Penyebab BAB berdarah bisa berupa gangguan medis pada saluran pencernaan
Gangguan pencernaan bisa menjadi pemicu di balik BAB berdarah

Sistem pencernaan kita terdiri dari esofagus (kerongkongan), lambung, usus kecil, usus besar atau kolon, rektum, dan anus. Penyebab BAB berdarah bisa datang dari salah satu organ tersebut.

Meski penyebabnya mungkin saja bukan kondisi medis yang serius, tetap saja penting untuk menemukan sumber perdarahan. Gejala-gejala seperti perubahan kebiasaan BAB, warna feses, warna darah serta ada tidaknya rasa sakit di area tertentu dapat memberi petunjuk kepada dokter tentang organ mana yang kira-kira mengalami perdarahan. 

Darah berwarna merah terang yang melapisi atau bercampur dengan feses biasanya berasal dari usus besar bagian bawah atau dari rektum. Sementara darah berwarna lebih gelap dan bercampur dengan feses umumnya berasal dari saluran pencernaan yang lebih di atas. Pemeriksaan feses kadangkala diperlukan untuk menetapkan diagnosis yang tepat. 

Waspadai 8 penyebab BAB berdarah ini

Beberapa gangguan pada saluran pencernaan di bawah ini dapat menjadi penyebab BAB berdarah:

  • Perdarahan saluran pencernaan atas

Penyebab BAB berdarah bisa berasal dari saluran pencernaan atas. Yang cukup sering adalah perdarahan dari ligament Treitz, yang merupakan bagian dari usus dua belas jari. Untuk memeriksa kondisi ini, dokter biasanya perlu melakukan endoskopi.

  • Fisura ani

Fisura ani adalah robekan pada dinding anus. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh konstipasi atau karena mengeluarkan feses berukuran besar dan keras.

Robekan ini bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk meredakan gejala dan mengurangi rasa sakit, Anda bisa menggunakan krim pereda sakit dan obat pelunak feses agar BAB tidak berdarah. 

  • Polip

Istilah polip sebetulnya merujuk pada tonjolan apapun yang muncul di usus. Ada beberapa jenis polip yang dibedakan dari bentuk dan histologinya. Jenis polip yang cukup sering muncul di usus adalah polip adenomatosa.

Polip adenomatosa bisa berkembang menjadi kanker usus. Jika dokter mendiagnosis polip sebagai penyebab BAB berdarah Anda, usahakan agar Anda rutin memeriksakan kesehatan guna mencegah kanker. 

  • Wasir

Wasir atau hemoroid merupakan pembengkakan pembuluh darah di anus. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa rasa gatal dan perih.

Hemoroid seringkali menjadi penyebab BAB berdarah dengan warna darah merah terang dari anus. Penyebab wasir umumnya sembelit, diare, maupun kehamilan. 

Pada sebagian besar kasus, wasir cukup diatasi dengan memperbanyak asupan serat dan air putih, serta penggunaan obat wasir yang dijual bebas. Tindakan operasi juga bisa jadi pilihan, tergantung dari jenis wasir eksternal atau internal dan tingkat keparahan gejala. 

  • Angiodisplasia

Jika tidak ada gangguan organ pencernaan yang secara jelas menjadi penyebab BAB berdarah, kemungkinan pemicunya adalah angiodisplasia.

Angiodisplasia adalah kelainan pembuluh darah di saluran cerna. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyakit ginjal dan penyakit von Willebrand

Pengobatan angiodisplasia bisa dilakukan dengan terapi hormon, transfusi darah rutin, dan pemberian suplemen zat besi. Untungnya, pada kebanyakan kasus, perdarahan karena angiodisplasia bisa berhenti dengan sendirinya. 

  • Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Jenis IBD yang paling sering terjadi adalah penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Gejala-gejala dari IBD bisa diatasi dengan penggunaan steroid atau obat yang memodifikasi kekebalan tubuh. Pada tingkat lanjut, penderita IBD mungkin harus menjalani operasi. 

  • Penyakit divertikular

Penyakit divertikular tterbagi dalam dua jenis, yaitu divertikulosis dan divertikulitis. Keduanya bisa menjadi penyebab BAB berdarah. 

Divertikulosis adalah kondisi terbentuknya kantung-kantung di usus besar karena dinding usus besar yang lemah. Jika kantung-kantung ini terinfeksi, kondisinya disebut divertikulitis. Penderita divertikulitis biasanya diberi antibiotik dan dirawat di rumah sakit. 

  • Kolitis iskemik

Kondisi ini terjadi saat aliran darah ke usus besar berkurang atau tersumbat. Hampir 90% penderitanya adalah golongan usia lanjut.

Selain menjadi penyebab BAB berdarah, kolitis iskemik juga bisa menimbulkan diare, keinginan BAB yang sulit ditahan, sakit perut, dan muntah

Untungnya, kolitis iskemik tergolong cepat sembuh dan bisa membaik dengan sendirinya. Meski demikian, ada juga kasus parah di mana penderita harus dirawat di rumah sakit dan sekitar 20% penderitanya membutuhkan tindakan operasi. 

Untuk mengatasi penyebab BAB berdarah, diperlukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan lengkap. Oleh sebab itu, jangan tunda lagi dan segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami buang air besar berdarah.

Pemeriksaan jumlah sel darah merah juga bisa dibutuhkan. Langkah ini berguna dalam memberi petunjuk tentang tingkat keparahan perdarahan dan durasi berlangsungnya penyakit yang melatarbelakangi BAB berdarah yang Anda alami.

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastrointestinal-bleeding-or-blood-in-the-stool
Diakses pada 28 Agustus 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/causes-of-bloody-stool-1124078
Diakses pada 28 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed