Anda Sering Gatal Di Malam Hari? Waspadai Tanda Kutu Scabies!

Kutu scabies penyebab kudis atau gudik berukuran sangat kecil sehingga sulit terlihat
Kutu scabies menyebabkan kudis atau gudik pada kulit.

Jika mengalami ruam di kulit, dan sering merasa gatal-gatal di malam hari, Anda perlu waspada. Bisa saja itu menjadi tanda bahwa Anda terkena gudik akibat kutu scabies.

Gudik atau kudis adalah gatal dan ruam pada kulit yang disebabkan oleh kutu scabies. Tungau tersebut dikenal dengan nama Sarcoptes scabiei. Ukuran dari kutu scabies sangatlah kecil sehingga Anda tidak dapat melihatnya.

[[artikel-terkait]]

Kutu scabies penyebab gudik, berkembang biak di kulit

Kutu scabies dapat hidup di kulit Anda selama berbulan-bulan dengan bereproduksi di permukaan kulit. Lalu, tungau menggali ke dalam lapisan kulit Anda untuk hidup dan bertelur. Kulit pun akan bereaksi terhadap tungau dan kotorannya hingga menimbulkan gudik.

Gudik pada orang dewasa biasanya terdapat di siku, ketiak, pergelangan tangan, penis, pinggang, puting susu, sela-sela jari, dan pantat. Sementara itu, gudik pada anak-anak umumnya ditemukan di kepala, leher, tangan, wajah, dan kaki.

Gejala gudik muncul dalam 2 minggu

Setelah terkena tungau scabies, gejala biasanya muncul 2-6 minggu kemudian. Gejala dapat berkembang lebih cepat, jika Anda pernah menderita gudik juga sebelumnya.

Gejala khas dari gudik yaitu ruam dan gatal-gatal yang hebat, terutama di malam hari. Ruam akibat tungau atau kutu scabies yang menggali ke dalam kulit, dapat berupa biduran atau benjolan seperti jerawat dan kulit bersisik.

Gudik mudah menular

Gudik sangatlah menular. Gudik dapat dengan mudah ditularkan kepada anggota keluarga, teman atau pasangan. Berikut ini cara-cara penularannya.

1. Kontak antarkulit dalam waktu yang lama

Kontak kulit secara langsung dengan penderita gudik, dapat membuat Anda tertular. Contohnya, jika berpegangan tangan dalam waktu lama dengan teman yang terkena gudik, maka kemungkinan besar Anda pun akan tertular.

2. Kontak pribadi yang intim

Anda juga dapat tertular jika melakukan kontak pribadi yang intim dengan penderita gudik. Misalnya, melalui hubungan seksual dengan pasangan Anda yang terkena gudik.

3. Berbagi penggunaan barang pribadi

Meski tidak melakukan kontak secara langsung, namun jika Anda menggunakan pakaian, sprei atau handuk yang sama dengan penderita gudik, maka risiko penularan akan meningkat.

Mengobati gudik dengan membasmi kutu scabies

Dalam mengobati gudik, cara yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan menghilangkan tungau scabies. Gunakan krim atau losion khusus yang dioleskan langsung ke kulit. Berikut ini beberapa krim atau losion yang dapat digunakan untuk mengobati tungau scabies.

  • Krim permethrin
  • Losion benzyl benzoat
  • Salep sulfur
  • Krim krotamiton
  • Losion lindane

Tersedia pula obat-obatan tambahan yang dapat membantu meringankan gejala gudik. Adapun obat-obatan tersebut, yaitu sebagai berikut ini.

  • Antihistamin, untuk meringankan rasa gatal
  • Antibiotik, untuk membunuh infeksi yang berkembang akibat terus-menerus manggaruk kulit.
  • Krim steroid, untuk meredakan pembengkakan serta gatal-gatal

Sementara, obat minum diberikan jika gejala gudik tak kunjung membaik, bahkan menutupi seluruh bagian tubuh.

Langkah efektif untuk mencegah gudik

Cara terbaik untuk mencegah gudik yaitu, Anda harus menghindari kontak langsung dengan kulit orang yang menderita gudik. Selain itu, jangan menggunakan pakaian, handuk, bantal ataupun sprei yang belum dicuci, setelah digunakan penderita gudik.

Lalu, pastikan pula Anda mencucinya dengan air panas. Kemudian, keringkan dengan sinar matahari yang sangat panas, atau pengering yang berpanas tinggi, selama 10-30 menit hingga tungau scabies pun mati. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari penyakit gudik.

Healthline. https://www.healthline.com/health/scabies#who-can-get-it
Diakses pada 7 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/16961.php
Diakses pada 7 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed