Solusi Tepat Menangani Gatal Alergi Berdasarkan Penyebabnya

Eksim merupakan kondisi gatal alergi yang paling sering terjadi pada bayi
Gatal alergi bisa ditangani dengan pengobatan yang tepat.

Belum lama ini, tersebar kisah viral mengenai bayi enam bulan yang terkena ruam di pipi setelah disentuh banyak orang. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata bayi itu positif terkena eczema alias eksim dengan gatal alergi sebagai salah satu gejalanya.

Gatal akibat alergi terjadi ketika sistem imun tubuh menganggap dirinya tengah diserang oleh benda atau organisme asing. Selain lewat makanan yang dikonsumsi, sentuhan pada kulit juga bisa menjadi penyebabnya.

[[artikel-terkait]]

Kulit akan terasa gatal dan muncul ruam di area yang terkena tadi. Jika digaruk, kondisi gatal dan ruam bisa bertambah parah. Bagaimanakah cara memilih pengobatan yang tepat berdasarkan penyebabnya.

 

Penyebab-penyebab gatal akibat alergi

1. Eksim (dermatitis atopik)

Eczema atau eksim juga dikenal dengan istilah dermatitis atopik. Kondisi ini merupakan gatal alergi yang paling sering terjadi, terutama pada bayi.

Orang yang terkena eksim akan mengalami kulit yang kemerahan, gatal, pecah-pecah, dan terasa kasar. Kadang kala, luka lepuhan juga bisa muncul.

Banyak faktor yang bisa memicu terjadinya eksim. Mulai dari alergi terhadap makanan tertentu (misalnya, susu dan kacang-kacangan), faktor lingkungan (seperti, asap rokok dan debu), hingga penggunaan produk tertentu (contohnya, kosmetik, bedak, maupun tisu basah).

Eksim termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan.Jadi, satu-satunya cara agar penderita terbebas dari gatal alergi ini adalah menghindari pemicu alergi atau alergennya.

Oleh sebab itu, Anda perlu lebih waspada mengenai apa yang menjadipenyebab reaksi alergi tersebut. Misalnya, mencatat apa saja yang Anda makanatau memerhatikan komposisi pada produk perawatan yang Anda gunakan.

Sementara untuk mengurangi gatal dan kemerahan, dokter dapat meresepkan obat oles (misalnya, salep) yang mengandung kortikosteroid.Dalam kebanyakan kasus, eksim akan sembuh sendiri seiring bertambahnya usia. Iniberarti kemungkinan eksim menurun seiring meningkatnya sistem imunitas tubuh.

2. Dermatitis kontak

Seperti namanya, dermatitis kontak hanya muncul ketika Anda menyentuh alergen tertentu. Misalnya, senyawa nikel yang terkandung pada aksesoris yang Anda kenakan.

Ketika terjadi kontak, alergen akan menyebabkan Anda mengalami indikasi alergi. Gejala ini bisa meliputi kulit menjadi kemerahan, bersisik, gatal, hingga bengkak pada area kulit yang terkena.

Meski terasa sangat gatal, jangan digaruk karena bisa memicu infeksi. Dokter bisa meresepkan obat oles yang mengandung hidrokortison atau calamine guna mengurangi gatal.

Gatal alergi dari dermatitis jenis ini akan hilang dalam beberapa hari. Tapi alergi bisa kambuh jika kembali terjadi kontak dengan pencetus alergi, jadi hindarilah sebisa mungkin.

3. Urtikaria

Di Indonesia, urtikaria lebih dikenal dengan nama biduran. Kondisi ini merupakan reaksi tubuh yang melepas zat histamin ketika terjadi kontak dengan pastikel atau organisme asing, sehingga terjadi gejala alergi. Biduran bisa ditandai dengan gatal alergi, kulit memerah, dan terbentuk benjolan pada kulit.

Menggaruk bukan solusi untuk menghentikan biduran. Langkah ini justru bisa membuat kulit mengalami luka dan infeksi.

Anda bisa mengonsumsi obat antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan ruam. Namun obat ini sebaiknya Anda dapatkan dari dokter, terutama pada ibu hamil.

Tidak perlu panik ketika Anda mengalami gatal alergi. Bila penyebabnya adalah alergi, gejala ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya selama Anda menjauhi pemicu alergi (alergen) tersebut.

Anda juga bisa meminta bantuan dokter untuk mengetahui penyebab pasti di balik gatal alergi sehingga pengobatan yang tepat bisa diperoleh. Semoga bermanfaat.

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/skin-allergies
Diakses pada 16 Mei 2019

The American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/skin-allergy
Diakses pada 16 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/14417.php
Diakses pada 16 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/157260.php
Diakses pada 16 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed