Gaslighting adalah Bentuk Kerasan Emosional yang Berbahaya Bagi Korbannya

Gaslighting adalah kekerasan emosional yang berbahaya bagi korbannya.
Gaslighting adalah kebiasaan buruk yang berbahaya bagi mental korbannya.

Gaslighting adalah bentuk kekerasan emosional yang seringkali terjadi dalam hubungan percintaan, pertemanan, bahkan di lingkup keluarga. Pelakunya akan memanipulasi para korban dengan membuat mereka mempertanyakan pikiran, ingatan, hingga seluruh kejadian yang terjadi di sekelilingnya.

Hati-hati, korban gaslighting bahkan bisa mempertanyakan kewarasan pikiran mereka, jika sudah "terkubur" dalam "alunan" gaslighting dari pelaku.

Gaslighting adalah kekerasan emosional, apa tandanya?

Gaslighting
Gaslighting sangatlah berbahaya untuk mental

Gaslighting adalah bentuk kekerasan emosional, yang namanya diambil dari sebuah film berjudul Gaslight. Dalam film itu, diceritakan seorang suami berusaha untuk membuat istrinya merasa “gila”, padahal sebenarnya tidak.

Baik disengaja ataupun tidak, gaslighting adalah bentuk manipulasi yang harus dihentikan dan dihindari. Berikut ini adalah beberapa tanda bahwa Anda menjadi korban gaslighting:

  • Tidak merasa seperti diri sendiri
  • Lebih sering merasa cemas
  • Menjadi lebih sensitif
  • Selalu merasa bersalah atas setiap perbuatan yang dilakukan
  • Selalu merasa bertanggung jawab atas setiap kesalahan
  • Sering meminta maaf
  • Mampu merasakan ada sesuatu yang salah, tapi tidak dapat mengidentifikasinya
  • Sering “pasang badan” terhadap kesalahan yang dilakukan pasangan
  • Tidak mau memberi tahu informasi tentang pasangan kepada teman atau anggota keluarga
  • Merasa terisolasi dari teman dan keluarga
  • Sulit membuat keputusan
  • Merasa tidak punya harapan
  • Tidak menemukan kesenangan dalam aktivitas sehari-hari

Jika dibiarkan, gaslighting akan membawa dampak buruk pada kesehatan Anda. Segera cari bantuan pada teman, keluarga, atau psikolog.

Gaslighting dan gangguan kepribadian narsistik

Orang-orang yang suka melakukan gaslighting cenderung memiliki gangguan kepribadian narsistik. Gangguan mental ini membuat mereka merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Mereka tidak akan tertarik dengan hal lain, kecuali hal itu ada hubungannya dengan mereka.

Bahayanya, orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik tidak mau mengerti akan perasaan orang lain. Mereka akan terus mencari perhatian, dan suka melakukan manipulasi demi mendapatkan yang diinginkan.

Itulah sebabnya orang dengan gangguan kepribadian narsistik seringkali dikaitkan dengan gaslighting. Sebab, keduanya memiliki karakteristik yang selaras.

Ketahuilah beberapa ciri orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik di bawah ini.

  • Selalu mementingkan diri sendiri
  • Melebih-lebihkan pencapaian mereka
  • Menanggapi kritik dengan amarah
  • Menggunakan orang lain untuk menguntungkan diri sendiri
  • Selalu mengharapkan perlakuan spesial dari orang lain
  • Sangat kritis terhadap orang lain
  • Rasa iri dan cemburu

Menghadapi orang dengan gangguan kepribadian narsistik memang sulit. Itulah sebabnya, Anda disarankan untuk tidak “mengalah”. Jika sudah kewalahan, mintalah bantuan dengan teman atau keluarga dalam menghadapinya.

Gaslighting dan beberapa ciri pelakunya

Gaslighting adalah
Gaslighting adalah kekerasan emosional

Mungkin Anda akan bingung untuk mencari ciri-ciri orang yang gaslighting. Namun jangan panik, ada beberapa tanda pelaku gaslighting yang dapat terlihat dengan mudah.

  • Suka berbohong

Pelaku gaslighting sangat suka berbohong. Walaupun Anda telah menunjukkan bukti-bukti bahwa pernyataan mereka tidak benar, pelaku gaslighting akan tetap “setia” pada kebohongannya.

  • Berbicara hal buruk tentang Anda

Para pelaku gaslighting akan berbicara hal buruk tentang Anda, kepada orang lain. Misalnya, mereka akan memberi tahu teman-temannya, bahwa Anda sedang memiliki gangguan mental. Bahayanya, orang-orang akan memercayai pelaku gaslighting.

  • Suka mengalihkan pembicaraan

Ketika bertanya mengenai yang mereka lakukan dan katakan, pelaku gaslighting cenderung akan mengalihkan pembicaraan.

  • Pintar merangkai kata

Dalam “menyembunyikan perilakunya, pelaku gaslighting akan merangkai kata-kata pada korban, sehingga korban akan memercayai kata-katanya.

  • Tidak mau mengakui kesalahan

Pelaku gaslighting cenderung tidak mau mengakui kesalahannya dan selalu menyangkal. Hal ini akan membuat korban merasa kebingungan dan frustrasi, hingga akhirnya gangguan mental lah yang akan muncul.

Waspadalah, situasi ini bisa membuat korban sulit untuk move on dan sembuh dari gaslighting itu sendiri.

Beberapa ciri-ciri pelaku gaslighting di atas harus diwaspadai. Jangan pasrah dan merelakan kesehatan mental Anda pada mereka. Sebab, jika dibiarkan, Anda akan terus terjerumus dan sulit untuk sembuh dari “luka” akibat gaslighting.

Catatan dari SehatQ:

Jika Anda sudah menyadari adanya manipulasi dan perilaku gaslighting dari pasangan, teman, atau bahkan anggota keluarga, mintalah pertolongan. Psikolog bisa memberikan bantuan dalam menghilangkan rasa ragu dan ketakutan yang Anda rasakan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gaslighting
Diakses pada 26 April 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/is-someone-gaslighting-you-4147470
Diakses pada 26 April 2020

Artikel Terkait