Waspada, Ini Dia Gejala-Gejala DBD pada Anak yang Harus Dicermati

Gejala DBD pada anak harus harus diwaspadai oleh para orang tua
Gejala DBD pada anak harus segera ditangani.

Demam berdarah dengue (DBD) bertanggung jawab atas banyaknya kasus kematian yang terjadi di berbagai negara. Tidak heran jika WHO terus mengkampanyekan dan mendesak seluruh lapisan masyarakat dan keluarga untuk mengambil langkah-langkah dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Selain itu, mengetahui dan memahami gejala-gejala penyakit yang berpotensi mengancam jiwa juga menjadi kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh para orang tua.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk. Penyakit ini menjadi endemik di beberapa negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan pulau-pulau Pasifik berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Mereka yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala yang beragam tingkat keparahannya. Itulah mengapa kepekaan sangat diperlukan untuk penanganan cepat dan tepat.

Secara umum, gejala infeksi biasanya mulai muncul pada 4-7 hari setelah gigitan nyamuk dan biasanya akan berlangsung 3-10 hari. Identifikasi gejala dan pengenalan tanda-tanda yang diikuti penanganan dan perawatan suportif yang cepat dapat secara substansial menurunkan risiko komplikasi medis dan kematian.

Gejala DBD

Sulit untuk mengetahui apakah anak Anda menderita demam berdarah karena gejala DBD dapat dengan mudah dikacaukan dengan infeksi virus lainnya. Meskipun begitu, ada beberapa tanda yang harus diperhatikan jika terjadi pada anak Anda, beberapa diantaranya:

1. Demam Tinggi Tanpa Penyebab yang Jelas

Segera antisipasi kemungkinan demam berdarah saat anak Anda mengalami demam tinggi. Demam ini biasanya terjadi tanpa adanya batuk, pilek, atau sumber infeksi yang mungkin menjadi penyebab demam. Jika Anda mencurigai si kecil terkena demam berdarah, segera konsultasikan pada dokter.

2. Demam Hilang dan Digantikan oleh Gejala yang Mengkhawatirkan.

Perlu diketahui, dua hari pertama setelah demam adalah yang masa-masa paling penting. Dokter akan memonitor anak-anak setelah demam tinggi berlalu untuk mendiagnosis apakah si kecil mengalami demam berdarah. Ketika demam turun, waspadai gejala DBD yang lebih parah, seperti:

  • Sakit kepala parah
  • Rasa sakit di sekitar mata
  • Ruam
  • Pendarahan pada gusi dan hidung
  • Sakit perut yang parah
  • Muntah terus-menerus

Anak-anak yang menunjukkan gejala DBD serius di atas perlu dirawat di rumah sakit, khususnya jika terjadi pada bayi dengan usia di bawah 12 bulan.

Penanganan DBD

Demam berdarah (DBD) tidak ada obatnya. Namun, perawatan yang cepat dan tepat dapat diberikan untuk mengurangi demam, gejala, dan rasa sakit, khususnya jika gejala anak tidak memerlukan rawat inap.

Untuk demam tinggi yang berhubungan dengan demam berdarah, obat teraman adalah parasetamol. Selain itu, pastikan jika anak terus mendapat asupan minum yang cukup dan beristirahat. Hindari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan asam mefanamat.

Obat-obatan ini telah terbukti memperparah perdarahan. Obat lain yang juga harus dihindari adalah steroid dan aspirin. Selain itu, antibiotik juga tidak diperlukan untuk mengobati gejala demam berdarah.

Jika anak mengalami demam berdarah yang parah dan harus dirawat di rumah sakit, dokter akan memberikan cairan infus (IV) dan elektrolit (garam) untuk menggantikan cairan yang hilang melalui muntah atau diare. Jika perawatan dilakukan dengan cepat, perawatan ini biasanya cukup untuk mengobati penyakit secara efektif. Dalam kasus yang lebih lanjut, dokter mungkin harus melakukan transfusi darah.

Pencegahan DBD

Pada dasarnya, kebiasaan menjadi penyebab utama terjangkitnya demam berdarah di lingkungan Anda. Untuk itu, upayakan selalu membersihkan area yang dapat berisiko menjadi tempat bersarangnya nyamuk seperti genangan air dan tumpukan barang.

Selain itu, kebiasaan anak main di sore hari juga dapat meningkatkan risiko terkena gigitan nyamuk demam berdarah. Jadi, pastikan untuk selalu memakaikan obat antinyamuk berupa lotion atau spray ke badan anak untuk menghindari gigitan nyamuk yang berisiko.

Smart Parenting. https://www.smartparenting.com.ph/health/your-kids-health/dengue-symptoms-fever-expert-guide-a00026-20180719
Diakses pada Februari 2019

CDC. https://www.cdc.gov/dengue/epidemiology/index.html
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed