logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Kenali Gejala Awal Hidrosefalus pada Bayi yang Bisa Dideteksi Sejak Kelahirannya

open-summary

Gejala awal hidrosefalus pada bayi tidak hanya bisa dilihat dari ukuran kepala yang tidak normal seperti membesar. Kejang dan koordinasi tubuh yang buruk juga menjadi ciri-ciri hidrosefalus pada bayi.


close-summary

5

(7)

16 Feb 2022

| Rianti Dea Rizky Pratiwi

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

gejala awal hidrosefalus pada bayi

Gejala awal hidrosefalus pada bayi yang bisa langsung terlihat adalah kepala membesar.

Table of Content

  • Gejala awal hidrosefalus pada bayi
  • Diagnosis hidrosefalus pada bayi
  • Apakah bayi dengan hidrosefalus bisa normal kembali?
  • Pesan dari SehatQ

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di kepala yang memberi tekanan berlebih pada otak. Jika gejala awal hidrosefalus pada bayi tidak kunjung ditangani, kondisi ini bisa berakibat serius. 

Advertisement

Kondisi ini bisa terjadi pada bayi baru lahir hingga anak-anak dengan usia lebih tua. Gejala awal hidrosefalus bisa terdeteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan hingga setelah lahir.

Lantas seperti apa ciri-ciri atau tanda hidrosefalus pada bayi? Apakah bisa disembuhkan? Simak penjelasan lengkapnya adalam artikel ini.

Gejala awal hidrosefalus pada bayi

Mengutip Stanford Children’s Health, hidrosefalus atau kepala bayi besar dapat terjadi sebagai kondisi bawaan lahir atau di kemudian hari.

Pada beberapa bayi, kondisi ini bersifat genetik yang berkaitan dengan congenital aqueductal stenosis atau cacat tabung saraf (spina bifida).

Berikut adalah beberapa ciri-ciri atau gejala awal hidrosefalus pada bayi. Perlu Anda pahami pula bahwa mungkin setiap bayi mengalami gejala berbeda.

Perubahan di kepala, seperti:

  • Kepala bayi membesar.
  • Peningkatan pesar dalan ukuran lingkar kepala bayi.
  • Urat menonjol di area kepala.
  • Titik lunak yang menonjol atau tegang di bagian atas kepala.

Perubahan fisik lainnya pada tubuh, seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Terlihat lesu dan mengantuk.
  • Menjadi lebih rewel dan sering menangis.
  • Susah makan.
  • Mengalami kejang.
  • Mata terlihat lesu dan selalu melihat ke bawah.
  • Ketidak mampuan bayi melihat ke atas atau ke depan.
  • Gangguan pada kekuatan otot.
  • Perkembangan bayi terlambat.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran lingkar kepala bayi normal saat lahir hingga usia 2 tahun berkisar antara 35-49 cm. Sementara itu, ukuran rata-rata ubun-ubun besar pada saat lahir adalah 2,1 cm, yang nantinya akan mengecil dengan bertambahnya usia.

Namun, lingkar kepala bayi hidrosefalus akan lebih besar dari ukuran normal dan ubun-ubunnya tidak akan mengecil dengan bertambahnya usia.

Bahkan, lingkar kepala bayi bisa meningkat dengan cepat serta menjadi lebih besar dari badannya.

Segera hubungi dokter jika bayi mengalami gejala atau tanda hidrosefalus seperti berikut:

  • Bayi menangis dengan teriakan bernada tinggi.
  • Ada masalah menyusu atau makan.
  • Muntah berulang tanpa penyebab yang jelas.
  • Susah menggerakkan kepala atau berbaring.
  • Kesulitan bernapas.
  • Mengalami kejang.

Baca Juga

  • Pantangan Makanan dan yang Direkomendasikan Setelah Melahirkan
  • Apakah Boleh Bayi Tidur Miring? Simak Alasan dan Risikonya
  • Sebelum Anak Sunat, Ketahui Hal-hal Penting Ini

Diagnosis hidrosefalus pada bayi

Gejala awal hidrosefalus pada bayi sudah bisa terdeteksi sejak ia berada dalam kandungan dengan menggunakan USG prenatal.

Yaitu, teknik pencitraan diagnostik yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar dari pembuluh darah, jaringan, dan organ.

Selain itu, USG juga berfungsi untuk melihat organ internal serta menilai aliran darah melalui pembuluh darah bayi.

Umumnya, dokter bisa mendeteksi dan mendiagnosis hidrosefalus pada trimester ketiga kehamilan.

Sedangkan pada kasus bayi baru lahir, dokter akan melakukan pengujian diagnostik apabila terlihat gejala awal hidrosefalus kongenital. Kepala bayi mungkin akan terlihat lebih besar dari biasanya.

Berikut adalah beberapa tes diagnostik lainnya untuk memastikan kondisi kepala bayi besar:

  • MRI, kombinasi prosedur magnet, frekiensi radio, dan komputer utnuk menghasilkan gambar organ dalam dan struktur dalam tubuh.
  • CT scan, kombinasi sinar X dan teknologi komputer untuk melihat gambar rinci termasuk tulang, otot, lemak, dan organ dalam lainnya.

Apakah bayi dengan hidrosefalus bisa normal kembali?

Perawatan akan bergantung pada gejala, usia, kesehatan secara umum, dan tingkat keparahan gejala awal hidrosefalus pada bayi.

Tujuan perawatan dan pengobatan hidrosefalus adalah untuk mengurangi tekanan di dalam kepala bayi. Caranya adalah dengan mengalirkan cairan.

Apabila kondisinya ringan, si kecil mungkin perlu mengonsumsi obat serta prosedur untuk mengalirkan cairan tulang belakang otak (cerebral spinal fluid).

Sedangkan pada kasus gejala hidrosefalus yang cukup parah, kemungkinan bayi perlu melakukan operasi, seperti:

Ventriculoperitoneal shunt

Dokter akan menempatkan tabung dari ventrikel otak ke rongga peritoneum, ruang di dalam perut tempat lambung dan usus. Selain itu, bisa juga ke area jantung atau paru-paru.

Salah satu ujung pipa biasanya ditempatkan di dalah satu ventrikel otak. Setelah sampai ke dalam perut, cairan berlebih pun terserap.

Operasi endoscopic third ventriculostomy

Ini adalah operasi hidrosefalus lainnya yang bisa dilakukan pada anak. Sebuah lubang kecil dibuat pada bagian bawah ventrikel, sehingga cairan tulang belakang otak keluar. Setelah itu, cairan akan terserap ke dalam aliran darah.

Kondisi hidrosefalus bisa memengaruhi otak dan perkembangan bayi. Hal ini tergantung dari tingkat keparahan gejala serta melihat apakah ada masalah otak atau sistem organ lainnya.

Untuk itu, setelah melakukan perawatan dari gejala, anak perlu melakukan terapi fisik atau terapi okupasi. Dalam kasus ringan, bayi dengan kondisi hidrosefalus dapat berkembang secara normal.

Pesan dari SehatQ

Gejala awal hidrosefalus pada bayi bisa terdeteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan.

Untuk itu, pastikan Anda rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan menjaga kesehatan saat hamil sebagai cara mengurangi risiko hidrosefalus pada bayi.

Pastikan Anda juga mendapatkan vaksinasi lengkap yang dapat membantu mencegah berbagai penyakit terkait dengan hidrosefalus pada bayi.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai gejala awal dan perawatan hidrosefalus pada bayi , tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

tumbuh kembang bayimerawat bayihidrosefaluskepala bayibayi & menyusuiperkembangan bayi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved