Dua Gaya Hidup yang Cocok Bagi Orang dengan Fibrilasi Atrium


Mereka dengan fibrilasi atrium berarti memiliki detak jantung yang kerap tidak beraturan serta cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, serta komplikasi lain berkaitan dengan jantung. Namun, kondisi ini bisa dikendalikan lewat berolahraga dan mengurangi konsumsi alkohol.

0,0
17 Sep 2021|Azelia Trifiana
Detak jantung yang tidak beraturanDetak jantung yang tidak beraturan
Mereka dengan fibrilasi atrium berarti memiliki detak jantung yang kerap tidak beraturan serta cepat. Tentu saja, ini dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, serta komplikasi lain berkaitan dengan jantung.Namun, ada penelitian terbaru bahwa kondisi detak jantung cepat ini bisa membaik lewat dua pilihan gaya hidup. Utamanya, lebih aktif berolahraga dan mengurangi konsumsi alkohol.

Mengenal fibrilasi atrium

Kondisi yang disebut juga dengan atrial fibrillation ini ditandai dengan detak jantung cepat dan tidak beraturan, seperti tidak terkoordinasi antara serambi dan bilik jantung.Detak jantung cepat pada kondisi fibrilasi atrium antara 100-175 detak per menit. Padahal normalnya, detak jantung per menitnya berkisar antara 60-100.Gejalanya yang paling terlihat adalah jantung berdebar serta napas pendek dan lemah.Fibrilasi atrium termasuk kondisi medis serius yang memerlukan penanganan medis darurat.Kambuhnya fibrilasi atrium bisa terjadi tanpa diduga. Kekhawatiran paling utama adalah kemungkinan terjadinya penggumpalan darah pada atrium atau serambi jantung.Ketika ada penggumpalan darah di jantung, maka bisa menyebabkan aliran darah tersumbat.

Apa saja faktor risikonya?

Ada beberapa faktor yang meningkatkan faktor risiko seseorang mengalami fibrilasi atrium, yaitu:
  • Makin tua usia, makin rentan menderita fibrilasi atrium
  • Penderita penyakit jantung
  • Obesitas
  • Riwayat dalam keluarga
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Mengidap kondisi kronis seperti masalah tiroid, sleep apnea, sindrom metabolik, atau penyakit ginjal kronis
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan seseorang yang menderita fibrilasi atrium tidak mengalami masalah apapun pada jantungnya. Kondisi ini secara medis disebut lone atrial fibrillation. Penyebabnya tidak jelas, dan risiko komplikasi serius cukup langka.

Gaya hidup bagi yang memiliki fibrilasi atrium

Demi mengurangi kemungkinan kambuhnya fibrilasi atrium, ada dua penelitian baru yang membawa angin segar. Sebab, di dalamnya ditemukan bahwa ada dua jenis perubahan gaya hidup yang cocok pagi pemilik fibrilasi atrium.Apa saja keduanya?

1. Konsumsi alkohol

Studi terbaru pada tahun 2021 ini menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun, ahli medis menemukan pola yang sama. Yaitu, masalah pada detak jantung cepat meningkat setelah seseorang mengonsumsi alkohol berlebihan.Bahkan, tim peneliti menemukan bahwa meningkatnya kemungkinan kambuh ini bisa terjadi hanya dengan satu kali minum. Ini adalah bukti objektif bahwa alkohol berdampak secara langsung terhadap detak jantung.Dari situ, tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Gregory Marcus, MAS ini menggunakan teknologi elektrokardiogram untuk merekam durasi dan waktu terjadinya fibrilasi atrium.Pada 100 orang dewasa yang mengonsumsi alkohol satu kali dalam sebulan, risikonya meningkat. Lebih detail lagi, bisa terjadi empat jam setelah minum alkohol.Informasi ini sangat krusial sehingga orang dengan masalah pada jantungnya bisa sebisa mungkin menghindari konsumsi alkohol. Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah satu gelas alkohol saja bisa menyebabkan fibrilasi atrium? Tentu saja.

2. Olahraga

Studi pada Agustus 2021 ini juga memberi pencerahan terkait gaya hidup yang sebaiknya dilakukan orang dengan fibrilasi atrium. Penelitian ini mengonfirmasi keyakinan sejak dahulu bahwa berolahraga dapat menurunkan risiko detak jantung cepat dan tidak beraturan.Dalam studi ini, 120 orang dengan fibrilasi atrium dilibatkan dalam program olahraga selama enam bulan. Pilihannya bisa dengan berjalan kaki, berenang, dan bersepeda dalam ruangan. Setiap minggunya, durasi olahraga adalah sekitar 3,5 jam.Hasilnya, kemungkinan fibrilasi atrium kambuh kembali pada mereka yang berolahraga adalah 60%. Sementara bagi yang tidak aktif bergerak, risikonya lebih tinggi yaitu 80%.Informasi ini bisa menghapus ketakutan bahwa olahraga dapat menyebabkan masalah pada detak jantung. Justru sebaliknya, berolahraga adalah hal yang sangat positif bagi mereka dengan fibrilasi atrium.

Catatan dari SehatQ

Adanya dua pilihan gaya hidup di atas memberikan keleluasaan lebih lagi bagi orang dengan fibrilasi atrium. Terlebih, selama ini ada ketakutan bahwa berolahraga atau aktif bergerak bisa menyebabkan detak jantung cepat kembali kambuh.Jadi, tak perlu khawatir lagi untuk aktif bergerak sesuai dengan kondisi masing-masing. Bukan target harian yang dikejar, melainkan bagaimana konsistensi dalam menjalankannya.Berolahraga dan tidak minum alkohol. Dua penyesuaian dalam gaya hidup ini bisa jadi titik terang bagi orang dengan fibrilasi atrium.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara konsisten melakukan dua hal di atas, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitmenjaga kesehatanpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/if-you-have-afib-experts-recommend-you-exercise-more-and-drink-alcohol-less
Diakses pada 3 September 2021
Annals of Internal Medicine. https://www.acpjournals.org/doi/10.7326/M21-0228
Diakses pada 3 September 2021
Escardio. https://www.escardio.org/The-ESC/Press-Office/Press-releases/Exercise-maintains-normal-heart-rhythm-in-patients-with-atrial-fibrillation
Diakses pada 3 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atrial-fibrillation/symptoms-causes/syc-20350624
Diakses pada 3 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait