logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Gangguan Depresi Mayor dan Pengobatannya

open-summary

Gangguan depresi mayor atau depresi klinis menimbulkan kesedihan berkepanjangan. Kondisi ini dapat diredakan dengan terapi melalui pemberian obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.


close-summary

3.56

(32)

28 Jan 2021

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Gangguan depresi mayor bisa terjadi akibat seseorang dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya

Gangguan depresi mayor dapat diatasi dengan terapi

Table of Content

  • Apa saja gejala gangguan depresi mayor?
  • Mengapa seseorang bisa mengidap gangguan depresi mayor?
  • Perawatan untuk gangguan depresi mayor

Anda sering merasa sedih, tidak bergairah untuk melakukan aktivitas apapun, bahkan berpikir kalau hidup ini tidak lagi bermakna untuk dilanjutkan? Jangan sepelekan perasaan tersebut karena mungkin saja Anda sedang mengalami gangguan depresi mayor.

Advertisement

Gangguan depresi mayor, atau dikenal juga dengan istilah depresi klinis, ialah perasaan sedih yang berlarut-larut dan tidak bisa lagi diatasi hanya dengan sekedar jalan-jalan atau menyantap makanan favorit. Depresi seperti ini memengaruhi perasaan, pola pikir, hingga perilaku yang kemudian juga berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Penderita gangguan depresi mayor harus menjalani terapi jangka panjang. Meski tidak mudah, banyak pasien depresi klinis yang merasa lebih baik setelah mendapatkan terapi obat-obatan, psikoterapi, atau kombinasi keduanya.

Apa saja gejala gangguan depresi mayor?

no caption
Kesulitan konsentrasi adalah salah satu gejala depresi mayor

Merasa sedih adalah hal yang manusiawi dan biasanya akan menghilang seiring berjalannya waktu. Namun rasa sedih yang dialami oleh penderita gangguan depresi mayor berbeda. Sedih di sini biasanya dimulai sejak Anda bangun tidur di pagi hari, yang kemudian bertahan satu hari penuh, dan berlangsung setiap hari selama setidaknya 2 minggu.

Menurut panduan yang digunakan dalam mendiagnosis kelainan mental yaitu DSM-5, penderita gangguan depresi mayor juga mungkin mengidap gejala-gejala tambahan, seperti:

  • Tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan atau percintaan dengan orang lain
  • Tidak ingin melakukan aktivitas apapun
  • Lelah atau tidak berenergi yang dirasakan hampir setiap hari
  • Merasa tidak berguna atau memiliki rasa bersalah setiap hari
  • Tidak bisa berkonsentrasi dan memberi keputusan
  • Insomnia atau bahkan hipersomnia (kebanyakan tidur) hampir setiap hari
  • Memiliki niat bunuh diri beberapa kali
  • Penurunan atau bahkan kenaikan berat badan secara signifikan (lebih dari 5% berat badan semula) dalam kurun waktu sebulan

Orang lain juga bisa melihat gejala gangguan depresi mayor pada diri seseorang ketika orang tersebut tidak ingin lagi menjalin hubungan sosial. Orang depresi juga cenderung mengunci diri dari pergaulan dan tidak suka mencari kesenangan dunia (anhedonia).

Mengapa seseorang bisa mengidap gangguan depresi mayor?

Sejauh ini, penyebab pasti munculnya gejala gangguan depresi mayor pada seseorang tidak diketahui secara pasti. Kendati demikian, para ilmuwan menyimpulkan kombinasi antara gen dan zat kimia di dalam otak mungkin mengakibatkan seseorang mengidap gangguan kesehatan jiwa ini.

Selain itu, hal-hal lain yang dapat memunculkan gangguan depresi mayor antara lain:

  • Penyalahgunaan narkoba atau minuman keras
  • Penyakit fisik tertentu, seperti kanker atau hipotiroidisme
  • Obat-obatan jenis tertentu, seperti steroid
  • Mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau penyiksaan tertentu saat masih kanak-kanak, baik secara fisik maupun seksual
  • Orang tercinta meninggal dunia, bercerai, atau berpisah
  • Dikucilkan oleh orang-orang sekitar
  • Mengalami masalah besar, seperti terlilit utang
  • Mengalami perubahan besar dalam fase hidup, seperti pemutusan hubungan kerja tiba-tiba, pensiun dini, dan sebagainya.

Baca Juga

  • Ketika Situasi Memicu Stres, Bagaimana Cara Beradaptasi yang Jitu?
  • Merasa Diri Sendiri Paling Benar? Hati-Hati Terjebak Bias Kognitif
  • Mengenal Meditasi Zen untuk Mengelola Stres

Perawatan untuk gangguan depresi mayor

no caption
Konseling menjadi salah satu perawatan gangguan depresi mayor

Jika Anda merasa memiliki gejala gangguan depresi mayor yang disebut di atas, apalagi ditambah faktor risiko, segera berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau dokter yang kompeten. Tenaga medis akan membantu Anda untuk mengurangi gejala depresi dengan berbagai teknik, seperti:

1. Memberi obat-obatan

Obat-obatan yang diresepkan dokter pada penderita gangguan depresi mayor ialah obat antidepresan, penstabil mood, dan antipsikotik. Obat-obatan ini biasanya harus dikonsumsi selama 2-4 minggu atau sesuai rekomendasi dokter.

Jika Anda tidak merasa baikan setelah 4 minggu, atau telah mencoba lebih dari 2 tipe obat antidepresan, dokter akan memberi obat lain.

2. Terapi

Psikoterapi adalah metode kunci untuk mengurangi gejala gangguan depresi mayor. Ada beberapa jenis psikoterapi, tapi biasanya yang digunakan pada pasien depresi klinis adalah:

  • Konseling: dilakukan bila keluhan Anda spesifik, seperti baru saja kehilangan orang tersatang
  • Terapi kognitif perilaku: dilakukan untuk memahami cara berpikir pada penderita gangguan mayor
    Beberapa orang sudah mulai bisa merasakan manfaat terapi ini dalam beberapa bulan, tapi ada juga yang harus menjalani terapi selama bertahun-tahun.

3. Terapi stimulasi otak

Terapi stimulasi otak bukan metode utama dalam pengobatan gangguan depresi mayor, tapi bisa dilakukan bila pendekatan lain (obat-obatan maupun psikoterapi) tidak membuahkan hasil. Dalam perawatan, pasien akan diberikan opsi untuk menjalani terapi elektrokonvulsif atau stimulasi magnetik transkranial repetitif (rTMS).

Selain memperoleh perawatan atau terapi di bawah pengawasan dokter, Anda juga akan dianjurkan melakukan berbagai perubahan dalam pola hidup. Salah satunya ialah dengan lebih banyak beraktivitas fisik, semisal berolahraga. Jangan lupa bahwa dukungan keluarga amat penting untuk mempercepat penyembuhan pasien.

Penelitian yang membahas hubungan olahraga dengan perbaikan gejala depresi memang belum mencapai hasil final. Kendati demikian, olahraga tetap memiliki dampak positif bagi kesehatan mental, termasuk membuat tubuh lebih fit dan Anda tidak sering ‘mendengarkan’ kata-kata negatif dari pikiran sendiri.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai gangguan depresi mayor, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

mengatasi depresidepresipenyebab depresigangguan mentalkesehatan mentalstres

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved