Gejala Awal Diabetes Ini Perlu Anda Waspadai

(0)
04 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala awal diabetes dapat ditandai dengan sering buang air kecilSering buang air kecil merupakan salah satu gejala awal diabetes
Berdasarkan data WHO di tahun 2014, terdapat 422 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Sementara, tahun 2016 diperkirakan ada 1,6 juta kematian yang disebabkan oleh diabetes. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, hingga amputasi tungkai bawah.Diabetes merupakan salah satu penyakit silent killer yang bisa membunuh penderitanya secara diam-diam. Hal ini terjadi karena gejala awal diabetes sering kali tak terlihat dan tidak disadari. Oleh sebab itu, banyak orang yang baru menyadari terkena diabetes saat komplikasi terjadi. Lantas, apa saja tanda awal diabetes yang dapat dikenali?

Gejala awal diabetes

Ketika terkena diabetes, tubuh dapat menunjukkan gejala-gejala yang mungkin tak Anda sadari. Adapun gejala awal diabetes yang harus Anda perhatikan, yaitu:

1. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil (poliuria) menjadi tanda bahwa kadar gula darah Anda cukup tinggi. Ketika ginjal tak dapat menyerap semua glukosa, organ ini mencoba membuang kelebihan gula tersebut ke dalam urine sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

2. Rasa haus yang ekstrem

Rasa haus yang ekstrem merupakan salah satu gejala awal diabetes. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah tinggi yang bisa menyebabkan rasa haus dan diperburuk oleh sering buang air kecil. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, dehidrasi dapat terjadi sehingga penderitanya akan merasa haus lebih dari biasanya.

3. Mudah merasa lapar

Rasa lapar yang intens atau polifagia juga menjadi tanda peringatan dini diabetes. Tubuh menggunakan glukosa dalam darah sebagai bahan bakar untuk memberi makan sel-sel tubuh. Ketika sistem ini rusak, sel tidak dapat menyerap glukosa. Akibatnya, tubuh pun terus-menerus mencari lebih banyak bahan bakar hingga menyebabkan rasa lapar yang seringBanyaknya glukosa tambahan yang keluar melalui urine juga dapat menurunkan berat badan Anda meski sudah makan banyak.

4. Melambatnya proses penyembuhan luka

Pada penderita diabetes, luka bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sembuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, mengganggu sirkulasi darah, hingga membatasi nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka diabetesTingginya kadar gula darah yang berkepanjangan juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya akan lebih sulit melawan infeksi. 

5. Sangat kelelahan 

Diabetes tipe-2 dapat memengaruhi tingkat energi penderitanya sehingga menyebabkan rasa lelah yang berlebihan. Kelelahan ini terjadi akibat kurangnya glukosa yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

6. Nyeri, kesemutan, atau mati rasa

Terganggunya sirkulasi darah dan rusaknya saraf tubuh akibat kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan Anda mengalami nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada tangan dan kaki. Kondisi ini dikenal dengan neuropati diabetik yang dapat memburuk seiring berjalannya waktu dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

7. Penglihatan kabur

Kelebihan gula dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil di mata hingga menyebabkan penglihatan kabur. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata untuk sementara waktu maupun berkepanjangan. Jika tak mendapat pengobatan, Anda berisiko mengalami retinopati diabetik yang bisa menyebabkan kebutaan.

8. Bercak kulit gelap

Perubahan warna gelap pada lipatan kulit yang disebut acanthosis nigricans merupakan salah satu gejala awal diabetes yang dapat diidentifikasi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada area ketiak, leher, dan selangkangan. Kulit juga bahkan bisa mengalami penebalan layaknya beludru.

9. Gatal dan infeksi jamur

Kelebihan gula dalam darah dan urine menjadi sumber makanan untuk jamur yang dapat memicu infeksi. Infeksi jamur umumnya terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, ketiak, dan area kemaluan. Daerah yang terinfeksi dapat terasa gatal, kemerahan, panas, atau nyeri.Mengenali gejala awal diabetes bisa membantu Anda mendapat perawatan dengan cepat dan mengurangi risiko komplikasi yang parah. Oleh sebab itu, apabila Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Anda juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin guna memantau kadar gula darah secara berkala.
diabetesretinopati diabetikneuropati diabetikdiabetes melitus tipe 2luka diabetes
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes#:~:text=Diabetes%20is%20a%20major%20cause,were%20directly%20caused%20by%20diabetes.
Diakses pada 24 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323185#early-signs-and-symptoms
Diakses pada 24 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/early-warning-signs-type-2-diabetes#dark-skin
Diakses pada 24 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait