Gangguan Tidur Insomnia: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

(0)
03 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk tidurInsomnia memiliki variasi dalam seberapa lama durasinya dan seberapa sering terjadi
Insomnia adalah masalah tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk tidur atau tetap tertidur. Kondisi ini bisa berlangsung singkat (akut) dan dalam waktu yang lama (kronis). Insomnia yang akut biasanya berlansung satu hari hingga beberapa minggu. Sementara yang kronis, bisa muncul setidaknya tiga kali seminggu dan bertahan hingga tiga bulan atau lebih.Lama tidur yang ideal untuk orang dewasa adalah 7-8 jam. Jika Anda kesulitan memenuhi waktu tidur tersebut, maka bisa jadi Anda mengidap insomnia.Insomnia akan membuat pengidapnya tetap merasa lelah meski sudah sempat tidur. Selain itu, kondisi ini juga akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari, seperti pekerjaan dan hubungan dengan orang sekitar.

Jenis- jenis insomnia

Insomnia dibedakan menjadi dua jenis: insomnia primer dan insomnia sekunder.
  • Insomnia primer

Insomnia primer berarti bahwa seseorang memiliki masalah tidur yang tidak memiliki hubungan secara langsung dengan kondisi kesehatan atau penyakit lainnya.
  • Insomnia sekunder

Insomnia sekunder berarti bahwa seseorang memiliki masalah tidur karena sesuatu, seperti kondisi kesehatan (asma, depresi, arthritis, kanker, atau heartburn), sakit, dan dalam pengaruh obat-obatan atau zat lain seperti alkohol.

Ini penyebab insomnia

Adapun beberapa penyebab insomnia akut yang paling umum dijumpai antara lain:
  • Stres atau beban pikiran. Seperti pasca trauma, perceraian, kematian seseorang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya.
  • Faktor lingkungan seperti terlalu bising, pencahayaan terlalu terang, atau suhu ekstrim (panas atau dingin) yang mengganggu tidur.
  • Mengonsumsi beberapa jenis obat. Misalnya, obat yang digunakan untuk mengobati pilek, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma bisa menyebabkan masalah sulit  tidur atau insomnia.
  • Perubahan jadwal tidur normal. Misalnya disebabkan karena jet lag atau bekerja shift dari siang ke malam, dan lain-lain.
Sementara insomnia kronis dapat disebabkan oleh:
  • Depresi atau gangguan kecemasan
  • Stres kronis
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan pada malam hari

Gejala Insomnia yang perlu diketahui

Perlu diketahui, baru bisa tidur saat lewat tengah malam belum tentu insomnia. Kondisi ini merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan beberapa gejala khas, seperti:
  • Sulit tidur saat malam hari
  • Sering terbangun saat tidur malam
  • Bangun pagi-pagi buta meski baru tidur dini hari
  • Merasa masih lelah meski sudah sempat tidur saat malam hari
  • Saat siang merasa mengantuk dan tidak ada tenaga
  • Mudah marah, depresi, dan mudah cemas
  • Sulit berkonsenterasi
  • Jadi sering melakukan kesalahan akibat tidak fokus
  • Selalu merasa khawatir soal jadwal tidur
Baca Juga: 13 Cara Agar Ngantuk dan Tidur Pulas Saat Malam Hari

Perawatan insomnia secara medis

Insomnia akut dalam beberapa kasus tidak membutuhkan perawatan. Sementara, proses pemulihan untuk insomnia ringan kebanyakan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Namun jika kondisi ini tidak kunjung membaik, ada beberapa cara yang biasa dilakukan dokter untuk mengatasinya, yaitu:

1. Pemberian obat-obatan

Jika Anda merasa letih atau pusing di siang hari karena insomnia, dokter dapat meresepkan obat tidur dalam jangka pendek karena seiring waktu, efektivitas obat bisa menurun dari waktu ke waktu. Mengonsumsi obat tidur dalam jangka panjang juga bisa memicu ketergantungan atau kecanduan.Contoh obat yang biasa diresepkan untuk meredakan insomnia antara lain:
  • Eszopiclone
  • Ramelteon
  • Zaleplon
  • Zolpidem

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif atau CBT, meliputi langkah-langkah agar Anda bisa meningkatkan kualitas tidur dan menghilangkan perilaku buruk yang memperparah insomnia. Teknik ini terdiri dari latihan relaksasi, terapi pembatasan jam tidur, dan perawatan lainnya.

Cara mengatasi insomnia yang bisa dilakukan sendiri di rumah

Butuh usaha dan perjuangan untuk mengalahkan insomnia agar Anda bisa tertidur pulas setiap malam. Berikut beberapa tips untuk mengatasi insomnia:

1. Tidur teratur

Tetapkan pola tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi. Cobalah untuk tidak tidur siang karena bisa membuat Anda terjaga di malam hari.

2. Hindari gadget

Sebelum tidur, hindari menggunakan ponsel, laptop, atau tablet yang bisa memancarkan cahaya. Hal ini bisa membuat Anda lebih sulit tidur.

3. Jauhi kafein, nikotin, dan alkohol

Ketiga senyawa kimia tersebut dapat mengurangi kualitas tidur Anda di malam hari karena bersifat stimulan.

4. Rutin berolahraga

Menjelang tidur, para ahli menyarankan agar berolahraga di sore hari agar tubuh Anda berkeringat dan letih sehingga bisa tidur nyenyak.Jadikan setiap malam Anda sebagai waktu beristirahat dan tidur nyenyak. Ikuti tips di atas untuk membantu Anda mengatasi insomnia.Jika Anda ingin tahu lebih banyak seputar gangguan tidur insomnia, serta cara mengatasinya yang paling tepat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
waktu tidurgangguan tidurmasalah tidurinsomnia
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/ss/slideshow-sleep-disorders-overview  
Diakses pada Oktober 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/diagnosis-treatment/drc-20355173
Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait