10 Gejala Awal Penyakit Lupus pada Anak yang Harus Anda Waspadai

Gejala penyakit lupus seperti demam, gangguan ginjal, dan nyeri sendi penting diketahui sebelum terlambat
Gejala awal penyakit lupus pada anak-anak cukup beragam, mulai dari demam hingga gangguan ginjal

Penyakit lupus atau systemic lupus erythematosus (SLE) termasuk dalam kelompok gangguan autoimun. Gejala awal penyakit lupus mulai muncul pada usia remaja (sekitar 12 tahun), jarang ditemukan pada anak di bawah 5 tahun. Manifestasi penyakit ini dapat beraneka ragam pada setiap individu.

Penyakit lupus yang menyerang anak-anak sama seperti pada orang dewasa. Perbedaannya adalah pada tingkat keparahannya. Gejala awal penyakit lupus yang muncul pada anak-anak lebih berat dan menjangkit lebih banyak organ dibandingkan dengan orang dewasa.

Gejala awal penyakit Lupus pada anak

Gejala awal penyakit lupus yang dapat ditemukan pada anak, antara lain:

1. Mudah Lelah

Sebagian besar penderita lupus akan menjadi mudah lelah. Seringkali penderitanya akan tidur di siang hari dan kesulitan tidur di malam hari. Kondisi ini menyebabkan gangguan untuk tetap bersemangat dalam menjalankan aktivitas.

2. Demam

Salah satu gejala awal penyakit lupus adalah demam dengan suhu tidak terlalu tinggi tanpa penyebab yang jelas. Demam ini dapat terjadi secara hilang timbul akibat adanya peradangan dan infeksi.

3. Rambut Rontok

Rambut rontok merupakan salah satu gejala yang pertama kali terjadi pada penyakit lupus. Hal ini disebabkan adanya peradangan pada kulit kepala. Pada beberapa individu, dapat terjadi penipisan alis, bulu mata, jenggot, dan rambut di bagian tubuh lain.

4. Bercak Merah pada Kulit

Gejala awal penyakit lupus pada kulit memiliki penampilan yang khas, yaitu berupa kemerahan pada pipi dan batang hidung. Kondisi ini dinamakan dengan Butterfly Rash atau "bercak kupu-kupu" karena bentuknya yang menyerupai kupu-kupu. Ciri ini lebih mudah terlihat saat wajah terpapar cahaya matahari. Walaupun tampak kemerahan, kondisi ini tidak disertai dengan rasa gatal ataupun nyeri.

5. Gangguan Paru-paru

Kompleks imun yang terbentuk dalam penyakit lupus dapat ditemukan pada paru-paru. Kondisi ini menyebabkan perdarahan, fibrosis, atau infark pada paru-paru. Apabila peradangan mengenai diafragma, bisa mengakibatkan nyeri dada pada saat bernapas.

6. Gangguan Ginjal

Adanya peradangan pada ginjal menyebabkan gangguan dalam fungsi penyaringan produk sisa dan toksin dari darah. Gangguan ginjal yang mungkin terjadi berupa nefritis atau sindrom nefrotik akibat kompleks imun pada ginjal. Nefritis umumnya terjadi dalam 5 tahun dari awal penyakit lupus.

[[artikel-terkait]]

7. Pembengkakan dan Nyeri Sendi

Peradangan pada sendi menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak terutama di pagi hari. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini terjadi simetris pada kedua sisi tubuh. Selain nyeri, juga dapat ditemukan kelemahan pada otot. Jika mengalami nyeri sendi, ada potensi gangguan sendi lainnya, seperti artritis.

8. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan yang bisa terjadi sebagai gejala awal penyakit lupus, yaitu asam lambung naik, rasa terbakar di dada, dan gangguan lainnya. Pada gejala yang ringan, gangguan-gangguan pencernaan yang dialami bisa diatasi dengan antasida dan mengatur pola makan yang baik.

9. Gangguan Tiroid

Penyakit tiroid akibat lupus kadang muncul. Tiroid merupakan organ yang berfungsi memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Gangguan tiroid dapat memengaruhi berbagai organ, seperti otak, jantung, dan ginjal.

10. Mulut dan Mata Kering

Kondisi ini dapat ditemukan apabila penyakit lupus disertai adanya sindrom Sjorgen, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan dalam produksi air liur dan air mata.

Selain 10 gejala di atas, ada kondisi-kondisi lain yang bisa ditemukan sebagai gejala awal penyakit lupus, seperti rasa tidak enak badan (malaise), penurunan nafsu makan, penurunan berat badan,  gangguan neurologis mulai dari psikosis, kejang, hingga gangguan kognitif, dan  gangguan jantung (dapat menyebabkan valvulitis dan karditis).

Anak dengan penyakit lupus juga memiliki kelainan hematologis, yaitu anemia hemolitik, trombositopenia (kadar trombosit yang rendah), leukopenia (kadar leukosit rendah), atau limfopenia (kadar limfosit rendah).

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14796-systemic-lupus-erythematosus-sle-in-children
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/lupus/early-signs
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1008066-overview
Diakses pada Mei 2019

NIH. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/systemic-lupus-erythematosus
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed