Kenali Gejala Awal Hidrosefalus pada Bayi yang Bisa Dideteksi Sejak Kelahirannya

(0)
dokter memeriksa gejala awal hidrosefalus pada bayigejala awal hidrosefalus pada bayi yang bisa langsung terlihat adalah ubun-ubun yang menonjol dan tampak tegang
Hidrosefalus adalah penumpukan cairan di kepala yang memberi tekanan berlebih pada otak. Jika gejala awal hidrosefalus pada bayi tidak kunjung ditangani, kondisi ini bisa berakibat serius. Hidrosefalus bisa terjadi pada bayi baru lahir hingga anak-anak dengan usia lebih tua. Gejala awal hidrosefalus pada bayi sendiri bisa dideteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan hingga setelah lahir.Lantas seperti apa tanda-tanda awal jika bayi terkena penyakit hidrosefalus? Berikut ulasan selengkapnya.

Gejala awal hidrosefalus pada bayi 

Dikutip dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), hidrosefalus terdiri dari tiga jenis. Pertama congenital hydrocephalus, hidrosefalus yang sudah ada saat lahir. Kedua, acquired hydrocephalus, hidrosefalus yang berkembang setelah lahir. Ketiga adalah hidrosefalus tekanan normal, biasanya hanya berkembang pada orangtua. Dua jenis hidrosefalus pada bayi tersebut yakni congenital hydrocephalus dan acquired hydrocephalus memiliki gejala dan tanda yang cukup berbeda. 

1.Gejala awal hidrosefalus pada bayi baru lahir

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala awal hidrosefalus pada bayi baru lahir meliputi tanda berupa perubahan di kepala dan gejala perubahan fisik. Gejala yang meliputi perubahan di kepala seperti:
  • Kepala yang membesar di luar ukuran normal
  • Peningkatan ukuran kepala yang cepat
  • Ubun-ubun yang menonjol dan tegang di bagian atas kepala
Sedangkan tanda perubahan fisik meliputi:
  • Bayi sering muntah
  • Bayi sering mengantuk
  • Bayi cepat marah atau rewel
  • Kejang
  • Tidak mau menyusu
  • Mata tertuju ke bawah
  • Otot lemas dan tampak tidak memiliki kekuatan
  • Responsivitas menurun
  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi buruk
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran lingkar kepala bayi normal saat lahir sampai usia 2 tahun berkisar antara 35-49 cm.Sementara itu, ukuran rata-rata ubun-ubun besar pada saat lahir adalah 2,1 cm yang akan mengecil dengan bertambahnya usia.Namun, lingkar kepala bayi hidrosefalus akan lebih besar dari ukuran normal dan ubun-ubunnya tidak akan mengecil dengan bertambahnya usia. Bahkan, lingkar kepala bayi bisa meningkat dengan cepat.

2.Ciri-ciri hidrosefalus pada bayi dengan usia lebih tua

Ciri-ciri hidrosefalus di antara balita dan anak yang lebih tua, selain gejala fisik diliputi pula tanda perubahan perilaku dan kognitif. Adapun ciri-ciri fisik hidrosefalus pada bayi di usia yang lebih tua adalah:
  • Sering mengalami sakit kepala
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Mata tertuju ke bawah
  • Pembesaran kepala balita tidak normal
  • Kantuk dan lesu
  • Sering muntah
  • Memiliki keseimbangan yang tidak stabil
  • Koordinasi yang buruk
  • Nafsu makan yang menurun
  • Kejang
  • Inkontinensia urin
Sedangkan perubahan perilaku dan kognitif yang menjadi gejala awal hidrosefalus adalah:
  • Sifat cepat marah
  • Adanya perubahan kepribadian
  • Penurunan kinerja 
  • Penurunan keterampilan yang sebelumnya dimiliki seperti berjalan atau berbicara 
Bukan hanya pada bayi, gejala awal hidrosefalus juga bisa dikenali pada anak usia remaja bahkan hingga orang dewasa yang  telah berusia 60 tahun atau lebih. 

Diagnosis gejala awal hidrosefalus pada bayi

Rumah Sakit Anak Stanford, Amerika Serikat menyebutkan bahwa hidrosefalus dapat didiagnosis sebelum lahir dengan USG prenatal. Ultrasonografi digunakan untuk melihat fungsi organ dalam dan untuk menilai aliran darah melalui berbagai pembuluh.Dalam banyak kasus, hidrosefalus tidak berkembang hingga trimester ketiga kehamilan, oleh karena itu ultrasound yang dilakukan di awal kehamilan tidak bisa mendeteksi gejala hidrosefalus.Sementara hidrosefalus bawaan dapat dilihat saat bayi baru lahir dan setelah dilakukan uji diagnostik. Kepala bayi hidrosefalus akan tampak lebih besar dari biasanya.Selanjutnya dokter akan mengukur lingkar kepala bayi dan dibandingkan dengan grafik lingkar kepala normal dan abnormal yang disesuaikan dengan usia bayi.Adapun tes diagnostik yang dapat dilakukan untuk memastikan hidrosefalus pada bayi adalah meliputi USG, Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI) dan Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT-Scan). Segera hubungi dokter jika bayi mengalami gejala atau tanda hidrosefalus seperti berikut:
  • Bayi menangis dengan teriakan bernada tinggi
  • Ada masalah menyusu  atau makan
  • Muntah berulang tanpa alasan yang jelas
  • Keengganan untuk menggerakkan kepala atau berbaring
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang

Pesan dari SehatQ

Gejala awal hidrosefalus pada bayi bisa dideteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Untuk itu, pastikan Anda rutin memeriksakan kehamilan dan menjaga kesehatan saat hamil untuk mengurangi risiko bayi terkena Hidrosefalus.Pastikan Anda juga mendapatkan vaksinasi lengkap yang dapat membantu mencegah berbagai penyakit terkait dengan hidrosefalus pada bayi.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut soal cara mengukur lingkar kepala dan gejala hidrosefalus lainnya pada bayi, Anda bisa langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tumbuh kembang bayimerawat bayihidrosefalusbayi prematurkepala bayi
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/hydrocephalus.html Diakses pada 28 Desember 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrocephalus#prevention Diakses pada 28 Desember 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydrocephalus/symptoms-causes/syc-20373604 Diakses pada 28 Desember 2020Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hydrocephalus-90-P02367 Diakses pada 28 Desember 2020NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hydrocephalus/ Diakses pada 28 Desember 2020IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pengukuran-lingkar-kepala-dan-ubun-ubun-besar Diakses pada 28 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait