10 Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Dialami Banyak Orang

(0)
Gangguan sistem pencernaan adalah suatu kondisi yang sering dialami setiap orangGangguan sistem pencernaan bukan penyakit melainkan sekumpulan gejala, termasuk sakit perut atau rasa kenyang saat makan
Gangguan sistem pencernaan adalah suatu kondisi yang sering dialami oleh hampir setiap orang. Sebenarnya, gangguan pencernaan bukanlah suatu penyakit, melainkan sekumpulan gejala, termasuk sakit perut atau perasaan kenyang saat mulai makan.Ada berbagai macam gangguan sistem pencernaan yang umum dialami setiap orang. Apa sajakah itu?

Jenis penyakit dan gangguan sistem pencernaan yang umum dialami

Sistem pencernaan adalah salah satu fungsi tubuh yang penting. Jika ada salah satu organ pencernaan tubuh yang terganggu atau mengalami masalah, maka proses pencernaan makanan di perut tentu tidak dapat berjalan sebagaimana seharusnya.Gangguan sistem pencernaan bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Berikut adalah jenis penyakit dan gangguan sistem pencernaan yang umum dialami oleh banyak orang:

1. Diare

diare adalah gangguan sistem pencernaan yang paling sering dialami banyak orang
Diare terjadi apabila sering BAB diikuti dengan tekstur feses yang encer
Diare adalah gangguan sistem pencernaan yang paling sering dialami oleh banyak orang. Mulai dari bayi, anak-anak, hingga lansia tentu pernah mengalami diare minimal sekali seumur hidup.Seseorang dapat dikatakan mengalami diare apabila frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 2 kali per hari dengan tekstur feses yang encer. Selain itu, beberapa gejala diare yang menyertainya, antara lain:
  • Mual
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Dehidrasi
  • Demam
  • Buang air besar berkali-kali
  • Tekstur feses encer
Diare biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Namun, tak sedikit juga orang yang mengalami diare akibat keracunan makanan.Meski dapat diobati dengan mudah, diare bisa bertambah parah apabila tidak ditangani dengan baik. Diare parah dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi hingga kehilangan nutrisi.

2. Sembelit atau konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah suatu gangguan sistem pencernaan yang ditandai dengan perubahan frekuensi BAB menjadi lebih jarang atau lebih sulit dari biasanya. Banyak orang awam menyebut kondisi ini sebagai sulit BAB.Seseorang dapat dikatakan mengalami sembelit apabila frekuensi BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu. Selain sulit BAB, gejala sembelit lainnya, meliputi:
  • Tekstur feses keras
  • Harus mengejan atau sakit saat BAB
  • Perut tetap terasa kenyang, bahkan setelah BAB
  • Merasa ada penyumbatan pada usus besar
Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan pola makan atau nutrisi yang Anda konsumsi, seperti kurang serat dan minum air putih, sehingga sulit dicerna oleh usus besar.Untuk mengatasi sembelit, Anda dapat mengonsumsi makanan tinggi serat, minum air putih lebih banyak, dan berolahraga.

4. Maag atau dispepsia

salah satu gangguan sistem pencernaan adalah maag
Maag ditandai dengan rasa nyeri pada perut bagian atas
Dispepsia adalah gangguan sistem pencernaan yang gejala umumnya berupa rasa nyeri pada perut bagian atas. Dispepsia dikenal juga sebagai kondisi maag. Sebenarnya, maag atau dispepsia bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala gangguan pencernaan.Gejala maag atau dispepsia dapat meliputi perut kembung, perut terasa tidak nyaman, mual, hingga bersendawa.Gejala ini dapat terjadi setelah makan atau minum sesuatu. Bahkan, dispepsia dapat menyebabkan perut terasa penuh dan kembung atau tidak nyaman walaupun Anda baru saja makan dalam jumlah yang tidak banyak.Pengobatan untuk maag atau dispepsia cenderung bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Namun, biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan, merekomendasikan pola makan yang tepat, hingga terapi psikologis.

5. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang muncul di dalam dinding lambung, esofagus bagian bawah atau duodenum (bagian atas usus halus).Tukak lambung dapat disebabkan oleh adanya peradangan yang ditimbulkan oleh bakteri H.pylori, adanya pengikisan jaringan yang disebabkan oleh asam lambung, hingga konsumsi obat pereda nyeri terlalu sering.Tukak lambung merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang cukup umum dan sering terjadi pada banyak orang.Beberapa gejala tukak lambung, antara lain perubahan nafsu makan, mual, muntah, perut terasa tidak nyaman, sensasi perut terasa terbakar, nyeri dada, hingga penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.Untuk mengatasi tukak lambung, dokter mungkin akan meresepkan obat tukak lambung golongan Proton Pump Inhibitors (PPIs). Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat antibiotik apabila penyebab tukak lambung adalah infeksi bakteri H.pylori.

6. Penyakit peningkatan asam lambung

Asam lambung yang meningkat atau acid reflux adalah suatu gangguan sistem pencernaan yang menyebabkan makanan naik dari kerongkongan atau lambung ke esofagus yang disertai dengan sensasi rasa terbakar di dada bagian tengah (heartburn).Biasanya asam lambung naik dapat terjadi setelah makan atau pada malam hari. Kondisi ini mungkin dapat kambuh sesekali.Namun, apabila acid reflux terjadi beberapa kali atau 2 kali dalam seminggu maka kondisi ini dikenal dengan istilah gastroesophageal reflux disease (GERD).GERD dapat disebabkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di dalam saluran kerongkongan bagian bawah. Pada orang sehat, katup tersebut akan berkontraksi dan menutup saluran kerongkongan setelah makanan turun ke lambung.Namun pada penderita GERD, katup yang lemah menyebabkan kerongkongan tetap terbuka sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.Beberapa gejala penyakit asam lambung adalah:
  • Sensasi rasa perih dan terbakar di dada, yang dapat bertambah parah setelah makan atau saat berbaring
  • Rasa asam di belakang mulut
  • Sakit saat menelan
  • Ada rasa mengganjal di tenggorokan

7. Gastritis

Gastritis adalah gangguan sistem pencernaan akibat kondisi peradangan dan iritasi yang menyebabkan pengikisan lapisan dinding lambung.Konsumsi alkohol berlebih, muntah kronis, stres, atau penggunaan obat-obatan tertentu merupakan beberapa penyebab gastritis. Selain itu, infeksi bakteri H.pylori atau virus juga dapat menyebabkan gastritis.Gejala gastritis antara lain nyeri disertai sensasi rasa terbakar di perut bagian atas, mual, muntah, nafsu makan menurun, dan perut terasa penuh.Untuk mengobati gastritis, dokter mungkin dapat meresepkan obat yang bertujuan mengurangi produksi asam lambung, seperti
  • Obat antasida
  • Obat antihistamin
  • Obat pompa penghambat protein (PPI)

8. Ambeien atau wasir

Gangguan sistem pencernaan lainnya adalah ambeien
Ambeien dapat menimbulkan rasa nyeri hingga tidak nyaman
Ambeien atau wasir, alias hemoroid dalam istilah medis, adalah peradangan dan pembengkakan pada pembuluh darah di lubang anus Anda. Kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri dan gatal pada anus.Sembelit kronis, diare, mengejan saat BAB, hingga kekurangan konsumsi serat menjadi beberapa penyebab wasir.Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani gangguan sistem pencernaan ini adalah makan banyak serat, minum air yang banyak, dan berolahraga.Penggunaan obat wasir juga dapat membantu mengempiskan pembengkakan di anus.

9. Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome atau IBS adalah gangguan sistem pencernaan yang menyerang usus besar. Gejala IBS dapat bervariasi, di antaranya:
  • Kram
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Diare
  • Sembelit
  • Darah di feses
Penyebab IBS belum dapat diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor risiko yang berperan menyebabkan munculnya kondisi ini adalah peradangan pada usus besar, infeksi gangguan sistem pencernaan akut, dan kontraksi otot usus yang terlalu kuat dan lama.Cara mengobati IBS, yakni dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan menghindari stres.

10. Radang usus buntu

radang usus buntu merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan
Radang usus buntu ditandai dengan rasa nyeri pada sisi kanan bawah perut
Radang usus buntu atau apendisitis adalah gangguan sistem pencernaan yang ditandai dengan peradangan pada apendiks atau usus buntu. Gejala gangguan sistem pencernaan, meliputi:
  • Nyeri perut di bagian atas atau sekitar pusar
  • Nyeri pada sisi kanan bawah perut
  • Tidak nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Sembelit
  • Susah kentut
Sebagian besar kasus radang usus buntu tidak dapat diketahui penyebabnya. Para ahli meyakini bahwa penyebab radang usus buntu adalah karena bagian apendiks yang tersumbat.Ketika apendiks tersumbat maka menyebabkan berbagai bakteri berkumpul di dalamnya. Kondisi ini yang dapat menyebabkan infeksi, pembentukan nanah, dan pembengkakan.Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko radang usus buntu, seperti penumpukan kotoran yang mengeras, cedera traumatis, hingga tumor.Umumnya, radang usus buntu dapat diobati dengan operasi usus buntu.Berbagai gangguan pencernaan yang dipaparkan di atas dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, bahkan tak jarang dapat mengganggu aktivitas.Jadi, jika Anda mengalami gejala gangguan sistem pencernaan seperti yang telah disebutkan di atas, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi untuk mengetahui penyebab dan penanganannya dengan tepat.
pencernaanmasalah pencernaangangguan pencernaan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/diarrhea#treatment
Diakses pada 10 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241
Diakses pada 10 Juli 2020
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2010/1215/p1459.html
Diakses pada 10 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484#treatments
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/constipation#causes
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/peptic-ulcer#overview
Diakses pada 10 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940
Diakses pada 10 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807
Diakses pada 10 Juli 2020
Web Md. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-gastritis#1
Diakses pada 10 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016
Diakses pada 10 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/appendicitis#treatment
Diakses pada 10 Juli 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/common-digestive-conditions-from-top-bottom
Diakses pada 10 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait