Gatal Setelah Melahirkan Bikin Kesal? Ternyata Ini Penyebabnya

Gatal setelah melahirkan bisa terjadi di area perut, lengan, kaki, hingga punggung
Perut gatal setelah melahirkan biasanya terjadi karena perubahan hormon dan stres menghadapi perubahan sebagai ibu baru

Fase menjadi seorang ibu setelah mengandung selama sekitar 9 bulan tentu bukan hal yang mudah. Ada begitu banyak perubahan yang dirasakan seorang ibu, mulai dari kondisi fisik, hormon, hingga mental. Salah satu yang bisa membuat kurang nyaman adalah rasa gatal setelah melahirkan.

Gatal atau biduran setelah melahirkan ini mungkin kerap dianggap angin lalu oleh para ibu baru. Bagaimana tidak, fokus mereka pasti tersita untuk bayi mungil yang sangat membutuhkan perhatian penuh.

Mengapa gatal setelah melahirkan terjadi?

Rupanya, gatal setelah melahirkan sangat erat kaitannya dengan perubahan hormon di tubuh wanita setelah melahirkan. Hal ini memicu dilepaskannya protein bernama histamin ke aliran darah. 

Histamin adalah zat kimia yang memang dihasilkan oleh sel-sel tubuh ketika ada reaksi alergi atau infeksi. Pada dasarnya, histamin ini bekerja dengan cara melawan bakteri yang dianggap mengancam.

Itulah sebabnya tubuh bisa bereaksi secara negatif, mulai dari kulit kemerahan, bengkak, hingga gatal setelah melahirkan. Setidaknya 20% wanita akan mengalami biduran setelah melahirkan. Rasa gatal ini bisa muncul di lengan, punggung, hingga kaki. 

Penyebab lain terjadinya gatal setelah melahirkan bisa jadi akibat stres, obat tertentu, kulit terpapar temperatur ekstrem, hingga faktor alergen dari makanan yang dikonsumsi.

Selain itu, gejala munculnya biduran setelah melahirkan ini di antaranya:

Terkadang, rasa gatal ini bisa terasa sejak trimester ketiga. Contohnya adalah kasus seorang wanita berusia 26 tahun yang mengeluhkan gatal setelah lima hari melahirkan. Area yang mengalami gatal adalah bagian perut hingga paha.

Hal ini dirasakannya sebenarnya sejak pekan terakhir kehamilan namun kala itu tidak ada tanda-tanda seperti kulit kemerahan atau peradangan. 

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa selain hormon, hal lain yang juga memicu terjadinya gatal setelah melahirkan adalah perubahan kondisi fisiologis kulit.

Bayangkan saja seberapa elastisnya bagian kulit di tubuh wanita terutama perut dan paha ketika mengandung. Pada banyak orang, kulit mereka memang bisa kembali seperti semula dan mungkin hanya menyisakan stretchmark

Namun pada sebagian orang lainnya, perubahan drastis kondisi fisiologis kulit ini dapat memicu gatal setelah melahirkan.

Gatal setelah melahirkan tidak berbahaya

Terlepas dari betapa tidak nyamannya mengalami gatal setelah melahirkan, hal ini tidaklah berbahaya. Biasanya, gatal atau biduran setelah melahirkan ini dapat sembuh setelah 4-6 minggu.

Pada kasus yang benar-benar parah, memang bisa saja terjadi reaksi alergi anafilaksis yang berpengaruh terhadap seluruh tubuh hingga menghambat pernapasan. Namun hal ini sangat langka.

Sebagian besar kasus gatal setelah melahirkan terjadi di area kulit tertentu saja. 

Mengatasi gatal setelah melahirkan

Tentu perlu support system yang betul-betul solid di sekitar seorang ibu yang baru saja melahirkan. Selain semua perubahan drastis pada tubuh dan tanggung jawabnya yang bertambah, dukungan sekitar juga tak kalah penting.

Meski kasat mata, jangan pernah sepelekan betapa rentannya kondisi mental ibu yang baru melahirkan. Sebisa mungkin, buat mereka merasa nyaman, termasuk apabila mereka merasakan gatal setelah melahirkan.

Beberapa cara mengatasi gatal setelah melahirkan di antaranya:

1. Istirahat cukup

Bukan mustahil bagi seorang ibu baru untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Ambil giliran dengan orang terdekat untuk bersama-sama menjaga si bayi. Artinya, tugas ibu bukan untuk siaga 24 jam tanpa istirahat.

Jika bayi masih mengonsumsi ASI pun, bisa diakali dengan memberikan ASI perah agar sang ibu bisa beristirahat dengan optimal. Istirahat dapat mengurangi stres dan kelelahan fisik seorang ibu. 

2. Kompres dingin

Coba beri kompres dingin pada area yang mengalami gatal setelah melahirkan. Cara ini bisa mendistraksi keinginan untuk menggaruk bagian yang gatal.

3. Beri salep

Jika sudah berkonsultasi pada dokter, biasanya mereka akan meresepkan pengobatan berupa krim atau salep yang bisa meredakan rasa gatal pada kulit. Hal ini bisa meredakan iritasi pada area kulit tersebut.

4. Obat antihistamin

Selain obat oles, obat minum antihistamin dan antiradang juga bisa mengurangi rasa gatal pada area kulit tertentu. Tapi ingat, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter apa jenis obat yang aman untuk Anda konsumsi terutama jika masih menysui.

5. Banyak minum cairan

Meskipun ada bayi kecil yang betul-betul membutuhkan perhatian Anda, jangan lupakan perhatian pada diri sendiri. Sesibuk apapun, jangan lupa memastikan tubuh untuk minum banyak cairan, terutama jika Anda ibu menyusui.

Menjadi ibu baru sangat rentan dengan kondisi stres. Jangan ragu meminta bantuan pada orang sekitar untuk bersama-sama mengurus bayi kecil. It took a village to raise a child rasanya bukan sekadar ungkapan omong kosong, bukan?

Berdamailah dengan rasa stres, perhatikan tubuh Anda, dan jangan forsir tenaga ketika mengemban tugas baru ini. Rasa gatal setelah melahirkan memang sedikit banyak terjadi akibat perubahan hormon. Tapi mungkin saja, ini menjadi alarm bagi tubuh Anda untuk menarik napas, menenangkan diri, dan tidak lupa menyayangi diri sendiri.

Catatan dari SehatQ

  • Biduran atau gatal setelah melahirkan yang muncul di lengan, punggung, perut, paha, hingga kaki kemungkinan disebabkan oleh perubahan hormon, stres, penggunaan obat tertentu, suhu atau temperatur cuaca yang ekstrem, hingga alergi makanan.
  • Gejala biduran setelah melahirkan adalah rasa gatal, kulit kering, sensasi terbakar pada kulit, perubahan warna kulit menjadi sangat pucat, hingga terjadi penebalan kulit.
  • Cara mengatasi kulit gatal setelah melahirkan adalah dengan istirahat cukup, kompres dingin, penggunaan salep dan obat antihistamin dari dokter, serta banyak minum cairan.

First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/postpartum-hives-reasons-signs-treatment/
Diakses 12 September 2019

Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/postpartum-hives_00356486/#postpartum-hives-treatment
Diakses 12 September 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4212670/
Diakses 12 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed