Gangguan Makan ARFID, Saat Penderita Selektif Memilih Makanan secara Ekstrem


ARFID merupakan gangguan makan yang membuat penderitanya selektif dalam memilih makanan. Kondisi ini memicu penurunan berat badan secara drastis, hingga mengganggu fungsi tubuh jika tak segera mendapat penanganan.

0,0
Avoidant restrictive food intake disorder atau ARFID adalah gangguan makan yang membuat penderitanya sangat selektif saat memilih makananPenderita gangguan ARFID punya kebiasaan memilih-milih makanan
Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk memilih-milih makanan sebelum mengonsumsinya. Hal tersebut memang wajar terjadi, terlebih saat Anda masih berusia anak-anak. Namun, jika kebiasaan memilih makanan berlangsung secara terus- menerus hingga mengganggu proses perkembangan dan kesehatan, maka Anda perlu berhati-hati. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan makan ARFID.

Apa itu gangguan makan ARFID?

Avoidant restrictive food intake disorder atau ARFID adalah gangguan makan yang membuat penderitanya sangat selektif saat memilih makanan. Kondisi tersebut seringkali menyebabkan kebutuhan kalori harian dan gizi penderitanya tidak terpenuhi dengan baik.Jika terjadi pada anak-anak, ARFID bisa mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan buah hati Anda, serta memicu penurunan berat badan. Sementara pada orang dewasa, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan dan memberi pengaruh buruk terhadap fungsi dasar tubuh.Gangguan makan ini mempunyai kemiripan dengan anoreksia nervosa, di mana penderitanya selektif terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh karena takut berat badan mereka naik. Bedanya, penderita ARFID tidak takut akan perubahan bentuk tubuh maupun kenaikan berat badan.

Gejala menderita gangguan makan ARFID

Gejala ARFID dapat dilihat dari perilaku dan kondisi kesehatan penderitanya. Sejumlah gejala yang umumnya dialami penderita avoidant restrictive food intake disorder, di antaranya:
  • Berat badan turun drastis
  • Selektif dalam memilih jenis makanan
  • Membatasi jumlah makanan yang masuk ke tubuh
  • Munculnya rasa takut akan muntah maupun tersedak
  • Merasa mual atau kenyang pada saat jam makan tiba
  • Memakai baju hingga berlapis-lapis untuk menyembunyikan penurunan berat badan
Perlu diingat, gejala yang dirasakan oleh masing-masing penderitanya mungkin akan berbeda satu sama lain. Jika mengalami gejala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.

Penyebab gangguan makan ARFID

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab ARFID. Meski begitu, beberapa ahli meyakini bahwa kondisi tersebut muncul karena sensitivitas ekstrem penderitanya terhadap tekstur atau rasa tertentu pada makanan. Selain itu, pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu seperti tersedak saat mengonsumsimakan makanan tertentu juga bisa menjadi pemicunya.Beberapa orang yang berisiko mengalami ARFID, antara lain:

Risiko komplikasi akibat gangguan makan ARFID

Jika tak mendapatkan penanganan, avoidant restrictive food intake disorder bisa menyebabkan komplikasi kesehatan serius pada penderitanya. Beberapa komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi, meliputi:
  • Pusing
  • Pingsan
  • Rambut rontok
  • Melemahnya otot
  • Detak jantung lambat
  • Melemahnya imunitas
  • Mengalami gangguan tidur
  • Rendahnya kadar hormon tiroid
  • Periode menstruasi yang tak normal
  • Merasa kedinginan sepanjang waktu
  • Mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit

Bagaimana cara mengatasi gangguan makan ARFID?

Cara mengatasi gangguan makan ARFID berfokus pada perbaikan asupan nutrisi dan pola pikir penderitanya terhadap makanan. Sejumlah tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi attention deficit hyperactivity disorder adalah sebagai berikut:
  • Terapi wicara untuk melatih membantu keterampilan motorik saat mengunyah makanan
  • Pemberian suplemen nutrisi oleh dokter sesuai dengan kondisi penderitanya
  • Penyesuaian menu makanan sesuai  dengan saran ahli nutrisidiet agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi
  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengubah pola pikir negatif Anda terhadap makanan tertentu menjadi lebih realistis
  • Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk membantu menangani kondisi kesehatan mental yang dapat memengaruhi ARFID
  • Konsumsi obat sesuai dengan resep dokter untuk membantu meningkatkan nafsu makan atau mengatasi gangguan kecemasan yang Anda rasakan
  • Perawatan rumah sakit jika gangguan makan yang diderita menyebabkan penurunan berat badan drastis atau menyebabkan masalah kesehatan serius

Catatan dari SehatQ

ARFID adalah gangguan makan yang membuat penderitanya selektif dalam memilih makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara drastis dan mengganggu fungsi tubuh jika tidak segera mendapat penanganan.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai mengenai gangguan makan ini dan cara mengatasinya dengan tepat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan makanmalnutrisi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327240
Diakses pada 19 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/what-is-arfid
Diakses pada 19 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait