Campak pada Bayi, Bagaimana Gejala dan Cara Mengobatinya?


Campak pada bayi bisa dikenali dengan gejala utama berupa bercak-bercak merah berukuran kecil di kulit yang diikuti oleh demam tinggi dalam 3-5 hari.

(0)
06 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Campak pada bayi ditandai dengan ruam kulit berwarna merahCampak pada bayi menunjukkan bercak merah selama 3-5 hari setelah gejala timbul.
Campak pada bayi merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Campak membuat muncul ruam merah di kulit. Penyakit pada bayi ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia, kerusakan otak, tuli, bahkan kematian.Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala campak sebelum terlambat. Langkah ini juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pencegahan campak, selain pemberian vaksin campak.

Kenali berbagai gejala campak pada bayi berikut ini

Campak pada bayi dicirikan dengan adanya ruam kulit
Umumnya, ada tiga jenis campak atau tampek pada bayi, yaitu campak rubeola, campak roseola, dan campak Jerman atau rubella. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus campak, yaitu paramiksovirus. Virus ini menular melalui liur, kontak langsung, ataupun udara.Awalnya, gejala campak akan terlihat sebagai flu berat yang muncul disertai demam, batuk, ingus, dan kemerahan pada mata. Ciri utama dari campak adalah muncul ruam merah di kulit.Gejala awal pada campak bisa dimulai dari munculnya koplik’s spot. Ini adalah bintik merah berukuran kecil dan memiliki inti berwarna putih kebiruan di dalam mulut bagian dalam pipi.Bayi yang terkena campak akan menunjukkan bercak merah pada 3-5 hari setelah gejala mulai dirasakan. Bercak tersebut awalnya akan muncul di kepala, lalu menyebar turun ke seluruh tubuh. Tak jarang, pada anak-anak yang terserang campak, juga menderita infeksi telinga.
Rewel merupakan gejala campak pada bayi
Bercak yang muncul tersebut akan sedikit menonjol dan menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini dapat bertahan sekitar 5 hari. Kemudian, umumnya bercak akan mereda dan berubah warna menjadi kecokelatan, dan membuat kulit menjadi kering.Bersamaan dengan munculnya bercak merah yang menyerang bayi, biasanya anak akan menjadi rewel. Sebab, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri di otot. Selain itu, gejala campak juga membuat bayi menjadi susah makan, dan batuk yang terjadi pun terus bertambah parah, terutama saat malam hari.

Cara merawat bayi yang terkena campak agar tidak menular

Beri ASI saat terjadi campak pada bayi agar mencegah dehidrasi
Apabila campak menunjukkan gejala seperti di atas, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membuatnya tetap merasa nyaman hingga kondisinya membaik. Umumnya, bayi dapat membaik dalam waktu kurang lebih satu minggu. Anak yang menderita campak harus diawasi secara ketat oleh dokter. Sebab pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti:Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk sebagai cara mengobati campak pada bayi dan membuat Si Kecil tetap merasa nyaman:
  • Selalu cuci tangan setiap ingin menyentuh bayi
  • Pastikan bayi mendapatkan istirahat yang cukup
  • Untuk sementara, jangan biarkan bayi berdekatan dengan bayi lain, setidaknya 4 hari setelah bercak merah muncul.
  • Berikan air putih serta vitamin A untuk mengurangi gejala campak pada bayi. Temuan dalam jurnal Clinical Pharmacy menunjukkan, pemberian vitamin A mampu meningkatkan daya tahan tubuh bayi untuk melawan infeksi virus.
  • Pastikan anak Anda tidak dehidrasi. Berikan banyak ASI, atau jika bayi mengonsumsi susu formula, berikan susu seperti biasa serta air putih dengan suhu ruangan.
  • Untuk meredakan batuk yang dialami bayi, Anda dapat menempatkan semangkuk air panas di kamarnya agar kelembapan udara terjaga.
  • Berikan obat campak pada bayi berupa parasetamol maupun ibuprofen khusus bayi, untuk membantu meredakan nyeri dan demam yang dirasakan.

Cara mengobati campak pada bayi

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, penyakit ini tidak dapat diatasi dengan antibiotik.Cara mengobati campak pada bayi umumnya adalah dengan obat antivrus yang diresepkan oleh dokter, atau dengan obat pereda nyeri nonresep seperti parasetamol yang bisa Anda beli di apotek.Perlu diingat, parasetamol hanya dapat diberikan pada bayi yang berusia di atas dua bulan dan tidak lahir prematur serta memiliki berat badan lebih dari 4 kilogram.Sementara itu, ibuprofen khusus bayi hanya dapat diberikan pada bayi, yang telah berusia lebih dari 3 bulan dan memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram.Konsultasikan kepada dokter sebelum Anda memberikan obat kepada Si Kecil apabila Anda ragu mengenai jenis dan dosis yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Campak pada bayi selalu ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit, baik kulit wajah hingga kulit tubuh. Campak terjadi akibat virus paramiksovirus yang menular melalui liur, kontak langsung, maupun udara.Campak pun bisa dicegah dan diobati dengan cara cuci tangan, obat parasetamol bayi dan vaksin campakJangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ apabila gejala campak mulai muncul. Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilan perawatan juga akan semakin baik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit anakbayicampakruam kulit
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1014746/measles-in-babies
Diakses pada 24 April 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/child/measles.html
Diakses pada 24 April 2019
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/Protecting-Your-Baby-from-a-Measles-Outbreak-FAQs.aspx
Diakses pada 24 April 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/measles.html
Diakses pada 24 April 2019
Clinical Pharmacy. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8354037/
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait