Tak Bisa Dengar Suara Nyaring, Gejala Awal Gangguan Pendengaran pada Lansia


Secara alami, kemampuan pendengaran menurun seiring dengan bertambahnya usia. Gangguan pendengaran pada lansia terjadi secara bertahap. Umumnya, berbagai perubahan pada telinga bagian dalam bisa menjadi pemicunya.

0,0
09 Jul 2021|Azelia Trifiana
Usia bisa memengaruhi penurunan fungsi pendengaran pada lansiaUsia bisa memengaruhi penurunan fungsi pendengaran pada lansia
Secara alami, kemampuan pendengaran menurun seiring dengan bertambahnya usia. Setidaknya satu dari tiap dua lansia berusia di atas 65 tahun di Amerika Serikat mengalami kehilangan pendengaran. Kondisi gangguan pendengaran pada lansia ini disebut dengan presbycusis.Meski gangguan pendengaran ini bukanlah kondisi yang mengancam nyawa, dampaknya bisa cukup signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya.

Penyebab gangguan pendengaran pada lansia

Gangguan pendengaran pada lansia terjadi secara bertahap. Umumnya, berbagai perubahan pada telinga bagian dalam bisa menjadi pemicunya, seperti:
  • Perubahan struktur telinga bagian dalam
  • Perubahan aliran darah ke telinga
  • Gangguan pada saraf pendengaran
  • Perubahan cara otak memproses kata-kata dan suara
  • Kerusakan pada rambut halus di telinga yang bertugas menyalurkan suara ke otak
Selain kondisi pada telinga bagian dalam, gangguan pendengaran pada lansia juga bisa terjadi karena isu lain, di antaranya adalah:
  • Sirkulasi darah tidak lancar
  • Diabetes
  • Terpapar suara bising
  • Konsumsi obat tertentu
  • Kebiasaan buruk merokok
  • Riwayat keluarga dengan masalah pendengaran

Apa saja gejalanya?

Umumnya, gejala awal gangguan pendengaran yang terjadi karena usia adalah tidak bisa mendengar suara bernada tinggi. Orang yang mengalaminya mungkin menyadari hal ini ketika tak bisa mendengar suara perempuan atau anak-anak.Selain itu, ada kesulitan juga dalam mendengar orang lain berbicara dengan jelas atau mendeteksi suara berisik yang ada di sekitar.Lebih jauh lagi, gejala yang mungkin muncul adalah:
  • Beberapa suara terdeteksi begitu kencang
  • Sulit mendengar ketika berada di lingkungan bising
  • Sulit membedakan kata “s” dan “th”
  • Bunyi berdenging di telinga
  • Bunyi gemuruh atau suara seperti aliran air deras di telinga
  • Meminta orang lain mengulang kata-katanya
  • Tidak bisa memahami percakapan lewat telepon
  • Menambah volume TV dan radio lebih kencang dari biasanya
Ketika beberapa gejala di atas muncul atau Anda mendapati orang terdekat mengalaminya, sebaiknya segera periksa ke dokter. Selain tanda-tanda penurunan fungsi pendengaran, bisa juga indikasi kondisi medis lainnya.

Diagnosis dan penanganan

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap untuk mencari tahu apa penyebab hilangnya pendengaran. Untuk melihat lebih detail, dokter akan menggunakan alat otoskop.Namun jika dokter tidak bisa menemukan penyebab pasti tuli mendadak yang terjadi, diagnosisnya adalah gangguan pendengaran akibat usia. Dokter juga bisa memberi rujukan ke audiologist untuk melakukan tes pendengaran.Lalu, bagaimana dengan penanganannya?Belum ada obat untuk gangguan pendengaran pada lansia. Jika terdiagnosis mengalami kondisi ini, dokter akan mendiskusikan langkah untuk mengoptimalkan pendengaran sekaligus kualitas hidup.Beberapa rekomendasinya seperti:
  • Menggunakan alat bantu dengar
  • Menggunakan alat bantu seperti telephone amplifier
  • Belajar bahasa isyarat atau membaca gerak bibir
Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan implan koklea. Metode ini berarti memasang alat elektronik kecil ke dalam telinga. Dengan alat ini, suara di sekitar akan terdengar lebih kencang, meski tidak mengembalikan fungsi pendengaran seperti semula.Namun, penanganan dengan implan koklea hanya digunakan pada orang yang kondisi gangguan pendengarannya sudah cukup parah.

Langkah pencegahan

Sebenarnya, gangguan pendengaran akibat penuaan bukan hal yang dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar kondisinya tidak memburuk.Jika mengalami gejala gangguan pendengaran pada lansia, coba lakukan langkah berikut:
  • Hindari paparan suara kencang yang berulang
  • Kendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes
  • Gunakan alat pelindung telinga ketika berada di lingkungan bising
Khusus untuk penderita diabetes, penting menjaga kadar gula darah tetap stabil karena gula darah tinggi dapat berdampak pada aliran darah dan oksigen. Utamanya, sirkulasi yang mengarah ke saraf dan pembuluh darah yang ada di telinga bagian dalam.Dalam jangka panjang, kondisi kadar gula darah tinggi terus menerus ini dapat merusak saraf dan pembuluh darah. Konsekuensinya, kemampuan mendengar tentu terganggu.

Catatan dari SehatQ

Gangguan pendengaran pada lansia adalah kondisi progresif. Artinya, perlahan akan terus memburuk. Ketika pendengaran sudah benar-benar hilang, ini adalah kondisi permanen.Ketika gangguan pendengaran memburuk, kemampuan mengerti kata-kata dari orang lain juga turut menurun. Namun hal ini bisa disiasati dengan menggunakan alat bantu atau melakukan penanganan sedini mungkin.Diskusikan bersama dokter tentang opsi penanganan yang bisa dipilih. Tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak hilang pendengaran pada kehidupan sehari-hari.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang antisipasi munculnya depresi hingga isolasi sosial akibat kondisi ini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan lansiagangguan pendengaranpenyakit telinga
Healthline. https://www.healthline.com/health/age-related-hearing-loss
Diakses pada 26 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/symptoms-causes/syc-20373072
Diakses pada 26 Juni 2021
NIDCD. https://www.nidcd.nih.gov/health/age-related-hearing-loss
Diakses pada 26 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait