logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Gejala Dehidrasi Ringan hingga Parah dan Cara Mengatasinya

open-summary

Gejala dehidrasi antara satu orang dengan yang lain berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Beberapa gejala dehidrasi yang umum terjadi meliputi kulit terasa kering, pusing, mengantuk, kelelahan, kurang energi, mudah tersinggung, hingga pingsan.


close-summary

5

(2)

21 Okt 2020

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gejala dehidrasi menjadi tanda bagi Anda untuk minum air

Gejala dehidrasi berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya

Table of Content

  • Apa saja gejala dehidrasi?
  • Penyebab tubuh mengalami dehidrasi
  • Dehidrasi berat berpotensi sebabkan komplikasi dan kerusakan organ
  • Cara mengatasi dehidrasi

Saat sedang sibuk, kadang orang tidak memerhatikan kecukupan asupan cairan. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi. Sebenarnya, gejala dehidrasi menjadi tanda bagi Anda untuk minum air. Namun sayangnya, banyak orang menyepelekan gejala tersebut.

Advertisement

Bila gejala dehidrasi dibiarkan dan terjadi secara berulang, Anda dapat mengalami dehidrasi berat yang berujung pada masalah medis yang membahayakan kesehatan. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dehidrasi sehingga bisa terhindar dari risiko yang dapat ditimbulkan.

Apa saja gejala dehidrasi?

Gejala dehidrasi pada orang dewasa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Ketika mengalami dehidrasi tingkat ringan hingga sedang, maka Anda akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Haus
  • Kulit terasa kering
  • Sakit kepala
  • Kram otot
  • Mulut kering atau lengket
  • Urine yang dikeluarkan saat buang air kecil sedikit
  • Urine berwarna kuning gelap

Sementara itu, Anda yang menderita dehidrasi parah akan merasakan sejumlah gejala yang berbeda. Beberapa gejala dehidrasi parah yang mungkin muncul meliputi:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Jantung berdetak dengan cepat
  • Bernapas dengan tempo cepat
  • Tubuh terasa kurang berenergi
  • Tidak buang air kecil dalam waktu yang lama
  • Urine berwarna kuning gelap
  • Kulit sangat kering
  • Linglung
  • Mudah tersinggung
  • Pingsan

Tak hanya orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga kerap mengalami dehidrasi. Berikut ini gejala dehidrasi yang muncul pada bayi dan anak-anak:

  • Mulut dan lidah terasa kering
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Popok kering selama 3 jam
  • Terlihat mengantuk
  • Kurang aktif jika dibandingkan biasanya
  • Mudah marah

Penyebab tubuh mengalami dehidrasi

Terdapat berbagai macam kondisi yang menjadi penyebab tubuh mengalami dehidrasi. Salah satu yang paling umum terjadi adalah kurangnya konsumsi cairan. Selain minimnya asupan cairan, penyebab tubuh mengalami dehidrasi di antaranya:

1. Diare

Ketika Anda diare, tubuh mengeluarkan terlalu banyak cairan. Selain itu, diare juga membuat proses penyerapan air yang dilakukan oleh usus besar tidak berjalan dengan maksimal. Kondisi ini pun kemudian memicu dehidrasi pada tubuh Anda. Bahkan, dehidrasi yang disebabkan oleh diare berpotensi mengakibatkan kematian.

2. Muntah

Sama seperti halnya diare, muntah dapat membuat tubuh Anda kehilangan banyak cairan. Tak hanya itu, elektrolit yang berguna untuk mengontrol otot, darah, dan proses organ pun juga ikut hilang ketika muntah.

3. Berkeringat

Anda membutuhkan cairan untuk menunjang proses pendinginan tubuh. Ketika cuaca panas atau usai melakukan aktivitas yang menguras keringat seperti olahraga, tubuh otomatis akan kehilangan banyak cairan untuk proses pendinginan. Kondisi itu kemudian memicu terjadinya dehidrasi.

4. Sering buar air kecil

Terlalu sering buang air kecil dapat membuat tubuh Anda mengalami dehidrasi. Beberapa hal yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil di antaranya konsumsi alkohol serta obat-obatan seperti diuretik, antihistamin, antipsikotik, dan pengontrol tekanan darah.

5. Diabetes

Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini pun kemudian membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan mengakibatkan dehidrasi.

6. Luka bakar

Ketika menderita luka bakar, pembuluh darah Anda kemungkinan juga ikut rusak. Kerusakan pada pembuluh darah ini menyebabkan cairan bocor ke jaringan sekitarnya. Akibatnya, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan menyebabkan dehidrasi.

7. Demam

Saat demam, tubuh Anda akan kehilangan banyak cairan sebagai bentuk upaya pendinginan untuk menurunkan suhu panas. Selain itu, demam juga seringkali membuat tubuh berkeringat yang tentunya meningkatkan risiko Anda mengalami dehidrasi. Semakin tinggi suhu tubuh saat demam, makin besar juga potensi dehidrasi.

Dehidrasi berat berpotensi sebabkan komplikasi dan kerusakan organ

Tubuh yang tidak segera diberi asupan air ketika kekurangan cairan dapat membuat Anda mengalami dehidrasi parah. Dehidrasi parah merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis.

Ketika mengalami dehidrasi parah, Anda mungkin akan dibawa ke ruang gawat darurat dan diberikan cairan melalui infus. Selain itu, pemeriksaan dan perawatan lain kemungkinan juga dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi maupun kerusakan organ.

Kondisi medis yang dapat terjadi ketika tubuh mengalami dehidrasi parah meliputi:

  • Heat stroke
  • Kelelahan
  • Kejang karena tubuh kehilangan elektrolit
  • Kram
  • Gagal ginjal
  • Koma

Baca Juga

  • Mengapa Bayi dan Anak Lebih Rentan Terhadap Dehidrasi?
  • Bukan Cuma Indikator Saat Demam, Ini Fakta Menarik Seputar Suhu Tubuh
  • 9 Penyebab Buang Air Besar Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Cara mengatasi dehidrasi

Untuk mengatasi dehidrasi, Anda tentunya harus mengisi kembali tubuh dengan asupan cairan. Tidak hanya dari air mineral, asupan cairan ini bisa Anda dapatkan dengan cara mengonsumsi makanan berkuah, minuman olahraga, atau buah-buahan yang mengandung air. Selan itu, Anda sebaiknya menghindari minuman-minuman seperti kopi, teh, dan soda.

Di sisi lain, dehidrasi yang disebabkan oleh kondisi medis seperti demam dan diare bisa diatasi dengan cara meminum obat. Apabila kondisi Anda tak kunjung membaik dan malah bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait dehidrasi dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

demamdiaremuntahdehidrasikekurangan cairan

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved