Gampang, Ini Cara Mengetahui Faskes Tingkat 1 dan Kode Faskes BPJS Anda

Berikan perlindungan kesehatan pada keluarga dengan menjadi anggota BPJS Kesehatan
Dengan memahami faskes tingkat 1 dan kode faskes BPJS, Anda akan lebih mudah saat membutuhkan layanan kesehatan

Masih bingung cara menggunakan kartu BPJS Anda? Rasa-rasanya, melek informasi tentang BPJS seperti faskes tingkat 1 atau kode faskes BPJS sudah menjadi suatu keharusan. Siapa tahu Anda memerlukannya dalam kondisi darurat, kan?

Dengan memahami bagaimana mekanisme penggunanan BPJS, Anda bisa tahu langkah apa yang harus diambil ketika diperlukan. Jika belum tahu betul, mungkin Anda akan merasa bawa prosedurnya cukup rumit.

Tapi nyatanya, prosedur mengurus BPJS lewat faskes tingkat 1 cukup mudah.

Mengenal faskes tingkat 1

Tentu hal yang sering disebut berhubungan dengan BPJS adalah faskes tingkat 1. Faskes adalah singkatan dari fasilitas kesehatan. Hal ini berarti tempat pertama yang Anda datangi ketika akan berobat dengan BPJS.

Biasanya, faskes tingkat 1 adalah fasilitas kesehatan yang terletak dekat dengan tempat tinggal Anda. Tujuannya untuk memudahkan Anda mendapat pelayanan kesehatan dengan cepat, terutama di saat darurat.

Pembagian faskes tingkat 1

Hingga 1 Juni 2019, peserta program JKN mencapai 222.002.996 orang. Setiap anggota memiliki fasilitas kesehatan yang berbeda.

Menurut peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013, ada beberapa pembagian faskes tingkat 1, di antaranya:

  • Puskesmas atau yang setara
  • Praktik dokter
  • Praktik dokter gigi
  • Klinik pratama atau yang setara
  • Rumah sakit kelas D pratama atau yang setara

Prosedur berobat menggunakan BPJS

Seperti yang telah disebutkan di atas, berobat dengan BPJS berarti Anda perlu datang ke faskes 1 yang telah didaftarkan. Tahapan yang dijalani adalah:

  1. Pasien berobat ke faskes tingkat 1 yang terdaftar dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
  2. Pasien diperiksa di faskes tingkat 1
  3. Jika perlu penanganan lebih lengkap, akan dirujuk ke rumah sakit
  4. Di rumah sakit, tunjukkan kartu BPJS Kesehatan Anda
  5. Setelah diperiksa kembali, pasien akan mendapatkan fasilitas rawat jalan atau rawat inap sesuai rujukan dokter
  6. Tarif pengobatan disesuaikan dengan kelas pasien
  7. Setelah sembuh, kontrol dapat dilakukan di faskes tingkat 1

Bagaimana dengan kondisi darurat?

Dalam kondisi darurat, maka pasien dapat langsung berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit. Namun sebelumnya, pasien perlu menunjukkan kartu BPJS Kesehatan.

Dari situ, pasien dapat menjalani rawat jalan atau rawat inap sesuai kebutuhannya.

Mekanisme pembayaran BPJS

BPJS Kesehatan dapat digunakan di hampir seluruh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia. Anda bisa memeriksa kode faskes BPJS dan mencari mana yang terdekat dengan tempat tinggal Anda.

Namun terkadang tidak semua orang tahu bagaimana mekanisme pembayaran yang tepat.

Tenang saja, mekanisme pembayaran BPJS sangat mudah dan banyak pilihan tersedia. Berikut di antaranya:

  • ATM

Setelah memasukkan kartu atm, pilihlah menu BPJS Kesehatan. Kemudian, masukkan nomor virtual account lengkap dengan kelas tempat Anda terdaftar dan membayar iuran sesuai tagihan.

  • Minimarket

Tidak punya rekening bank bukan alasan untuk absen membayar iuran BPJS Kesehatan. Anda cukup datang ke minimarket dan menunjukkan nomor virtual account ke kasir.

Kemudian, kasir akan memasukkan pula nomor ponsel Anda dan membantu membayar sesuai tagihan. Jangan lupa, ada tambahan biaya Rp2.500 jika membayar lewat minimarket.

  • Kantor pos

Selain pilihan di atas, Anda juga dapat membayar iuran BPJS Kesehatan lewat kantor pos. cukup bawa KTP dan kartu BPJS Kesehatan Anda, nanti petugas akan memproses pembayaran. Tidak ada biaya tambahan ketika membayar lewat kantor pos.

  • Online

Cara paling praktis untuk membayar iuran BPJS Kesehatan adalah online melalui layanan bank atau pihak ketiga lainnya. Cukup memasukkan virtual account dan membayar sesuai kelas Anda.

Berapa besaran iuran bulanannya?

Besaran iuran BPJS Kesehatan berbeda bergantung pada kelas yang diikuti. Berikut rinciannya: 

  • Kelas 1 = Rp80.000
  • Kelas 2 = Rp51.000
  • Kelas 3 = Rp25.500

Nominal di atas adalah iuran per orang. Artinya, semisal ada 5 orang dalam satu KK menjadi anggota BPJS kelas 1, maka iuran yang perlu dibayar adalah Rp80.000 x 5 = Rp400.000.

Jika terlambat membayar iuran, maka status keanggotaannya akan dinonaktifkan sementara. Setelah tunggakan lunas, maka kartu BPJS Kesehatan bisa digunakan kembali.

PMK RI No. 71 tahun 2013. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/f175b934e36c609b33519d2ddf50e1e0.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2014/13
Diakses pada 11 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed