Gangguan Narsistik Hingga Skizofrenia, Macam-Macam Gangguan Psikologis Paling Umum Terjadi

Macam-macam gangguan psikologis yang sering dialami
Menjaga kesehatan mental itu penting untuk kualitas hidup yang lebih baik

Kesehatan mental sangat penting dalam menentukan bagaimana respons seseorang menghadapi kondisi tak terduga dalam kehidupan. Namun pada beberapa orang, ada macam-macam gangguan psikologis yang terjadi karena berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, kebiasaan, hingga faktor biologis.

Meski seseorang terlihat sehat-sehat saja secara fisik, belum tentu kesehatan mentalnya berada di kondisi serupa. Itulah mengapa macam-macam gangguan psikologis tidak boleh disepelekan dan harus segera diperiksakan untuk mendapat pertolongan profesional.

Macam-macam gangguan psikologis

Pikiran ingin mengakhiri hidup atau suicidal thought bisa terjadi karena macam-macam gangguan psikologis. Salah satu yang paling banyak diderita orang di penjuru dunia adalah depresi. Secara global, setidaknya ada 264 juta orang yang terdampak depresi.

Jika dirunut lebih detil, macam-macam gangguan psikologis adalah:

1. Depresi

Perempuan lebih rentan mengalami depresi dibandingkan dengan laki-laki. Ciri-cirinya adalah rasa sedih terus menerus, kehilangan minat pada segala hal, merasa tak berguna, sulit fokus, hingga pola makan dan pola tidur berantakan.

Selain itu, orang yang mengalami depresi juga bisa merasakan keluhan secara fisik. Depresi bisa terjadi dalam jangka waktu lama atau berulang sehingga mengganggu kemampuan seseorang dalam beraktivitas.

2. Kepribadian ganda

Macam-macam gangguan psikologis berikutnya adalah kepribadian ganda yang membuat penderitanya mengalami beberapa episode ekstrem berbeda. Orang dengan kepribadian ganda bisa merasa begitu bersemangat, begitu sedih, dan semuanya berlangsung secara ekstrem.

Di seluruh dunia, WHO mencatat kepribadian ganda dialami sekitar 45 juta orang. Perlu penanganan efektif untuk mengendalikan tahapan akut dan mencegah terus berulangnya episode ekstrem.

3. Skizofrenia

Secara global, ada 20 juta orang yang mengalami skizofrenia. Ciri-cirinya adalah distorsi pikiran, persepsi, emosi, bahasa, dan perilaku. Penderitanya bisa mengalami halusinasi dan delusi sehingga sulit menjalankan aktivitas dengan normal.

Umumnya, skizofrenia terjadi saat seseorang berada di akhir usia remaja dan mulai menapaki usia dewasa. Stigma dan diskriminasi masih menjadi pengganjal pengobatan efektif bagi penderita skizofrenia.

4. Demensia

Sekitar 50 juta orang berusia lanjut mengalami demensia, menurut catatan WHO. Demensia adalah kondisi penurunan fungsi kognitif ekstrem saat seseorang menua. Walaupun demensia sebenarnya bukannya digolongkan sebagai gangguan psikologis, namun keadaan ini dapat berpengaruh pada kapasitas belajar, kalkulasi, orientasi, bahasa, dan kemampuan mengambil keputusan.

Demensia bisa terjadi karena penyakit atau cedera yang berpengaruh terhadap otak, seperti stroke dan Alzheimer. Sekarang, ada banyak pilihan penanganan untuk lansia yang mengalami demensia demi meningkatkan kualitas hidupnya.

5. Cemas berlebih

Dalam dunia medis, macam-macam gangguan psikologis yang berkaitan dengan rasa cemas berlebih disebut generalized anxiety disorder atau GAD. Berbeda dengan rasa cemas dan tegang yang umum dirasakan manusia saat berhadapan dengan situasi tertentu, penderita GAD terus menerus merasa cemas meski tanpa penyebab.

Penderita GAD akan merasa segala hal tidak akan berjalan sesuai dengan harapan. Konsekuensinya, rasa cemas ini membuat orang dengan GAD tidak dapat menuntaskan tugas sederhana.

6. OCD

Obsessive-compulsive disorder atau OCD mengakibatkan seseorang memiliki obsesi dan pikiran repetitif secara konstan. Bahkan, pikiran tersebut menyebabkan munculnya perilaku tidak penting atau tidak beralasan.

Banyak orang dengan OCD menyadari bahwa apa yang mereka lakukan tidaklah beralasan, namun mereka kesulitan menghentikannya.

7. Fobia sosial

Ada macam-macam gangguan psikologis yang membuat seseorang merasa sangat takut pada situasi sosial, disebut fobia sosial. Orang dengan fobia sosial akan merasa terhakimi saat berada di tengah keramaian, sehingga sulit untuk berkenalan dengan orang baru atau menghadiri acara sosial.\

8. Autisme

Spektrum autisme termasuk salah satu gangguan perkembangan yang dapat menyebabkan gangguan psikologis . Biasanya, autisme terdeteksi saat anak masih kecil namun jika tidak ditangani maka dalam jangka panjang menghambat fungsi dan kematangan sistem saraf pusat.

9. Gangguan narsistik

Jika ada orang yang menunjukkan keinginan dikagumi secara berlebihan atau terus menerus merasa superior, bisa jadi gejala gangguan narsistik. Ketika tidak mendapatkan apresiasi seperti yang diharapkan, orang dengan gangguan narsistik akan merasa kecewa luar biasa.

Catatan dari SehatQ

Gejala dari beberapa contoh macam-macam gangguan psikologis di atas bisa menjadi semakin buruk apabila tidak segera ditangani. Itulah mengapa sebaiknya seseorang tidak diremehkan atau bahkan dianggap “gila” saat menunjukkan gejala gangguan mental atau psikologis.

Jika bingung harus memulai dari mana, temui dokter umum untuk mendapat rujukan ke psikiater. Dengan terapi serta pengobatan yang tepat, penderita macam-macam gangguan psikologis masih bisa menjalani hari dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Tak kalah penting, lingkungan sekitar terdekat seperti keluarga dan sahabat harus memberikan dukungan untuk bisa menghadapi gangguan psikologis. Ketahui apa pemicu dan hal yang membuatnya kian buruk, lalu cari tahu cara untuk menghadapinya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health#coping

Diakses 12 April 2020

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders

Diakses 12 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-types-illness

Diakses 12 April 2020

Artikel Terkait