Gatal-Gatal Usai Minum Kopi? Alergi Kafein Bisa Jadi Penyebabnya

Alergi kafein muncul ketika Anda mengonsumsi sedikit saja minuman atau makanan berkafein, salah satunya kopi
Kopi termasuk salah satu pemicu alergi kafein yang paling sering

Kopi dianggap sebagai minuman penyemangat, khususnya untuk mengawali hari. Pasalnya, minuman ini membuat penggunanya melek dan lebih bisa berkonsentrasi.

Sayangnya, untuk sebagian orang, kopi justru bisa memicu gatal-gatal hingga bengkak pada tenggorokan. Orang awam mungkin mengenalnya dengan sebutan alergi kopi. Tapi dalam dunia medis, kondisi ini disebut alergi kafein.

Selama diminum secara moderat, kafein tidaklah berbahaya. Kebanyakan orang dapat mengonsumsi kafein hingga 400 miligram per hari. Namun untuk orang yang sensitif, minum kopi sedikit saja bisa memicu gejala yang tak mengenakkan.  

Seperti apa gejala alergi kafein?

gatal karena alergi kafein
Gatal-gatal termasuk salah satu gejala alergi kafein yang bisa muncul

Alergi kafein terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menganggap kafein sebagai zat berbahaya. Tubuh pun akan melepas antibodi ke aliran darah, yang bertugas melawan serangan kafein. Inilah yang pada akhirnya memicu reaksi peradangan pada tubuh. 

Gejala alergi kopi dapat muncul segera atau berjam-jam setelah Anda mengonsumsi zat ini. 

Gejala alergi kafein yang umum

Secara umum, keluhan yang timbul bisa berupa: 

Gejala anafilaksis

Meski jarang terjadi, alergi kafein dapat pula menyebabkan anafilaksis atau reaksi alergi berat yang mengancam jiwa. Gejala-gejala anafilaksis bisa meliputi:

  • Bengkak yang parah pada mata, bibir, wajah, dan lidah
  • Sulit bernapas dan berbicara
  • Mengi, yakni ada bunyi ‘ngik’ di tiap tarikan napas
  • Batuk-batuk
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Lemas
  • Penurunan kesadaran

Anafilaksis termasuk kondisi gawat darurat yang harus segera mendapatkan penanganan medis agar tidak berujung fatal.

Alergi kafein berbeda dengan sensitivitas kafein

sakit kepala karena sensitif terhadap kafein
Sakit kepala setelah minum kopi bisa menjadi gejala Anda sensitif terhadap kafein

Perlu diingat bahwa alergi kafein dan sensitivitas kafein adalah dua hal yang berbeda. Seperti yang telah dijelaskan di atas, alergi kopi disebabkan oleh kesalahan sistem kekebalan tubuh. Sementara sensitivitas kafein dipicu oleh faktor genetik atau ketidakmampuan hati untuk menyerap kafein.

Ketika seseorang mengalami sensitivitas kafein, menyeruput kopi sedikit saja dapat membuat adrenalinnya terpacu kencang. Kondisi ini seolah-olah ia telah meminum enam cangkir kopi. 

Gejala sensitivitas kafein dapat berupa:

Walau mengganggu, gejala-gejala sensitivitas kafein termasuk ringan dan tidak memiliki efek yang signifikan terhadap kualitas hidup Anda. Beda halnya dengan alergi kafein yang berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental penderitanya.  

Bisakah alergi kafein disembuhkan?

obat antihistamin untuk atasi gejala alergi kafein
Gejala alergi kafein bisa diatasi dengan konsumsi obat antihistamin

Alergi kafein sulit terdiagnosis karena kondisi ini termasuk jarang terjadi. Dokter akan melakukan tes kulit untuk mendeteksi apakah Anda benar-benar memiliki alergi ini.

Pada tes kulit, dokter akan menaruh sedikit alergen pada lengan Anda. Jika muncul ruam, Anda bisa dipastikan memiliki alergi kafein. 

Sama seperti alergi lainnya, penanganan alergi kafein yang utama adalah untuk meredakan gejala yang muncul. 

Di samping menghindari asupan berkafein, mengobati alergi kopi bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat antihistamin. Obat ini dapat membantu meredakan gatal, bengkak, dan biduran.

Sedangkan pada orang yang mengalami anafilaksis, dokter akan memberikan suntikan epinephrine untuk menghentikan gejala aleri yang parah.  

Bagaimana cara mencegah alergi kafein?

jaga kualitas agar Anda tidak lemas dan butuh bantuan kafein
Pastikan Anda cukup tidur agar tidak lemas dan terpancing untuk mengonsumsi minuman berkafein

Bagi Anda yang didiagnosis memiliki alergi kafein, langkah-langkah di bawah ini bisa Anda terapkan untuk mencegah kambuhnya alergi atau meningkatkan energi tanpa asupan kopi:

  • Hindari asupan berkafein

Memiliki alergi kafein berarti Anda harus menghindari konsumsi asupan apapun yang mengandung kafein. Mulai dari kopi, teh, cokelat, minuman berenergi (seperti sport drink), serta minuman bersoda.

Selain minuman dan makanan, Anda juga perlu memerhatikan jenis obat maupun suplemen yang hendak Anda konsumsi. Pasalnya, ada beberapa produk yang mengandung kafein.

  • Olahraga secara teratur

Sulit memang untuk membatasi apalagi menghindari kopi, terutama bagi Anda yang sudah terbiasa. Tapi ada cara lain untuk membantu meningkatkan energi serta fokus Anda, yakni dengan rutin berolahraga

Coba lakukan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, sebanyak lima kali seminggu. Anda bisa melakukan olahraga yang Anda suka, dari jogging, jalan kaki, bersepeda, hingga yoga.

  • Tidur cukup

Pastikan Anda tidur sekitar 7-9 jam per hari. Jika kurang tidur, Anda tentu akan mudah lelah dan kurang semangat di keesokan harinya. Rasa lemas ini bisa memancing keinginan untuk mengonsumsi kopi maupun teh yang mengandung kafein.

Supaya tidur lebih nyenyak, buatlah kamar tidur senyaman mungkin. Misalnya, dengan menggunakan aromaterapi, meredupkan lampu, dan menjaga suhu kamar supaya tetap sejuk. Jangan lupa juga untuk mematikan televisi dan menjauhkan gawai menjelang jam tidur.

  • Konsumsi suplemen

Minum suplemen vitamin B dikatakan dapat membantu meningkatkan energi. Namun langkah ini harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dulu, terutama jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang rutin meminum obat tertentu.

  • Minum air

Cobalah untuk minum banyak air untuk mengurangi keinginan minum kopi atau minuman bersoda. Pilihlah minuman yang lebih sehat sebagai penggantinya, seperti sparkling water atau jus.

Meski alergi kafein termasuk jarang, gejala yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu rutinitas. Jika Anda mengalami ruam, bengkak, dan gatal setelah mengonsumsi kopi atau asupan berkafein lainnya, segera periksakan diri ke dokter.

Bila tak ditangani dengan saksama, gejala-gejala tersebut bisa semakin parah dan berujung pada anafilaksis. Kondisi gawat darurat ini bisa mengancam nyawa.

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/caffeine-allergy-83178
Diakses pada 13 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/caffeine-sensitivity
Diakses pada 13 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320267.php
Diakses pada 13 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/caffeine-allergy
Diakses pada 13 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed