Mengenal Faskes Tingkat 1 dan Pelayanannya yang Bisa Anda Nikmati


Faskes tingkat 1 adalah fasilitas kesehatan yang terletak dekat dengan tempat tinggal Anda. Tujuannya untuk memudahkan Anda mendapat pelayanan kesehatan dengan cepat, terutama di saat darurat.

0,0
24 Jul 2019|Azelia Trifiana
Berikan perlindungan kesehatan pada keluarga dengan menjadi anggota BPJS KesehatanDengan memahami faskes tingkat 1 dan kode faskes BPJS, Anda akan lebih mudah saat membutuhkan layanan kesehatan
Masih bingung cara menggunakan kartu BPJS Anda? Rasa-rasanya, melek informasi tentang BPJS seperti faskes tingkat 1 atau kode faskes BPJS sudah menjadi suatu keharusan. Siapa tahu Anda memerlukannya dalam kondisi darurat, kan?
Dengan memahami bagaimana mekanisme penggunanan BPJS, Anda bisa tahu langkah apa yang harus diambil ketika diperlukan. Jika belum tahu betul, mungkin Anda akan merasa bawa prosedurnya cukup rumit.Tapi nyatanya, prosedur mengurus BPJS lewat faskes tingkat 1 cukup mudah.

Apa itu faskes tingkat 1?

Tentu hal yang sering disebut berhubungan dengan BPJS adalah faskes tingkat 1. Faskes adalah singkatan dari fasilitas kesehatan. Hal ini berarti tempat pertama yang Anda datangi ketika akan berobat dengan BPJS. Namun, tahukah Anda apa itu faskes tingkat 1?Biasanya, faskes tingkat 1 adalah fasilitas kesehatan yang terletak dekat dengan tempat tinggal Anda. Tujuannya untuk memudahkan Anda mendapat pelayanan kesehatan dengan cepat, terutama di saat darurat.

Pembagian faskes tingkat 1 BPJS Kesehatan

Hingga 1 Juni 2019, peserta program JKN mencapai 222.002.996 orang. Setiap anggota memiliki fasilitas kesehatan yang berbeda.Menurut peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013, beberapa pembagian faskes tingkat 1 BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:
  • Puskesmas atau yang setara
  • Praktik dokter
  • Praktik dokter gigi
  • Klinik pratama atau yang setara
  • Rumah sakit kelas D pratama atau yang setara
  • Faskes Penunjang: Apotik dan Laboratorium.

Prosedur berobat menggunakan BPJS Kesehatan

Seperti yang telah disebutkan di atas, berobat dengan BPJS berarti Anda perlu datang ke faskes tingkat 1 terdekat yang didaftarkan. Tahapan yang dijalani untuk berobat dari BPJS faskes tingkat 1 adalah:
  1. Pasien berobat ke faskes tingkat 1 yang terdaftar dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan
  2. Pasien diperiksa di faskes tingkat 1
  3. Jika perlu penanganan lebih lengkap, akan dirujuk ke rumah sakit
  4. Di rumah sakit, tunjukkan kartu BPJS Kesehatan Anda
  5. Setelah diperiksa kembali, pasien akan mendapatkan fasilitas rawat jalan atau rawat inap sesuai rujukan dokter
  6. Tarif pengobatan disesuaikan dengan kelas pasien
  7. Setelah sembuh, kontrol dapat dilakukan di faskes tingkat 1
Dalam kondisi darurat, maka pasien dapat langsung berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit. Namun sebelumnya, pasien perlu menunjukkan kartu BPJS Kesehatan. Dari situ, pasien dapat menjalani rawat jalan atau rawat inap sesuai kebutuhannya.

Jenis pelayanan kesehatan tingkat pertama (faskes tingkat 1)

Dilansir dari situsweb resmi BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan tingkat pertama menawarkan dua jenis layanan, di antaranya Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP). Berikut adalah penjelasan seputar kedua layanan BPJS faskes tingkat 1.

1. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)

Sejumlah manfaat yang ditawarkan layanan ini, di antaranya:

a. Pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan (promotif preventif)

  • Imunisasi secara rutin
  • Program Keluarga Berencana yang meliputi konseling dan layanan kontrasepsi, termasuk vasektomi dan tubektomi (bekerja sama dengan BKKBN)
  • Skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu, yang bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit dengan metode tertentu atau mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari penyakit tertentu.
  • Peningkatan kesehatan untuk peserta yang menderita penyakit kronis.

b. Pelayanan kuratif dan rehabilitatif (pengobatan)

  • Administrasi pelayanan
  • Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
  • Tindakan medis nonspesialistik, baik operatif maupun nonoperatif
  • Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
  • Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama.
Sementara itu, berikut adalah prosedur pelayanan yang perlu dilalui untuk mendapatkan layanan ini.
  • Peserta datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FTKP) di tempat yang telah didaftarkan sebelumnya dan mengikuti prosedur pelayanan kesehatan, menunjukkan kartu identitas peserta JKN-KIS/KIS Digital dengan status aktif dan/atau pengenal identitas lainnya yang diperlukan, misalnya KTP, SIM, atau KK.
  • Peserta memperoleh pelayanan kesehatan pada FTKP yang telah didaftarkan
  • Apabila peserta melakukan kunjungan ke luar domisilinya karena tujuan tertentu yang bukan merupakan kegiatan rutin, atau dalam keadaan darurat medis, peserta dapat mengakses pelayanan RJTP pada FKTP lain yang berada di luar wilayan FTKP terdaftar, paling banyak tiga kali kunjungan dalam waktu maksimal satu bulan di FKTP yang sama.
  • Setelah mendapatkan pelayanan, peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar bukti pelayanan yang disediakan masing-masing FKTP.
  • Apabila peserta memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan berdasarkan indikasi medis yang diterima, peserta akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sesuai dengan sistem rujukan berjenjang secara online.

2. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari RITP.a. Pendaftaran dan administrasi
b. Akomodasi rawat inap
c. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
d. Tindakan medis nonspesialistik, baik operatif maupun nonoperatif
e. Pelayanan kebidanan, ibu, bayi, dan balita yang meliputi:
  • Persalinan pervaginam (normal) bukan risiko tinggi
  • Persalinan dengan komplikasi dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar)
  • Pertolongan neonatal dengan komplikasi.
f. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
g. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama.

Mekanisme pembayaran BPJS

BPJS Kesehatan dapat digunakan di hampir seluruh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia. Anda bisa memeriksa kode faskes BPJS dan mencari mana yang terdekat dengan tempat tinggal Anda.Namun terkadang tidak semua orang tahu bagaimana mekanisme pembayaran yang tepat.Tenang saja, mekanisme pembayaran BPJS sangat mudah dan banyak pilihan tersedia. Berikut di antaranya:
  • ATM

Setelah memasukkan kartu atm, pilihlah menu BPJS Kesehatan. Kemudian, masukkan nomor virtual account lengkap dengan kelas tempat Anda terdaftar dan membayar iuran sesuai tagihan.
  • Minimarket

Tidak punya rekening bank bukan alasan untuk absen membayar iuran BPJS Kesehatan. Anda cukup datang ke minimarket dan menunjukkan nomor virtual account ke kasir.Kemudian, kasir akan memasukkan pula nomor ponsel Anda dan membantu membayar sesuai tagihan. Jangan lupa, ada tambahan biaya Rp2.500 jika membayar lewat minimarket.
  • Kantor pos

Selain pilihan di atas, Anda juga dapat membayar iuran BPJS Kesehatan lewat kantor pos. cukup bawa KTP dan kartu BPJS Kesehatan Anda, nanti petugas akan memproses pembayaran. Tidak ada biaya tambahan ketika membayar lewat kantor pos.
  • Online

Cara paling praktis untuk membayar iuran BPJS Kesehatan adalah online melalui layanan bank atau pihak ketiga lainnya. Cukup memasukkan virtual account dan membayar sesuai kelas Anda.

Berapa besaran iuran bulanannya?

Besaran iuran BPJS Kesehatan berbeda bergantung pada kelas yang diikuti. Berikut rinciannya: 
  • Kelas 1 = Rp150.000
  • Kelas 2 = Rp100.000
  • Kelas 3 = Rp35.000
Nominal di atas adalah iuran per orang. Artinya, jika ada 5 orang dalam satu KK menjadi anggota BPJS kelas 1, maka iuran yang perlu dibayar adalah Rp150.000 x 5 = Rp750.000.Jika terlambat membayar iuran, maka status keanggotaannya akan dinonaktifkan sementara. Setelah tunggakan lunas, maka kartu BPJS Kesehatan bisa digunakan kembali.
bpjs kesehatan
PMK RI No. 71 tahun 2013. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/f175b934e36c609b33519d2ddf50e1e0.pdf
Diakses pada 11 Juni 2019
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2014/13
Diakses pada 11 Juni 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait