Stres Setelah Melahirkan Bisa Sebabkan Depresi dan Gangguan Kecemasan


Gangguan kecemasan memang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan. Bila tidak ditangani dengan cepat, stres setelah melahirkan ini bisa menyebabkan depresi.

(0)
Stres setelah melahirkan tidak hanya dapat berpengaruh pada ibu namun juga pada bayiJangan sepelekan stres pasca melahirkan karena dapat menyebabkan depresi postpartum.
Menjadi ibu bukanlah perkara yang mudah, ada banyak kondisi yang menyebabkan ibu mengalami gangguan stres setelah melahirkan. Dalam fase ini, ibu akan banyak berpikir mengenai bayinya, kesulitan tidur, hingga mencemaskan hal-hal lain secara berlebihan. Stres pascamelahirkan penting untuk diketahui oleh calon ibu agar bisa ditangani dengan cepat. Jika gangguan kecemasan dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa menimbulkan risiko depresi pascapersalinan yang lebih serius. Simak ulasan berikut ini untuk mencegah dan mengatasi akibat yang lebih parah!

Mengenal penyebab stres setelah melahirkan

Tingkatan paling parah dari kondisi stres setelah melahirkan adalah depresi postpartum. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perubahan hormon secara signifikan pasca melahirkan.Biasanya, gangguan semacam ini muncul selama 2 minggu sejak masa kelahiran bayi. Mood ibu akan berubah-ubah dalam waktu tersebut (baby blues). Namun, bila kondisi semakin parah dan tidak mendapatkan penanganan lanjut, ibu bisa mengalami depresi postpartum. Gejala depresi yang muncul bisa saja membahayakan dirinya sendiri serta bayinya.Kecemasan usai melahirkan bisa terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh. Setelah melahirkan, ibu cenderung mengalami peningkatan nafsu makan, perubahan bentuk tubuh, dan kelelahan akibat stres atau kurang tidur.Kondisi di atas ternyata memicu perubahan hormon dan mengakibatkan ketidakstabilan emosi. Inilah yang kemudian menyebabkan munculnya rasa stres, kecemasan, hingga depresi.Selain sejumlah hal di atas, faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami depresi postpartum adalah:
  • Mengalami kesulitan menyusui bayi
  • Menjalani kehamilan di usia muda atau sudah memiliki banyak anak
  • Mengalami peristiwa sehari-hari yang membuat stres, seperti kekurangan finansial, anggota keluarga meninggal dan lainnya
  • Memiliki tantangan selama kehamilan seperti terkena penyakit, persalinan lama atau bayi lahir dengan tidak sehat
  • Menjadi korban dalam kekerasan rumah tangga 
Jika Anda mengalami masa-masa sulit pasca melahirkan, jangan ragu untuk bercerita dengan orang terdekat atau mencari bantuan medis.Baca juga: Sindrom Baby Blues atau Depresi Pascamelahirkan? Ini Bedanya

Gejala stres pasca melahirkan

Anda yang merasa mengalami gejala sebaiknya luangkan waktu untuk berkonsultasi pada dokter guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Beberapa gejala gangguan kecemasan setelah melahirkan atau stres postpartum yang harus diwaspadai agar tidak semakin parah, antara lain:1. Gejala fisik:
  • Denyut jantung meningkat dengan cepat
  • Sesak napas
  • Mengalami masalah tidur
  • Otot punggung, leher dan bahu sering tegang
  • Kehilangan selera makan
  • Pusing dan munta
2. Gejala mental:
  • Sering gugup dan ketakutan berlebihan
  • Berulang kali berpikiran negatif
  • Berpikir bahwa dirinya sendiri bukanlah ibu yang baik
  • Menghindari mengasuh bayi karena takut akan terjadi sesuatu yang buruk
3. Gejala emosionalSegera hubungi dokter jika gejala sudah semakin parah seperti:
  • Gangguan semakin buruk dan berlangsung lebih dari dua minggu.
  • Menjadi sulit merawat bayi dan melakukan aktivitas keseharian.
  • Menyakiti diri sendiri atau sudah berniat ke arah sana.
  • Berpikir untuk menyakiti bayi.
  • Berpikir untuk bunuh diri mengakhiri hidup.

Cara mengatasi stres pasca melahirkan

Untuk membantu meredakan gejala ibu stres setelah melahirkan secara sementara, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:
  • Tarik napas dan hitung hingga angka lima lalu hembuskan dengan hitungan yang sama
  • Lakukan hal yang dapat menjadi pengalih perhatian Anda seperti menonton televisi, berbicara dengan teman atau saudara, atau berjalan-jalan
  • Tuangkan keluhan Anda dengan menulis buku harian atau berbicara dengan kerabat dekat. Anda juga dapat meminta bantuan suami karena ia memiliki tanggung jawab yang besar dalam rumah tangga
  • Jaga kesehatan dengan tidur yang cukup, pola makan teratur dan ketika bayi sedang tidur ikutlah untuk tidur
  • Ingat bahwa yang ada di dalam pikiran tidak harus selalu diikuti dengan perbuatan, terutama berlaku untuk hal-hal yang negatif
  • Tahu kapan harus mencari bantuan orang terdekat maupun medis dan tidak memaksakan diri
Usahakan untuk mendapatkan pengobatan atau penanganan medis yang sesuai dengan tingkat kecemasan yang dialami.Untuk mencegah terjadinya depresi pasca melahirkan, Anda perlu meminta bantuan orang-orang terdekat untuk selalu ada dan menemani proses kehamilan hingga bayi lahir. Hindari mengurus segala keperluan sendirian dan pastikan Anda mempunyai pasangan yang tepat untuk diajak bekerja sama dalam mengurus si Kecil.

Kapan harus ke dokter?

Bagi para calon ibu, informasi ini tentu amat berguna. Pastikan memahami setiap kondisi Anda serta bayi dalam kandungan hingga waktu kelahiran tiba. Jika Anda mengalami gangguan baik fisik atau mental, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk keselamatan Anda serta sang buah hati.Sebelum menentukan pengobatan yang tepat, dokter akan mendiagnosis terlebih dulu kondisi pasien. Biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan oleh ibu, kemudian melakukan pemeriksaan penunjang bila dianggap perlu.Pemeriksaan diperlukan untuk mengantisipasi bila ternyata muncul kemungkinan penyakit lain seperti anemia atau gangguan hormon tiroid. Setelah itu, bila ibu dinyatakan menderita kecemasan postpartum (postpartum anxiety) atau PPA, maka dokter akan memberikan pendampingan dan pelayanan psikis untuk menanganinya.Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait penanganan kondisi stres setelah melahirkan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
mengatasi depresikehidupan pasca melahirkan
Parents. https://www.parents.com/parenting/moms/healthy-mom/the-other-postpartum-problem-anxiety/
Diakses pada Februari 2019
Anxiety. https://www.anxiety.org/mothers-suggestions-to-calm-postpartum-anxiety
Diakses pada 13 Maret 2019
Postpartum Depression. https://www.postpartumdepression.org/postpartum-depression/types/anxiety/
Diakses pada 13 Maret 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait