Radang Selaput Dada alias Pleuritis, Ini Gejala dan Penyebabnya


Radang selaput dada atau pleuritis adalah peradangan pada pleura yang merupakan membran tipis yang membungkus paru-paru dan dinding dada. Penyebabnya ada beragam seperti infeksi bakteri, jamur, tuberkulosis, retak tulang rusuk, hingga kankre paru-paru.

0,0
11 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Radang selaput dada (pleuritis) adalah peradangan pada pleura yang membungkus paru-paru dan dinding dadaRadang selaput dada alias pleuritis dapat menimbulkan gejala seperti sesak napas
Radang selaput dada atau pleuritis adalah peradangan yang terjadi di selaput pembungkus paru-paru dan dinding dada yang disebut pleura. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan pleurisy dan dapat membuat pengidapnya merasakan sakit yang menusuk ketika bernapas. Pleura merupakan membran tipis yang membungkus paru-paru dan dinding dada dan terdiri atas dua lapisan. Lapisan pertama membungkus bagian luar paru-paru. Sementara itu, lapisan kedua membungkus dinding dada bagian dalam. Pada kondisi normal, kedua lapisan tersebut bersentuhan dengan halus satu sama lain. Gesekan lembut ini sebenarnya bukan sebuah masalah karena jaringannya halus dan tidak menimbulkan gesekan yang keras. Namun saat ada peradangan, jaringan pleura akan membengkak dan meradang. Akibatnya, dua lapisan selaput dada tersebut akan bergesekan dengan keras satu sama lain dan menimbulkan rasa sakit saat Anda bernapas. 

Gejala radang selaput dada alias pleuritis

Gejala paling khas dari pleuritis adalah rasa sakit yang tajam dan menusuk yang muncul saat bernapas. Rasa sakit ini akan bertambah parah saat Anda batuk, bersin, atau bergerak. Nyeri baru akan berkurang ketika Anda menahan napas ataupun menekan area dada yang sakit. Selain rasa sakit saat bernapas, radang selaput dada juga dapat menimbulkan gejala berikut ini:
  • Menurunnya nafsu makan
  • Sesak napas, karena pasien mencoba mengurangi napas masuk dan keluar
  • Batuk pada beberapa kasus
  • Demam pada beberapa kasus
  • Nyeri dada
  • Sakit di pundak dan punggung
  • Nyeri otot
  • Pusing
  • Nyeri Sendi
Pada kondisi tertentu, paru-paru orang yang terkena pleuritis dapat mengalami penumpukan cairan berlebih hingga menyebabkan naiknya tekanan di paru-paru dan membuatnya berhenti berfungsi secara normal. Penumpukan cairan itu disebut sebagai efusi pleura.Saat efusi pleura terjadi, Anda dapat merasakan gejala-gejala seperti demam, menggigil, dan batuk kering. 

Apa saja penyebab radang selaput dada?

Radang selaput dada utamanya disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza. Virus dapat memicu infeksi di paru-paru – yang kemudian menjelma menjadi radang selaput dada atau pleurisy (pleuritis).Selain infeksi virus, radang selaput dada juga dapat disebabkan oleh kondisi berikut ini:
  • Infeksi bakteri, seperti pneumonia
  • Infeksi jamur
  • Gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus
  • Kanker paru-paru di dekat permukaan pleura
  • Emboli paru
  • Tuberkulosis (TB)
  • Trauma atau retak pada tulang rusuk
  • Penyakit bawaan tertentu, seperti penyakit anemia sel sabit
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Bagaimana dokter menangani radang selaput dada?

Karena radang selaput dada dapat disebabkan oleh beragam faktor, maka penangannya juga akan disandarkan pada penyebabnya di atas. Misalnya, apabila radang selaput dada dipicu oleh infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Sementara itu, apabila penyebab radang selaput dada adalah infeksi virus, peradangan yang dialami pasien mungkin bisa pulih sendiri seiring waktu. Untuk mengendalikan gejala radang selaput dada yang dirasakan pasien, dokter mungkin juga akan memberikan obat-obatan berikut ini:
  • Pereda nyeri obat antiinflamasi nonsteroid, termasuk aspirin dan ibuprofen
  • Obat batuk dan pereda nyeri yang mengandung kodein
  • Obat untuk memecah gumpalan darah, nanah, atau lendir
  • Obat bronkodilator yang diberikan melalui alat penghirup dosis terukur, seperti yang diberikan pada penderita asma
Jika radang selaput dada disertai penumpukan cairan di rongga dada, maka dokter akan mengeluarkan cairan tersebut. Tindakan ini disebut thoracentesis. Dengan begitu, nyeri dada dan sesak napas yang dirasakan pasien akan berkurang.

Perubahan gaya hidup untuk pulih dari radang selaput dada

Untuk meredakan rasa sakit akibat radang selaput dada dan memulihkan tubuh, perubahan gaya hidup berikut ini penting untuk diterapkan:
  • Meminum obat sesuai dengan arahan dokter – termasuk antibiotik (jika disebabkan oleh infeksi bakteri) yang harus diselesaikan sampai habis.
  • Banyak beristirahat
  • Berhenti merokok karena dapat memicu peningkatan iritasi pada paru-paru

Catatan dari SehatQ

Radang selaput dada adalah peradangan pada pleura yang membungkus paru-paru dan dinding dada. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait radang selaput dada atau pleuritis, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa di-download di Appstore dan Playstore untuk dampingi hidup sehat Anda.
pleuritissesak napasnyeri dada
Healthline. https://www.healthline.com/health/pleurisy
Diakses pada 28 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy
Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait