10 Penyakit pada Kandung Kemih yang Harus Diwaspadai

Kandung kemih dapat mengalami berbagai penyakit, mulai dari infeksi, hingga kanker
Saat urine keluar tanpa disadari, ada kemungkinan Anda mengalami penyakit pada kandung kemih.

Kandung kemih merupakan organ berbentuk kantung, terdiri dari otot dan terletak di dalam rongga panggul, yang berfungsi untuk menampung air seni. Pada saat kosong, kandung kemih mengkerut dan berbentuk seperti buah pir.

Kandung kemih yang sehat dapat menahan air seni, hingga saatnya dikeluarkan. Namun seperti organ tubuh lainnya, kandung kemih dapat mengalami masalah. Beberapa penyakit kandung kemih yang umum terjadi antara lain infeksi kandung kemih dan kanker kandung kemih.

Penyakit kandung kemih yang umum terjadi

Rasa ingin buang air kecil ini terjadi, saat kandung kemih terisi seperempat penuh. Ketika terisi, lapisan otot kandung kemih meregang dan menipis. Kondisi ini menyebabkan kandung kemih membesar dan dapat menampung air seni, kurang lebih 400-600 mL.

Jika mengalami gangguan, kandung kemih tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Setidaknya ada 10 penyakit yang bisa terjadi pada kandung kemih.

1. Infeksi atau radang kandung kemih (Cystitis)

Peradangan atau infeksi kandung kemih dapat menyebabkan nyeri akut maupun kronik, ketidaknyamanan, dan seringnya berkemih (frekuensi) atau sulit memulai berkemih.

2. Batu saluran kemih

Pembentukan batu dapat terjadi di ginjal dan akhirnya berpindah ke kandung kemih. Apabila dalam proses perpindahannya, batu saluran kemih ini menghambat aliran air seni dari ginjal menuju ke kandung kemih, nyeri yang hebat dapat dirasakan oleh penderita.

3. Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih biasanya dicurigai setelah adanya gejala air seni yang berdarah (hematuria). Merokok dan paparan terhadap bahan kimia merupakan penyebab tersering dari kanker kandung kemih.

4. Inkontinensia urine

Ini merupakan suatu kondisi kronik yang terjadi ketika air seni keluar tanpa disadari, atau tidak dapat dikontrol.

5. Kandung kemih overaktif

Penyebab dari kondisi ini adalah otot kandung kemih yang berkontraksi, di luar kendali. Hal ini menyebabkan dorongan tiba-tiba untuk membuang air seni dan inkontinensia urine.

6. Hematuria

Air seni yang berdarah seringkali tidak berbahaya. Namun beberapa kondisi seperti infeksi dan kanker kandung kemih, dapat menyebabkan hematuria.

7. Retensi urine

Air seni tidak dapat keluar dari kandung kemih karena adanya halangan atau tekanan aktivitas otot kandung kemih. Kandung kemih dapat membesar apabila menahan urine dalam jumlah banyak.

8. Sistokel

Lemahnya otot panggul menyebabkan kandung kemih menekan vagina. Hal ini dapat menimbulkan gangguan dalam buang air kecil.

9. Mengompol (nocturnal enuresis)

Yang dimaksud mengompol di sini adalah keluarnya urine anak berusia 5 tahun atau lebih saat tidur, dengan intensitas 1-2 kali dalam seminggu, selama 3 bulan.

10. Disuria

Disuria adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada saat mengeluarkan air seni. Disuria dapat disebabkan oleh infeksi, iritasi, maupun inflamasi dari kandung kemih, uretra, atau alat kelamin luar.

Pemeriksaan untuk diagnosis masalah di kandung kemih

Bila mengalami beberapa keluhan di atas, segera datang ke dokter terdekat, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berikut ini beberapa uji diagnostik yang mungkin disarankan dokter, untuk mendiagnosis keluhan yang Anda rasakan.

1. Urinalisis:

Ini merupakan tes dasar dan rutin untuk melihat kemungkinan gangguan pada ginjal atau kandung kemih. Pada urinalisis ,air seni akan diperiksa secara visual menggunakan dipstick (strip plastik tipis), dan diuji di bawah mikroskop.

2. Sistoskopi:

Ini adalah prosedur visual dengan menggunakan tabung kecil berkamera, yang dimasukkan ke dalam uretra hingga kandung kemih. Jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi dengan mengambil sampel kandung kemih dan uretra, yang dapat dikeluarkan selama sistokopi.

Selanjutnya, sampel akan diperiksa di bawah mikroskop, untuk menyingkirkan adanya kanker kandung kemih.

3. Tes urodinamik:

Pemeriksaan ini terdiri dari beberapa tes yang antara lain mengukur kapasitas kandung kemih, aliran air seni, dan tekanan air seni.

Peran kandung kemih

Selain berfungsi untuk menampung urine, kandung kemih juga berfungsi mengontrol keluarnya air seni. Pada saat air seni dikeluarkan, otot kandung kemih berkontraksi dan dua katup terbuka untuk mengalirkan air seni ke uretra.

Mengingat pentingnya peran kandung kemih bagi tubuh, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Apabila merasa mengalami gangguan pada kandung kemih, segera berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/bladder#2
Diakses pada 25 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/picture-of-the-bladder#1
Diakses pada 25 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed