Gegar Otak Ringan, Bagaimana Gejala dan Penanganannya?

21 Mei 2019 | Oleh Giovanni Jessica
Gegar otak ringan merupakan cedera kepala ringan yang dapat disebabkan karena terjatuh
Gegar otak ringan merupakan salah satu cedera kepala ringan

Sebagian besar kasus cedera kepala yang terjadi umumnya merupakan gegar otak ringan. Gegar otak ringan merupakan cedera kepala ringan yang dapat disebabkan karena terjatuh, kecelakaan lalu lintas, dan kecelakaan dalam olahraga, yang menyebabkan otak bergerak secara cepat ke belakang dan depan akibat efek pantulan pada tulang tengkorak. Hal ini menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel otak. 

Gejala Gegar Otak Ringan

Pada anak-anak dan remaja, penyebab gegar otak ringan yang paling sering dijumpai adalah kecelakaan olahraga. Ketika anak mengalami benturan kepala saat berolahraga atau bermain, orangtua harus memerhatikan adanya gejala gegar otak ringan atau tidak. Gejala gegar otak ringan yang dapat dialami oleh anak, antara lain: tampak kebingungan, lupa pada instruksi, posisi, bingung saat menjalankan pertandingan, gerakan menjadi canggung, kehilangan kesadaran sesaat, serta terjadi perubahan perilaku dan kepribadian.

Ajari anak Anda untuk melaporkan adanya sakit kepala atau tekanan pada kepala, mual, muntah, gangguan keseimbangan, pandangan kabur, kehilangan ingatan, dan merasa tidak enak badan. Jika mereka sedang bertanding, anjurkan mereka untuk berhenti sebentar saat mengalami cedera ini dan kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.

Anak Anda dapat kembali bertanding setelah mendapatkan izin dari dokter. Walaupun gejala yang dialami ringan, jangan menentukan sendiri tingkat keparahan gegar otak yang dialami oleh anak Anda. Gejala gegar otak dapat terjadi beberapa waktu setelah kejadian.

Menghindari Risiko Gegar Otak Ringan pada Anak

Untuk mengurangi risiko anak mengalami gegar otak ringan, Anda dapat bekerja sama dengan pelatih olahraga di sekolah untuk mengingatkan bahaya benturan kepala dan pentingnya menggunakan alat pelindung pada olahraga yang membutuhkan kontak.

Selain itu, Anda dapat mengingatkan pentingnya melaporkan kejadian benturan kepala dan memberikan waktu yang cukup untuk penyembuhan. Dari sisi anak, pastikan mereka mematuhi peraturan yang diberikan oleh pelatih olahraga dan menjunjung tinggi sportivitas saat bertanding.

Jika anak Anda melakukan olahraga yang rentan terjadi benturan kepala atau banyak terdapat kontak fisik, pastikan ia menggunakan helm pelindung (jika diperbolehkan) untuk mencegah terjadinya trauma kepala berat. Dengan menggunakan helm, setidaknya anak Anda dapat terlindungi dari benturan-benturan yang dapat berakibat buruk pada kepala mereka.

Penanganan Gegar Otak Ringan

Bila anak Anda dipastikan mengalami gegar otak ringan, beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk membantu pemulihan gejala gegar otak yang dialami:

  • Perbanyak istirahat dan hindari stres.
  • Pastikan terdapat pendamping dalam minimal 48 jam untuk mengawasi terjadinya perubahan perilaku atau konsentrasi.
  • Jika sakit kepala yang dialami tidak tertahankan, anak Anda dapat mengonsumsi paracetamol, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hindari konsumsi aspirin atau obat anti-inflamasi, seperti ibuprofen, karena dapat menyebabkan perdarahan.
  • Mulailah beraktivitas secara perlahan-lahan, selama tidak menimbulkan gejala.
  • Hindari berolahraga atau latihan fisik berat paling sedikit satu minggu dan olahraga kontak paling sedikit 3 minggu. Kembali melakukan olahraga ketika masih memiliki gejala gegar otak ringan dapat berbahaya, karena risiko terjadinya gegar otak saat proses penyembuhan otak dapat menimbulkan dampak yang serius dan fatal, seperti kondisi otak yang dinamakan ensefalopati traumatik kronis.

Dalam keadaan tertentu, seorang anak yang mengalami gegar otak ringan dapat mengalami sindrom post-concussion. Sindrom ini dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah gegar otak. Gejala-gejala yang dapat dialami, yaitu sakit kepala, pusing, gangguan daya ingat dan konsentrasi, perubahan perilaku, gelisah, hingga depresi. Jika gejala gegar otak ringan masih dialami dalam jangka waktu 3 bulan, datanglah ke dokter untuk mendapat evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Referensi

CDC. http://www.cdc.gov/headsup/youthsports/parents.html?s_cid=headsup_web015
Diakses pada April 2019

CDC. https://www.cdc.gov/traumaticbraininjury/index.html
Diakses pada April 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/concussion/
Diakses pada April 2019

Headway. https://www.headway.org.uk/about-brain-injury/individuals/types-of-brain-injury/minor-head-injury-and-concussion/
Diakses pada April 2019

Back to Top