Waspada, Ini Dia Gejala-Gejala DBD pada Anak yang Harus Dicermati


Gejala DBD pada anak dapat dengan mudah dikacaukan dengan infeksi virus lainnya. Namun, ada beberapa tanda yang harus diperhatikan seperti demam tinggi tanpa penyebab yang jelas dan demam hilang yang digantikan oleh gejala lainnya.

(0)
11 Apr 2019|Aby Rachman
Gejala DBD pada anak harus harus diwaspadai oleh para orang tuaGejala DBD pada anak harus segera ditangani.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) bertanggung jawab atas banyaknya kematian yang terjadi di berbagai negara. Tidak heran jika WHO terus mengkampanyekan dan mendesak seluruh lapisan masyarakat dan keluarga untuk mengambil langkah-langkah dalam pencegahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.Selain itu, mengetahui dan memahami gejala-gejala penyakit yang berpotensi mengancam jiwa juga menjadi kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh para orang tua.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi endemik di beberapa negara di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan pulau-pulau Pasifik berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Mereka yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala yang beragam tingkat keparahannya. Itulah mengapa kepekaan sangat diperlukan untuk penanganan cepat dan tepat.Secara umum, gejala infeksi biasanya mulai muncul pada 4-7 hari setelah gigitan nyamuk dan biasanya akan berlangsung 3-10 hari. Identifikasi gejala dan pengenalan tanda-tanda yang diikuti penanganan dan perawatan suportif yang cepat dapat secara substansial menurunkan risiko komplikasi medis dan kematian.

Gejala DBD pada anak, apa saja?

Sulit untuk mengetahui apakah anak Anda menderita demam berdarah, karena gejala DBD dapat dengan mudah dikacaukan dengan infeksi virus lainnya. Meskipun begitu, ada beberapa tanda yang harus diperhatikan jika terjadi pada anak Anda, beberapa diantaranya:

1. Demam tinggi tanpa penyebab yang jelas

Segera antisipasi kemungkinan demam berdarah saat tubuh anak mengalami demam tinggi. Demam ini biasanya terjadi tanpa adanya batuk, pilek, atau sumber infeksi yang mungkin menjadi penyebab demam. Jika Anda mencurigai si kecil terkena demam berdarah, segera konsultasikan pada dokter.

2. Demam hilang dan digantikan oleh gejala yang mengkhawatirkan

Perlu diketahui, dua hari pertama setelah demam adalah yang masa-masa paling penting. Dokter akan memonitor anak-anak setelah demam tinggi berlalu untuk mendiagnosis apakah si kecil mengalami demam berdarah. Ketika demam turun, waspadai gejala DBD yang lebih parah, seperti:
  • Sakit kepala parah
  • Rasa sakit di sekitar mata
  • Ruam kulit dan bintik merah
  • Pendarahan pada gusi dan hidung
  • Sakit perut yang parah
  • Muntah terus-menerus
Anak-anak yang menunjukkan gejala DBD serius di atas perlu dirawat di rumah sakit, khususnya jika terjadi pada bayi dengan usia di bawah 12 bulan.

Penanganan DBD pada anak

Demam berdarah (DBD), termasuk pada anak dan orang dewasa, tidak ada obatnya. Namun, perawatan yang cepat dan tepat dapat diberikan untuk mengurangi demam, gejala, dan rasa sakit, khususnya jika gejala anak tidak memerlukan rawat inap.Untuk demam tinggi yang berhubungan dengan demam berdarah, obat teraman adalah parasetamol. Selain itu, pastikan jika anak terus mendapat asupan minum yang cukup dan beristirahat. Hindari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan asam mefanamat.Obat-obatan ini telah terbukti memperparah perdarahan. Obat lain yang juga harus dihindari adalah steroid dan aspirin. Selain itu, antibiotik juga tidak diperlukan untuk mengobati gejala demam berdarah.Jika anak mengalami demam berdarah yang parah dan harus dirawat di rumah sakit, dokter akan memberikan cairan infus (IV) dan elektrolit (garam) untuk menggantikan cairan yang hilang melalui muntah atau diare. Jika perawatan dilakukan dengan cepat, perawatan ini biasanya cukup untuk mengobati penyakit secara efektif. Dalam kasus yang lebih lanjut, dokter mungkin harus melakukan transfusi darah.

Pencegahan DBD pada anak

Pada dasarnya, kebiasaan menjadi penyebab utama terjangkitnya demam berdarah di lingkungan Anda. Untuk mencegah DBD, upayakan selalu membersihkan area yang dapat berisiko menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Misalnya yakni genangan air dan tumpukan barang, terutama di musim hujan.Selain itu, kebiasaan anak main di sore hari juga dapat meningkatkan risiko terkena gigitan nyamuk demam berdarah. Jadi, pastikan untuk selalu memakaikan obat antinyamuk berupa lotion atau spray ke badan anak untuk menghindari gigitan nyamuk yang berisiko.
demam berdarah dengue
Smart Parenting. https://www.smartparenting.com.ph/health/your-kids-health/dengue-symptoms-fever-expert-guide-a00026-20180719
Diakses pada Februari 2019
CDC. https://www.cdc.gov/dengue/epidemiology/index.html
Diakses pada Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait