Gejala Dehidrasi Ringan hingga Parah dan Cara Mengatasinya

(0)
Gejala dehidrasi menjadi tanda bagi Anda untuk minum airGejala dehidrasi berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya
Saat sedang sibuk, kadang orang tidak memerhatikan kecukupan asupan cairan. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi. Sebenarnya, gejala dehidrasi menjadi tanda bagi Anda untuk minum air. Namun sayangnya, banyak orang menyepelekan gejala tersebut.Bila gejala dehidrasi dibiarkan dan terjadi secara berulang, Anda dapat mengalami dehidrasi berat yang berujung pada masalah medis yang membahayakan kesehatan. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dehidrasi sehingga bisa terhindar dari risiko yang dapat ditimbulkan.

Apa saja gejala dehidrasi?

Gejala dehidrasi pada orang dewasa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Ketika mengalami dehidrasi tingkat ringan hingga sedang, maka Anda akan mengalami gejala-gejala seperti:
  • Haus
  • Kulit terasa kering
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • Mulut kering atau lengket
  • Urine yang dikeluarkan saat buang air kecil sedikit
  • Urine berwarna kuning gelap
Sementara itu, Anda yang menderita dehidrasi parah akan merasakan sejumlah gejala yang berbeda. Beberapa gejala dehidrasi parah yang mungkin muncul meliputi:
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Jantung berdetak dengan cepat
  • Bernapas dengan tempo cepat
  • Tubuh terasa kurang berenergi
  • Tidak buang air kecil dalam waktu yang lama
  • Urine berwarna kuning gelap
  • Kulit sangat kering
  • Linglung
  • Mudah tersinggung
  • Pingsan
Tak hanya orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga kerap mengalami dehidrasi. Berikut ini gejala dehidrasi yang muncul pada bayi dan anak-anak:
  • Mulut dan lidah terasa kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok kering selama 3 jam
  • Terlihat mengantuk
  • Kurang aktif jika dibandingkan biasanya
  • Mudah marah

Penyebab tubuh mengalami dehidrasi

Terdapat berbagai macam kondisi yang menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Salah satu yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsumsi cairan. Selain minimnya asupan cairan, penyebab tubuh mengalami dehidrasi di antaranya:

1. Diare

Ketika Anda diare, tubuh mengeluarkan terlalu banyak cairan. Selain itu, diare juga membuat proses penyerapan air yang dilakukan oleh usus besar tidak berjalan dengan maksimal. Kondisi ini pun kemudian memicu dehidrasi pada tubuh Anda. Bahkan, dehidrasi yang disebabkan oleh diare berpotensi mengakibatkan kematian.

2. Muntah

Sama seperti halnya diare, muntah dapat membuat tubuh Anda kehilangan banyak cairan. Tak hanya itu, elektrolit yang berguna untuk mengontrol otot, darah, dan proses organ pun juga ikut hilang ketika muntah.

3. Berkeringat

Anda membutuhkan cairan untuk menunjang proses pendinginan tubuh. Ketika cuaca panas atau usai melakukan aktivitas yang menguras keringat seperti olahraga, tubuh otomatis akan kehilangan banyak cairan untuk proses pendinginan. Kondisi itu kemudian memicu terjadinya dehidrasi.

4. Sering buar air kecil

Terlalu sering buang air kecil dapat membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi. Beberapa hal yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil di antaranya konsumsi alkohol serta obat-obatan seperti diuretik, antihistamin, antipsikotik, dan pengontrol tekanan darah.

5. Diabetes

Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini pun kemudian membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan mengakibatkan dehidrasi.

6. Luka bakar

Ketika menderita luka bakar, pembuluh darah Anda kemungkinan juga ikut rusak. Kerusakan pada pembuluh darah ini menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitarnya. Akibatnya, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan menyebabkan dehidrasi.

7. Demam

Saat demam, tubuh Anda akan kehilangan banyak cairan sebagai bentuk upaya pendinginan untuk menurunkan suhu panas. Selain itu, demam juga seringkali membuat tubuh berkeringat yang tentunya meningkatkan risiko Anda mengalami dehidrasi. Semakin tinggi suhu tubuh saat demam, makin besar juga potensi dehidrasi.

Dehidrasi berat berpotensi sebabkan komplikasi dan kerusakan organ

Tubuh yang tidak segera diberi asupan air ketika kekurangan cairan dapat membuat Anda mengalami dehidrasi parah. Dehidrasi parah merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis.Ketika mengalami dehidrasi parah, Anda mungkin akan dibawa ke ruang gawat darurat dan diberikan cairan melalui infus. Selain itu, pemeriksaan dan perawatan lain kemungkinan juga dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi maupun kerusakan organ.Kondisi medis yang dapat terjadi ketika tubuh mengalami dehidrasi parah meliputi:
  • Heat stroke
  • Kelelahan
  • Kejang karena tubuh kehilangan elektrolit
  • Kram
  • Gagal ginjal
  • Koma

Cara mengatasi dehidrasi

Untuk mengatasi dehidrasi, Anda tentunya harus mengisi kembali tubuh dengan asupan cairan. Tidak hanya dari air mineral, asupan cairan ini bisa Anda dapatkan dengan cara mengonsumsi makanan berkuah, minuman olahraga, atau buah-buahan yang mengandung air. Selan itu, Anda sebaiknya menghindari minuman-minuman seperti kopi, teh, dan soda.Di sisi lain, dehidrasi yang disebabkan oleh kondisi medis seperti demam dan diare bisa diatasi dengan cara meminum obat. Apabila kondisi Anda tak kunjung membaik dan malah bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait dehidrasi dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
demamdiaremuntahdehidrasikekurangan cairan
Healthline. https://www.healthline.com/health/severe-dehydration
Diakses pada 16 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/severe-dehydration
Diakses pada 16 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
Diakses pada 16 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dehydration-adults
Diakses pada 16 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/153363
Diakses pada 16 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait