Mencermati Gejala Alzheimer, Penyakit yang Renggut Kenangan Penderitanya

(0)
09 Jun 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala alzheimer yang dialami akan sangat beragam, terutama gangguan daya ingat dan berpikirGejala alzheimer yang dialami akan sangat beragam, terutama gangguan daya ingat dan berpikir
Salah satu penyakit yang menghantui orang usia lanjut adalah Alzheimer. Penyakit yang menjadi bentuk demensia ini dapat menggerogoti dan mendegenerasi sel otak penderitanya, di mana sel tersebut kemudian menjadi mati. Karena sel otak menjadi mati, gejala Alzheimer pun dapat berupa masalah-masalah kognitif seperti gangguan daya ingat, sulit berpikir dan bernalar, hingga sulit membuat keputusan.Alzheimer pun dapat menimbulkan masalah psikologis, seperti depresi, gangguan mood, hingga delusi. Orang dengan Alzheimer kemudian akan sulit menjalankan aktivitas mendasar, termasuk mandi dan berpakaian.

Gejala Alzheimer yang bisa renggut memori penderitanya

Menjadi penyakit yang mengaburkan kenangan, memori, dan kebahagiaan, berikut ini gejala Alzheimer yang patut dicermati:

1. Gangguan daya ingat

Memang menjadi hal yang normal jika seseorang lupa akan hal-hal kecil, seperti nama kenalan yang baru ditemui. Namun, gangguan memori pada penderita Alzheimer akan terus-menerus terjadi dan bisa memburuk. Hal ini cenderung dapat mengganggu aktivitas mereka di rumah dan pekerjaan.Berkaitan dengan gangguan daya ingat, penderita Alzheimer akan menunjukkan tanda-tanda berikut ini:
  • Menyampaikan pernyataan dan pertanyaan secara berulang-ulang
  • Melupakan percakapan, janji pertemuan atau acara, bahkan kemudian tetap tak mengingatnya
  • Sering menempatkan barang bukan pada tempatnya
  • Tersesat di tempat yang sebenarnya sudah sering ia kunjungi sebelumnya
  • Seiring berjalannya waktu, ia mulai melupakan nama anggota keluarga dan benda yang ia gunakan sehari-hari
  • Kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk nama-nama benda, sulit mengekspresikan pendapat sendiri, dan sulit mengambil bagian dalam percakapan

2. Gangguan berpikir dan bernalar

Gejala Alzheimer yang umum lainnya yakni kesulitan berkonsentrasi dan berpikir, khususnya yang berkaitan dengan konsep abstrak seperti angka-angka. Hal ini akan memengaruhi kemampuan penderitanya untuk menjalankan fungsi finansial, termasuk mengatur keuangan dan membayar tagihan tepat waktu.
Penderita alzheimer kebingungan
Penderita alzheimer akan mengalami kesulitan dalam berpikir

3. Sulit merencanakan dan menjalani tugas sehari-hari

Penderita Alzheimer akan mulai menunjukkan kesulitan dalam melakukan aktivitas yang sekuensial, seperti memasak. Pada kasus di mana Alzheimer kian parah, penderitanya akan lupa untuk menjalankan tugas yang sangat mendasar, seperti berpakaian dan mandi.

4. Sulit membuat keputusan

Alzheimer juga menyebabkan penderitanya sulit menghasilkan keputusan yang tepat. Contoh kecilnya yakni saat memilih pakaian, di mana mereka akan mengenakan pakaian yang kurang sesuai untuk di interaksi sosial.

5. Perubahan kepribadian dan perilaku

Alzheimer dapat memengaruhi sel-sel yang ada di otak. Akibatnya, penderita penyakit Alzheimer pun mengalami perubahan dalam kepribadian dan perilaku mereka. Gejala Alzheimer tersebut, termasuk:
  • Depresi
  • Apatis atau kurangnya motivasi dan antusiasme
  • Menarik diri dari interaksi sosial
  • Perubahan mood
  • Munculnya rasa tak percaya pada orang lain
  • Lekas marah dan menjadi agresif
  • Perubahan siklus tidur
  • Hilangnya ‘filter’ saat berinteraksi, seperti mengatakan hal-hal yang tak pantas dan berperilaku kasar
  • Mengalami delusi, atau percaya pada hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi

Bagaimana dokter mengobati Alzheimer?

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan Alzheimer. Namun, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk memperlambat gejala Alzheimer. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk atasi masalah psikologis, seperti antidepresan.

1. Penghambat kolinesterase

Obat-obat penghambat kolinesterase atau cholinesterase inhibitors bekerja dengan meningkatkan komunikasi antarsel di otak, dengan menahan senyawa kimia penting yang terganggu oleh Alzheimer. Obat ini juga diyakini meredakan gejala neuropsikiatri, seperti rasa gelisah dan depresi.Ada beberapa contoh penghambat kolinesterase yang bisa diresepkan, misalnya:

2. Memantine

Memantine bekerja pada jaringan komunikasi sel otak lain, serta membantu memperlambat gejala Alzheimer tingkat sedang hingga berat. Pada beberapa kasus, dokter akan meresepkan memantine yang dikombinasikan dengan obat-obatan penghambat kolinesterase.

3. Antidepresan, anticemas, dan antipsikotik

Gejala Alzheimer juga dapat berupa gangguan psikologis, seperti depresi, halusinasi, perasaan jengkel dan gelisah (agitasi), hingga sifat agresif. Untuk itu, dokter terkadang akan meresepkan obat golongan antidepresan, anticemas, dan antipsikotik - demi meredakan gejala tersebut.

Catatan dari SehatQ

Gejala Alzheimer dapat terjadi karena sel-sel otak yang rusak dan kemudian menjadi mati. Obat-obatan dari dokter belum mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun, obat-obatan di atas bisa membantu meredakan gejala dan memperlambat keparahan Alzheimer.
gangguan lansiaalzheimerdemensia
Alzheimer Society UK. https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/symptoms-and-diagnosis/symptons/losing-inhibitions
Diakses pada 27 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/alzheimers-disease
Diakses pada 27 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease
Diakses pada 27 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait