuk menangani gejala diabetes melitus tipe 2 dan mencegah kondisinya semakin memburuk, dokter mungkin akan memberikan beberapa anjuran untuk Anda, antara lain:
  • Menurunkan berat badan apabila Anda mengalami obesitas.
  • Konsumsi makanan sehat, seperti buah, sayuran, dan serat. Membatasi asupan makanan tinggi karbohidrat, gula, dan kalori juga mungkin dianjurkan.
  • Teratur berolahraga dan aktif bergerak sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
  • Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk diabetes, seperti metformin, golongan sulfonilurea, thizolidinediones, hingga terapi insulin.
  • Memonitor kondisi gula darah secara rutin hingga beberapa kali sehari jika telah positif diabetes dan tengah menjalani terapi insulin.
Mengingat gejala diabetes melitus tipe 2 bisa terjadi tanpa disadari, maka sebaiknya selalu kontrol kadar gula darah secara rutin. Lakukan cek gula darah setidaknya satu tahun sekali atau lebih sering jika Anda termasuk dalam golongan orang yang berisiko terkena diabetes.
diabetesdiabetes melitus tipe 2
Diabetes UK
https://www.diabetes.org.uk/diabetes-the-basics/differences-between-type-1-and-type-2-diabetes
https://www.diabetes.co.uk/symptoms/blurred-vision.html
Diakses 10 Juli 2020
Web MD
https://www.webmd.com/diabetes/type-2-diabetes-symptoms
Diakses 10 Juli 2020
Mayo Clinic
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/diagnosis-treatment/drc-20351199
Diakses 10 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait