Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Umum Terjadi dan Cara Mengatasinya

(0)
29 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kolik termasuk gangguan sistem pencernaan pada anak yang memicu bayi terus menangisGangguan sistem pencernaan pada anak bisa ditandai oleh anak yang lebih rewel dari biasanya
Gangguan sistem pencernaan anak tentu membuat orang tua bingung. Pasalnya, gejala kondisi ini hampir serupa.Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengenali masalah pencernaan apa saja yang umum terjadi pada anak dan bagaimana cara mengatasinya.Anak-anak terkadang sulit makan, pemilih, baru pertama kali mencoba suatu makanan baru, atau mengonsusmi makanan yang tidak Anda ketahui. Kondisi-kondisi ini bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan pada anak.

Gangguan sistem pencernaan anak yang umum terjadi

Berikut adalah beberapa gangguan sistem pencernaan pada anak yang biasa terjadi:
  • Kolik

Kolik adalah kondisi di mana bayi menangis dalam durasi yang lama tanpa alasan yang jelas. Durasi ini bisa didefinisikan seperti menangis lebih dari tiga jam dalam sehari, tangisan tersebut terjadi lebih dari tiga kali dalam seminggu, dan kondisi berlangsung selama tiga minggu. Kolik biasa terjadi pada bayi berusia 1-4 bulan.Selain menangis tak henti-hentinya, kondisi kolik juga dapat ditandai dengan seringnya buah hati bersendawa atau kentut, perut yang terasa kencang, dan wajahnya tampak memerah. Bayi yang mengalaminya juga kerap menekuk tungkai dan mengepalkan tangan saat menangis.Kolik bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari proses adaptasi pada lingkungan sekitar hingga alergi makanan tertentu, seperti susu.Bila bayi Anda mengalami kolik, usahakan untuk menenangkan dan membuat buah hati senyaman mungkin. Anda bisa memberi Si Kecil makan, mengubah posisinya, menggendong-gendongnya, mengajaknya ngobrol, menghiburnya, dan berbagai hal lainnya. Bila tidak juga berhasil, periksakan ia ke dokter.
  • Diare

Diare adalah kondisi encernya feses yang disertai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali sehari. Anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalaminya.Kondisi ini pun biasa disertai dengan perut kram dan nyeri, kembung, hingga dehidrasi atau kekurangan cairan.Ada banyak hal yang dapat menyebabkan diare pada anak. Beberapa yang umum sebagai penyebab gangguan pencernaan pada anak ini meliputi alergi makanan, konsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit, hingga efek samping obat-obatan tertentu.Ketika gangguan sistem pencernaan anak ini dialami oleh buah hati, pastikan kebutuhan cairannya tetap tercukupi. Langkah ini terutama bisa dilakukan dengan banyak minum air putih dan minum oralit.Selain itu, berikan pula makanan yang lembut, agak hambar, dan mudah cerna untuk anak. Contohnya, buah pisang, nasi, dan roti. Anda juga perlu menghindari pemberian makanan yang pedas atau digoreng.Bila cara-cara tersebut tidak berhasil dan anak mengalami tanda-tanda dehidrasi (seperti menangis tanpa air mata dan jarang buang air kecil), segera bawa Si Kecil ke dokter.
  • Sembelit

Sembelit adalah kondisi jarangnya buang air besar, yaitu kurang dari tiga kali dalam seminggu, dan feses yang keras. Anak-anak lebih rentan mengalami kondisi ini.Kondisi yang juga disebut konstipasi ini biasa ditandai dengan nyeri saat buang air besar, sakit perut, hingga ada darah BAB.Masalah sistem pencernaan anak yang berupa sembelit juga bisa Anda curigai jika buah hati enggan buang air besar dan berusaha menahannya. Misalnya dengan menekuk kaki dan mengerutkan wajah menahan BAB.Sembelit umumnya terjadi karena anak suka menunda-nunda BAB, kurang makan sayur dan buah, perubahan rutinitas seperti saat jalan-jalan, hingga efek samping akibat mengonsumsi obat tertentu.Bila anak Anda mengalami sembelit, coba tambah asupan serat dan air serta perbanyak aktivitas fisik seperti olahraga. Jika cara mandiri ini tidak berhasil, bawa anak ke dokter. Obat pencahar atau pelunak tinja dari dokter mungkin bisa menjadi solusinya.
  • Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi tubuh yang tidak bisa mencerna laktosa, yaitu gula alami dalam susu sapi dan produk olahananya. Kondisi ini ditandai dengan mual, kram perut, perut kembung, diare, hingga muntah-muntah.Gejala-gejala tersebut umumnya terjadi pada 30 menit hingga dua jam setelah anak mengonsumsi susu atau produk olahannya.Jika anak mengalami intoleransi laktosa, orang tua perlu berhati-hati dalam memilih produk pangan. Plihlah produk yang mengandung sedikit atau tanpa laktosa. Anda juga bisa mendiskusikannya dengan dokter.

Tips menjaga kesehatan sistem pencernaan anak

Secara umum, Anda bisa menjaga sistem pencernaan anak agar tetap sehat dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Perbanyak konsumsi serat

Anda bisa menyediakan beragam sayur dan buah setiap waktu makan. Coba variasikan bahan-bahan pangan ini agar anak tidak bosan dan tidak menjadi picky eater di kemudian hari.
  • Tingkatkan asupan cairan

Usahakan agar buah hati banyak minum air putih. Meski begitu, batasi konsumsi minuman manis ataupun minuman berenergi. Anda cukup memberikan air putih biasa.
  • Perbanyak olahraga

Anak-anak umumnya sudah cukup aktif dan Anda tidak perlu membatasi kegiatannya selama tidak berlebihan. Aktivitas fisik penting untuk perkembangan Si Kecil, termasuk sistem pencernaan anak dan sistem imun.Sekarang Anda sudah tahu sederet gangguan sistem pencernaan anak yang umum terjadi serta cara mengatasinya. Secara singkat, anak perlu menjalani pola makan sehat dengan gizi seimbang serta berolahraga dengan rutin.Bila ada gejala masalah pencernaan yang tidak bisa Anda tangani sendiri dan anak mengalami muntah, nyeri perut berat, ataupun dehidrasi, segera konsultasikan ke dokter anak guna mendapat penanganan yang tepat.
penyakit anakkolik pada bayibayi sembelit
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242
Diakses pada 29 Juli 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=colic-90-P01985&sid=
Diakses pada 29 Juli 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=diarrhea-in-children-90-P01990&sid=
Diakses pada 29 Juli 2020
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=lactose-intolerance-in-children-90-P02003&sid=
Diakses pada 29 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/features/digestive-health#1
Diakses pada 29 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/diarrhea-treatment-in-children
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait