logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Gejala Cacar Air pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orangtua

open-summary

Gejala cacar air pada anak dapat berupa ruam merah, lepus berisi air (vesikel), hingga kerak yang menutupi vesikel. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakannya, mulai dari memberikan losion calamine hingga memandikan anak dengan soda kue.


close-summary

3

(15)

3 Jan 2022

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

gejala cacar air pada anak

Ada banyak cara mengobati cacar air pada anak secara alami di rumah.

Table of Content

  • Apa saja gejala cacar air pada anak?
  • Apakah anak yang terkena cacar air boleh mandi?
  • Komplikasi cacar air yang perlu diwaspadai
  • Cara mengobati cacar air pada anak di rumah
  • Obat cacar air pada anak dari dokter
  • Cara mencegah cacar air pada anak

Semua orang dari segala usia bisa terkena cacar air, tetapi penyakit ini paling sering menjangkiti anak-anak. Bagaimana cara mengenali gejala cacar air pada anak dan apa saja yang harus dilakukan oleh orangtua selama anak terkena cacar?

Advertisement

Penyebab cacar air pada anak adalah infeksi virus varicella zoster. Penyakit ini bersifat sangat menular dan bisa membuat anak sangat tidak nyaman dan rewel. Akan tetapi, cacar air umumnya dapat sembuh dalam 1-2 minggu.

Gejala cacar air pada anak yang paling khas adalah munculnya ruam yang seperti melepuh, berwarna merah dan berisi cairan, nyaris di seluruh bagian tubuh anak. Meski penyakit ini tidak mematikan, ada baiknya Anda tidak menunda untuk memeriksakan anak ke dokter.

Simak artikel ini lebih lanjut untuk memahami ciri-ciri cacar air pada anak, komplikasi, hingga pilihan pengobatan yang bisa Anda berikan.

Apa saja gejala cacar air pada anak?

Dikutip dari Kids Health, gejala awal cacar air pada anak hampir mirip seperti pilek. Si kecil dapat mengalami hidung mampet, bersin, hingga batuk. Sekitar 1-2 hari kemudian, ruam mulai bermunculan, terutama di bagian dada dan wajah.

Ketika gejala cacar air hari pertama telah dilewati, ruam seperti melepuh yang merupakan tanda khas dari penyakit ini biasanya muncul di hari ke-10 hingga 21, setelah anak terinfeksi virus varicella zoster (misalnya dari anak lain yang terkena cacar air).

Lepuhan cacar akan bertahan selama 5-10 hari dengan melalui tiga fase sebagai berikut:

  • Ruam merah atau merah muda (papule) yang akan bertambah banyak dalam beberapa hari.
  • Lepuhan berisi air (vesikel) yang terbentuk dalam satu hari, kemudian pecah dan mengeluarkan cairan di dalamnya.
  • Kerak dan koreng yang akan menutupi vesikel dan butuh beberapa hari sebelum sembuh sepenuhnya.

Pada satu titik tertentu, anak bisa memiliki ruam, lepuhan, dan kerak pada saat yang sama. Hal ini dikarenakan lesi baru dari cacar air bisa muncul setiap hari selama beberapa hari pada masa-masa awal infeksi cacar air pada anak.

Sebelum munculnya ruam, anak mungkin menunjukkan tanda-tanda awal infeksi virus varicella zoster sebagai berikut:

  • Demam lebih dari 38 derajat celcius
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mengeluh sakit kepala
  • Sering merasa lelah dan tidak enak badan (malaise).

Cacar air anak sangat menular, bahkan sejak 48 jam sebelum munculnya ruam pertama. Penularan virus ini terjadi ketika Anda melakukan kontak dengan cairan yang keluar dari lepuhan cacar air atau menyentuh benda yang terkena cairan tersebut.

Oleh karena itu, anak yang tengah menderita cacar air dianjurkan untuk membatasi kontak dengan orang lain, terutama dengan ibu hamil, selama mengidap penyakit ini.

Anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa ketika semua lesi cacar air yang dideritanya sudah kering dan tidak ada ruam baru yang tumbuh di bagian tubuh manapun.

Orangtua juga bisa membawa si kecil ke dokter jika tanda-tanda anak terkena cacar sudah mulai bermunculan.

Apakah anak yang terkena cacar air boleh mandi?