11 Penyebab Kesemutan di Tangan Ini Jarang Diketahui

Walaupun umumnya dirasakan di area tertentu, gejala kesemutan bisa menyebar ke area sekitarnya.
Kesemutan bisa menimbulkan rasa seperti tertusuk-tusuk pada tangan

Sebagai kondisi yang sangat sering dialami, penyebab kesemutan atau parestesia secara medis, hingga saat ini, mungkin belum banyak yang tahu. Memang, kondisi ini umumnya bukanlah sesuatu yang berbahaya.

Namun, beberapa orang dapat mengalami kesemutan berkepanjangan, yang juga bisa menjadi tanda suatu gangguan kesehatan yang serius. Karena itu, jangan meremehkan kesemutan di tangan yang Anda alami. Kenali berbagai penyebabnya di bawah ini agar Anda dapat lebih waspada.

[[artikel-terkait]]

Mengenali kondisi yang dapat menjadi penyebab kesemutan di tangan

Kesemutan di tangan bisa terjadi karena adanya tekanan berlebih di saraf. Saat tekanan tersebut telah berkurang atau hilang, maka rasa kesemutan pun perlahan-lahan akan menghilang.

Namun, pada beberapa kasus, kesemutan tidak kunjung reda. Kalaupun reda, kondisi ini kemudian kembali muncul. Kondisi ini disebut sebagai kesemutan kronis, dan bisa jadi merupakan tanda gangguan kesehatan atau kerusakan saraf.

Penyebab kesemutan di tangan yang tak kunjung sembuh di antaranya:

  • Stroke. Kondisi ketika suplai darah ke otak terhenti, sehingga menyebabkan kerusakan di otak.
  • Multiple sclerosis. Gangguan pada sistem saraf pusat ini, memengaruhi cara tubuh Anda merasakan sesuatu.
  • Kerusakan saraf akibat kecelakaan atau cedera.
  • Diabetes. Seiring berjalannya waktu, diabetes dapat menyebabkan kerusakan di saraf.
  • Kelebihan atau kekurangan vitamin. Kelebihan kadar vitamin D dalam tubuh, atau justru kekurangan vitamin B12, dapat menimbulkan kesemutan.
  • Efek samping obat. Beberapa obat yang digunakan untuk kemoterapi, antibiotik, obat HIV, serta obat kejang, bisa menyebabkan kerusakan saraf.
  • Carpal tunnel syndrome. Kondisi ini terjadi karena saraf yang terjepit di bagian pergelangan tangan, sehingga menyebabkan kesemutan di jari tangan.
  • Penyalahgunaan alkohol.
  • Tumor di saraf tulang belakang atau otak.
  • Fibromyalgia. Kesemutan yang terjadi akibat penyakit fibromyalgia ini bisa terasa sangat nyeri.
  • Radikulopati. Pada kondisi ini, akar saraf tertekan, mengalami iritasi, atau peradangan.

Kesemutan yang kronis bisa menyebabkan rasa nyeri yang cukup parah, seperti ditusuk-tusuk. Hal ini membuat anggota tubuh yang kesemutan, menjadi sulit untuk digerakkan. Pada beberapa orang, kesemutan yang dirasakan bisa sangat parah, hingga mengganggu kualitas hidup.

Gejala kesemutan di tangan yang sering terabaikan

Saat mengalami kesemutan, beberapa gejala di bawah ini dapat Anda rasakan:

  • Rasa seperti ditusuk-tusuk jarum
  • Muncul rasa nyeri atau sensasi seperti terbakar
  • Tangan menjadi kebas
  • Tangan terasa gatal
  • Kulit terasa panas atau dingin
  • Tangan sulit digerakkan

Gejala yang dirasakan dapat terjadi terus-menerus secara konstan, maupun berselang-seling. Meski biasanya dirasakan di area tertentu, gejala kesemutan bisa menyebar ke area sekitarnya.

Setelah mengenali berbagai penyebab kesemutan di tangan, Anda diharapkan dapat mengidentifikasi kesemutan yang menandakan penyakit serius. Segera hubungi dokter, apabila kesemutan yang Anda rasakan, tidak kunjung reda atau hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318845.php
Diakses pada 14 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/paresthesia
Diakses pada 14 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/paresthesia-facts
Diakses pada 14 Mei 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/odd-nerve-sensations-chronic-fatigue-syndrome-3972955
Diakses pada 14 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed