Mengenal Penyebab dan Cara Menghilangkan Gatal Alergi

(0)
24 May 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menghilangkan gatal alergi pada bayiGatal alergi bisa ditangani dengan pengobatan yang tepat.
Belum lama ini, tersebar kisah viral mengenai bayi enam bulan yang terkena ruam di pipi setelah disentuh banyak orang. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata bayi itu positif terkena eczema alias eksim dengan gatal alergi sebagai salah satu gejalanya.Gatal akibat alergi terjadi ketika sistem imun tubuh menganggap dirinya tengah diserang oleh benda atau organisme asing. Selain lewat makanan yang dikonsumsi, sentuhan pada kulit juga bisa menjadi penyebabnya.[[artikel-terkait]]Kulit akan terasa gatal dan muncul ruam di area yang terkena tadi. Jika digaruk, kondisi gatal dan ruam bisa bertambah parah. Bagaimanakah cara memilih pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya.

Penyebab-penyebab gatal akibat alergi

1. Eksim (dermatitis atopik)

Eczema atau eksim juga dikenal dengan istilah dermatitis atopik. Kondisi ini merupakan gatal alergi yang paling sering terjadi, terutama pada bayi.Orang yang terkena eksim akan mengalami kulit yang kemerahan, gatal, pecah-pecah, dan terasa kasar. Kadang kala, luka lepuhan juga bisa muncul.Banyak faktor yang bisa memicu terjadinya eksim. Mulai dari alergi terhadap makanan tertentu (misalnya, susu dan kacang-kacangan), faktor lingkungan (seperti, asap rokok dan debu), hingga penggunaan produk tertentu (contohnya, kosmetik, bedak, maupun tisu basah).Eksim termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan.Jadi, satu-satunya cara agar penderita terbebas dari gatal alergi ini adalah menghindari pemicu alergi atau alergennya.Oleh sebab itu, Anda perlu lebih waspada mengenai apa yang menjadipenyebab reaksi alergi tersebut. Misalnya, mencatat apa saja yang Anda makanatau memerhatikan komposisi pada produk perawatan yang Anda gunakan.Sementara untuk mengurangi gatal dan kemerahan, dokter dapat meresepkan obat oles (misalnya, salep) yang mengandung kortikosteroid. Dalam kebanyakan kasus, eksim akan sembuh sendiri seiring bertambahnya usia. Iniberarti kemungkinan eksim menurun seiring meningkatnya sistem imunitas tubuh.

2. Dermatitis kontak

Seperti namanya, dermatitis kontak hanya muncul ketika Anda menyentuh alergen tertentu. Misalnya, senyawa nikel yang terkandung pada aksesoris yang Anda kenakan.Ketika terjadi kontak, alergen akan menyebabkan Anda mengalami indikasi alergi. Gejala ini bisa meliputi kulit menjadi kemerahan, bersisik, gatal, hingga bengkak pada area kulit yang terkena.Meski terasa sangat gatal, jangan digaruk karena bisa memicu infeksi. Dokter bisa meresepkan obat oles yang mengandung hidrokortison atau calamine guna mengurangi gatal.Gatal alergi dari dermatitis jenis ini akan hilang dalam beberapa hari. Tapi alergi bisa kambuh jika kembali terjadi kontak dengan pencetus alergi, jadi hindarilah sebisa mungkin.

3. Urtikaria

Di Indonesia, urtikaria lebih dikenal dengan nama biduran. Kondisi ini merupakan reaksi tubuh yang melepas zat histamin ketika terjadi kontak dengan pastikel atau organisme asing, sehingga terjadi gejala alergi. Biduran bisa ditandai dengan gatal alergi, kulit memerah, dan terbentuk benjolan pada kulit.

Cara menghilangkan gatal alergi kambuh lagi

Untuk membantu mencegah rasa gatal, ahli kulit merekomendasikan tips berikut:
  • Mandilah dengan menggunakan air hangat dan hindari penggunaan air panas. Cobalah untuk membatasi waktu mandi atau mandi Anda menjadi hanya 10 menit setiap mandi.
  • Selalu gunakan losion, sabun, dan deterjen yang bebas pewangi untuk meminimalkan iritasi. Berhati-hatilah dengan produk berlabel tanpa pewangi karena mungkin masih mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit Anda.
  • Seperti yang diarahkan oleh dokter kulit Anda, gunakan obat sebelum melembabkan. Kemudian, oleskan pelembap Anda ke seluruh area kulit termasuk area yang dirawat dengan obat.
  • Kenakan pakaian katun yang longgar. Wol dan bahan yang terasa kasar lainnya dapat mengiritasi kulit Anda dan menyebabkan rasa gatal yang hebat.
  • Hindari perubahan suhu yang ekstrim. Pertahankan lingkungan kelembaban yang relatif sejuk dan netral di rumah Anda.
  • Kurangi stres, karena stres dapat memperparah rasa gatal Anda.
Jika gatal Anda tidak hilang dengan perawatan di rumah, temui dokter kulit bersertifikat. Beberapa orang memiliki lebih dari satu alasan untuk menggaruk, dan dokter kulit dapat bekerja sama dengan Anda untuk menemukan penyebabnya dan meredakan gatal Anda.
Menggaruk bukan solusi untuk menghentikan biduran. Langkah ini justru bisa membuat kulit mengalami luka dan infeksi. Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan ruam. Namun obat ini sebaiknya Anda dapatkan dari dokter, terutama pada ibu hamil.Tidak perlu panik ketika Anda mengalami gatal alergi. Bila penyebabnya adalah alergi, gejala ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya selama Anda menjauhi pemicu alergi (alergen) tersebut.Anda juga bisa untuk mengetahui penyebab pasti di balik gatal alergi sehingga pengobatan yang tepat bisa diperoleh. Semoga bermanfaat.
alergiurtikariadermatitisbidurandermatitis kontakeksim
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/skin-allergies
Diakses pada 16 Mei 2019
The American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/skin-allergy
Diakses pada 16 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14417.php
Diakses pada 16 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/157260.php
Diakses pada 16 Mei 2019
AAD. https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-itchy-skin
Diakses pada 11 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait