Gangguan Sistem Saraf Ternyata Berhubungan dengan Gangguan Tidur

Narkolepsi adalah salah satu gangguan tidur yang berhubungan dengan sistem saraf
Gangguan tidur juga bisa disebabkan oleh gangguan sistem saraf.

Gangguan sistem saraf dan gangguan tidur merupakan dua sisi yang saling berkaitan satu sama lain. Gangguan tidur, bisa disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, atau penyakit pada sistem saraf pusat.

Hubungan keduanya terlihat pada beberapa penyakit gangguan tidur seperti apnea tidur dan narkolepsi. Selain itu, gangguan tidur juga bisa terjadi akibat gangguan sistem saraf pada penderita diabetes.

Hubungan gangguan sistem saraf dan gangguan tidur

Selain insomnia, terlalu lama tidur dan gangguan saat telah tertidur, juga masuk ke dalam gangguan tidur. Gangguan tidur adalah kondisi yang kerap terjadi pada individu dengan gangguan sistem saraf.

Gangguan tidur yang berhubungan dengan adanya kerusakan pada sistem saraf, antara lain apnea tidur, narkolepsi, dan restless leg syndrome.

1. Apnea tidur

Para penderita diabetes tipe 2 umumnya akan mengalami kerusakan saraf yang disebut neuropati perifer. Kerusakan saraf tersebut dipercaya berhubungan dengan terjadinya apnea tidur. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, untuk membuktikan secara jelas kaitan keduanya.

2. Narkolepsi

Hubungan narkolepsi dan gangguan sistem saraf, diawali dari kondisi autoimun yang membuat tubuh kekurangan produksi hipokretin. Hipokretin adalah zat kimia yang dibutuhkan oleh tubuh, agar Anda tetap terjaga.

Hipokretin adalah neurotransmiter, suatu zat kimia yang berfungsi untuk memberikan sinyal rangsangan. Zat ini mengontrol waktu tidur dan bangun, melalui interaksi dengan sel-sel saraf.

Jika zat tersebut tidak bisa diproduksi, maka akan timbul gangguan pada sistem saraf dan gangguan tidur, berupa narkolepsi. Orang dengan narkolepsi akan mengalami rasa ngantuk yang berlebihan di siang hari dan bisa tertidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan tempat.

3. Restless leg syndrome

Salah satu gangguan tidur yang umum terjadi akibat adanya gangguan sistem saraf adalah restless leg syndrome. Orang yang mengidap kondisi ini, seringkali menggerakkan kaki saat tidur, hingga terbangun sendiri, akibat gangguan yang ditimbulkan.

Mengatasi gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan sistem saraf

Jika Anda merasa mengalami gangguan tidur, segera hubungi dokter. Tidak semua gangguan tidur disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem saraf. Maka dari itu, perawatan yang dilakukan pun dapat berbeda-beda.

Saat pemeriksaan, dokter akan melihat riwayat kesehatan Anda, termasuk:

  • Pola tidur
  • Sering merasa kelelahan
  • Frekuensi tidur siang
  • Riwayat penggunaan obat tertentu
  • Kondisi lain yang mungkin memengaruhi, termasuk depresi dan penyakit yang menimbulkan rasa nyeri hebat

Setelah melakukan pemeriksaan menyuluruh, dokter akan membuat rencana pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Secara umum, berikut ini sejumlah terapi yang disarankan.

  • Perubahan siklus tidur, melalui perencanaan jadwal rutinitas baru untuk Anda
  • Menghindari tidur siang
  • Berolahraga secara teratur, tapi jangan lakukan ini di malam hari, menjelang tidur
  • Menghindari konsumsi kafeina dan alkohol saat makan malam
  • Penggunaan obat-obatan, pada kasus tertentu
  • Pemakaian alat khusus, seperti yang dibutuhkan pada kasus apnea tidur.

Masalah tidur yang timbul akibat gangguan sistem saraf, perlu disikapi secara bijak. Maka dari itu, bantuan dari keluarga serta orang terdekat lainnya diperlukan, untuk mendukung perubahan rutinitas serta kebiasaan tidur.

Jika gangguan tidur yang dialami sudah memengaruhi pekerjaan maupun hubungan dengan orang-orang terdekat, maka konseling mungkin diperlukan.

Artikel Terkait

Banner Telemed