Gejala Angin Duduk yang Perlu Anda Waspadai


Gejala angin duduk yang paling umum adalah rasa nyeri di dada disertai kesulitan bernapas. Simak selengkapnya di sini.

(0)
02 Dec 2019|Azelia Trifiana
Gejala angin duduk yang umum terjadi yaitu rasa nyeri di dadaGejala angin duduk yang paling umum adalah rasa nyeri di dada yang terjadi secara tiba-tiba
Sejak dulu, banyak kejadian orang meninggal dunia yang disebut-sebut karena “angin duduk”. Biasanya, gejala angin duduk berupa merasakan nyeri di dada dan berlangsung sangat cepat hingga penderitanya meninggal dunia.Penyebab angin duduk terjadi saat suplai darah dan oksigen untuk otot jantung terganggu. Dalam dunia medis, angin duduk disebut dengan angina pectoris atau nyeri dada. Beberapa orang yang mengalami angin duduk mendeskripsikannya sebagai rasa tertekan di dada dan nyeri tak tertahankan.Meskipun angin duduk umum terjadi, namun terkadang sulit membedakannya dengan nyeri dada lainnya. Namun satu yang pasti: penderita angin duduk harus segera mencari bantuan medis.

Gejala angin duduk

Gejala angin duduk adalah nyeri dada karena pasokan darah ke jantung yang terhambat. Hal ini bisa terjadi karena ada penyempitan pembuluh darah koroner atau dampak dari penyakit lainnya.Lebih jauh lagi, berikut ini beberapa gejala angin duduk yang perlu diketahui:
  • Rasa nyeri di dada (tertekan, terbakar, sesak napas, rasa seperti terikat)
  • Rasa nyeri di lengan, rahang, pundak, dan punggung
  • Mual
  • Lesu
  • Sulit bernapas
  • Keringat berlebih
  • Pusing
Beberapa gejala angin duduk tersebut harus segera diperiksakan ke dokter. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter akan menentukan apakah angin duduk yang diderita termasuk stabil (stable angina) atau tidak stabil (unstable angina). Serangan jantung pada stable angina terjadi akibat aktivitas tinggi yang membuat Anda terlalu lelah atau kedinginan. Angin duduk ini bisa juga disebabkan karena stress psikis. Biasanya nyeri dada tidak berubah terlalu banyak, tidak semakin memburuk, dan akan membaik dengan sendirinya setelah beristirahat.Sebaliknya, unstable angina bisa terjadi kapan saja, baik saat istirahat maupun saat beraktivitas. Nyeri bertambah hebat seiring berjalannya waktu. Kondisi ini lebih berbahaya dibandingkan dengan stable angina.Untuk itu, penting juga mengenali gejala angin duduk yang memerlukan penanganan medis darurat, yaitu:
  • Terjadi bahkan saat sedang beristirahat
  • Terjadi pola rasa nyeri dada yang berbeda dari biasanya
  • Terjadi mendadak dan tanpa diduga
  • Lebih parah dan terjadi lebih lama daripada stable angina (lebih dari 30 menit)
  • Tidak mereda meski sudah beristirahat atau minum obat
  • Bisa mengindikasi terjadinya serangan jantung
Tak kalah penting, gejala angin duduk pada perempuan bisa berbeda dari gejala angina biasa. Perbedaan ini yang terkadang membuat orang menganggap angin duduk sebagai nyeri dada biasa dan terlambat mencari pertolongan medis.Beberapa gejala angin duduk pada perempuan di antaranya:
  • Merasa mual
  • Napas pendek-pendek
  • Rasa nyeri di perut (abdominal pain)
  • Rasa tidak nyaman di leher, punggung, dan rahang
  • Rasa nyeri di dada seperti ditusuk-tusuk, bukan seperti ditekan

Angin duduk sebabkan kematian mendadak?

Benar bahwa angin duduk bisa menyebabkan kematian mendadak, terutama unstable angina. Ada 4 tipe angin duduk yang bisa terjadi, berikut penjelasan dan risiko kematian yang menyertainya:

1. Stable angina

Pertama adalah angin duduk yang terjadi karena aktivitas berlebih seperti naik tangga, mendaki gunung, berjalan jauh, dan semacamnya. Saat melakukan hal ini, tentu jantung memerlukan lebih banyak aliran darah. Meski demikian, otot belum tentu kuat untuk mengalirkan darah ketika pembuluh darah mengalami penyempitan.Selain aktivitas fisik, faktor lain seperti stres emosional, udara terlalu dingin, makan terlalu banyak, dan merokok juga bisa menyebabkan stable angina.

 2. Unstable angina

Inilah jenis angin duduk yang bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal ini terjadi apabila seseorang mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat deposit lemak berlebih. Konsekuensinya, aliran darah ke otot jantung bisa turun drastis bahkan berhenti.Lebih parah lagi, unstable angina belum tentu bisa mereda hanya dengan beristirahat atau minum obat biasa. Apabila aliran darah ke jantung tidak kunjung membaik, jantung akan kekurangan oksigen. Di situlah terjadinya serangan jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak.

 3. Prinszmetal’s angina

Jenis angin duduk ketiga yang lebih jarang ini terjadi karena ada kelainan saraf pada pembuluh darah arteri koroner. Alhasil, aliran darah ke jantung terhambat dan menyebabkan nyeri dada. Pemicunya bisa karena kebiasaan merokok, stres emosional, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

4. Microvascular angina

Jenis angin duduk berikutnya terjadi ketika seseorang merasa nyeri dada namun tidak ada penyumbatan pembuluh darah. Justru angin duduk ini terjadi karena arteri koroner yang paling kecil tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga jantung tidak mendapatkan asupan darah yang diperlukan.Biasanya, angin duduk ini berlangsung selama lebih dari 10 menit. Microvascular angina lebih umum terjadi pada perempuan.

Apa yang harus dilakukan jika terkena angin duduk?

Salah satu cara paling minim risiko untuk mengobati angin duduk adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup.Sederet perubahan gaya hidup yang mungkin disarankan oleh dokter meliputi:
  • Rutin berolahraga. Lakukan setidaknya 30 menit latihan fisik dalam sehari.
  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, seperti sayur dan buah. Cara ini dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah yang menghambat aliran darah ke dan dari jantung.
  • Berhenti merokok. Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Mengelola stres, misalnya dengan rutin melakukan meditasi ataupun yoga.
  • Menjauhi atau membatasi pemicu angina, seperti stres, aktivitas fisik yang berat, ataupun makan terlalu banyak dalam satu waktu.
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala atau sesuai anjuran dokter. Dengan ini, kondisi Anda selalu terpantau dengan baik.
Bila perubahan gaya hidup saja tidak cukup sebagai cara mengobati angin duduk, pemakaian obat-obatan bisa menjadi alternatif lain yang diberikan oleh dokter. Obat untuk mengatasi angin duduk adalah nitrat, aspirin, obat pencegah penggumpalan darah, beta blockers, statin, calcium channel blocerks, dan obat penurun tekanan darah. Dengan melakukan cara mengobati angin duduk secara saksama, kondisi ini bisa disembuhkan dan tak berakhir pada serangan jantung. Apabila angin duduk terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok atau saat merasa stres berat, cari cara untuk mengatasinya. Ketika terjadi, angin duduk adalah sinyal peringatan kuat dari tubuh untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat.Apabila angin duduk yang dirasakan lebih parah dari biasanya, jangan tunda sedetik pun untuk mencari bantuan medis.
serangan jantungnyeri dadaangin duduk
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/angina-chest-pain/unstable-angina
Diakses 28 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/angina/symptoms-causes/syc-20369373
Diakses 28 November 2019
Live Science. https://www.livescience.com/5935-angina.html
Diakses 28 November 2019
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/heart-disease-angina#1
Diakses 28 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/stable-angina
Diakses pada 4 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait