Gegar otak bisa terjadi pada usia berapa pun, baik pada anak perempuan dan laki-laki
Waspadai gejala gegar otak pada bayi karena ia masih terlalu kecil untuk dapat mengungkapkan bagian mana yang terasa sakit.

Anda mungkin berpikir bahwa gegar otak hanyalah sesuatu yang dapat terjadi di lapangan sepak bola atau pada anak-anak yang sudah lebih besar. Gegar otak sebenarnya bisa terjadi pada usia berapa pun, baik pada anak perempuan maupun laki-laki.

Gegar otak pada anak yang masih kecil bisa sangat berbahaya karena mungkin ia belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. 

Sangat penting bagi Anda sebagai orangtua untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala gegar otak, bagaimana mencegah gegar otak terjadi, mengetahui kapan saat yang tepat untuk membawa anak Anda ke dokter, dan bagaimana pengobatan gegar otak sebaiknya dilakukan.

Apa itu Gegar Otak?

Gegar otak adalah cedera pada otak yang menyebabkan otak berhenti berfungsi secara normal untuk sementara atau permanen.

Cedera otak pada anak biasanya disebabkan oleh beberapa jenis trauma pada kepala, seperti jatuh di kepala atau mengalami kecelakaan mobil. 

Kadang-kadang gejala gegar otak tidak langsung muncul setelah cedera. Tanda-tanda dan gejala dapat muncul beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah cedera terjadi.

Tanda-tanda gegar otak pada umumnya sama untuk usia berapa pun. Tetapi untuk bayi, balita, dan anak yang lebih besar, Anda mungkin harus lebih peka ketika mencoba untuk menentukan apakah mereka mengalami gegar otak atau tidak.

Gejala Gegar Otak pada Bayi

  • Menangis ketika Anda memindahkan kepala bayi
  • Menjadi cepat marah atau rewel
  • Gangguan pada kebiasaan tidur bayi, baik tidur lebih banyak atau lebih sedikit
  • Muntah
  • Benjolan atau memar di bagian kepala

Gejala Gegar Otak pada Balita

Seorang balita mungkin sudah dapat mengungkapkan apa yang dirasakan ketika kepalanya terasa sakit. Gejala gegar otak pada balita meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Perubahan perilaku
  • Perubahan pola tidur
  • Menangis berlebihan
  • Kehilangan minat dalam bermain atau melakukan kegiatan favoritnya

Gejala Gegar Otak pada Anak di Atas 2 Tahun

Anak-anak yang berusia lebih dari 2 tahun dapat menunjukkan lebih banyak perubahan perilaku, seperti:

  • Pusing dan mengalami masalah keseimbangan
  • Penglihatan ganda atau buram
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Sensitif terhadap suara bising
  • Terlihat seperti sedang melamun
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kesulitan mengingat atau masalah  memori
  • Bingung atau pelupa tentang kejadian baru-baru ini
  • Lambat untuk menjawab pertanyaan
  • Perubahan suasana hati - mudah tersinggung, sedih, emosional, gugup
  • Mudah mengantuk
  • Perubahan pola tidur

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Apa yang terjadi jika Anda melihat anak Anda jatuh dan mengenai bagian kepala mereka atau terluka? Bagaimana Anda bisa tahu kapan Anda perlu membawa mereka ke dokter?

Hal terpenting yang dapat Anda lakukan adalah memperhatikan anak Anda dengan sangat hati-hati. Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apakah anak saya bertingkah secara normal?
  • Apakah ia terlihat lebih mengantuk daripada biasanya?
  • Apakah perilakunya berubah?

Jika anak Anda terjaga, aktif, dan nampaknya tidak bertindak berbeda setelah benjolan ringan di kepala, anak Anda kemungkinan besar baik-baik saja.

Anda mungkin tidak harus buru-buru ke UGD untuk memeriksakan benjolan kecil di kepala tanpa adanya gejala apapun. Namun, jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda gegar otak, terutama jika mereka muntah, telah kehilangan kesadaran selama lebih dari satu atau dua menit, sulit untuk bangun, atau mengalami kejang, Anda perlu mendapatkan perhatian medis dengan benar karena mungkin terjadi gegar otak pada anak.

Meskipun tidak ada tes yang dapat secara resmi mendiagnosis gegar otak, CT scan atau MRI kadang-kadang dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran otak jika dokter mencurigai adanya perdarahan.

Pengobatan Gegar Otak pada Anak

Satu-satunya pengobatan egar otak pada anak adalah istirahat. Otak membutuhkan banyak istirahat untuk menyembuhkan kondisi ini, dan pemulihan penuh bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan setahun, tergantung pada seberapa buruk cedera tersebut terjadi.

Hal terpenting yang perlu Anda ketahui tentang penyembuhan gegar otak adalah otak sebenarnya membutuhkan istirahat dari aktivitas mental dan fisik.

Jangan biarkan anak Anda menggunakan layar apa pun karena itu benar-benar akan membuat otak lelah. Hal ini berarti tidak ada TV, tablet, musik, atau ponsel.

Tidur sebenarnya sangat membantu untuk menyembuhkan karena mendorong waktu tenang. Tidur siang dan tidur lebih awal memberikan otak sebanyak mungkin waktu untuk pemulihan.

Ini juga sangat penting untuk mencegah gegar otak atau cedera kepala karena gegar otak pada anak yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda regresi, seperti grogi, kebingungan, atau perubahan suasana hati yang ekstrem, Anda harus segera bertemu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/concussion
Diakses pada Maret 2019

Brainline. https://www.brainline.org/article/concussion-symptoms-children-babies
Diakses pada Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed