GABA untuk Redakan Kecemasan, Efektifkah Bila Mengonsumsi Suplemennya?

(0)
11 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
GABA adalah neurotransmitter yang dikaitkan dengan penurunan rasa cemas dan stresAktivitas GABA di otak disebutkan dapat mengurangi rasa cemas dan stres
Sistem saraf memiliki beragam jenis neurotransmitter, senyawa kimia yang bertugas dalam penyampaian sinyal. Salah satu neurotransmitter yang mungkin belum terlalu akrab dengan Anda adalah GABA atau asam gamma-aminobutirat. GABA tersedia dalam bentuk suplemen karena efek positifnya terhadap kondisi psikologis. Apa saja klaim manfaat suplemen GABA?

Apa itu GABA?

GABA  atau asam gamma-aminobutirat adalah asam amino yang bertindak sebagai neurotransmitter. Sebagai neurotransmitter, GABA berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf. GABA dikategorikan sebagai neurotransmitter inhibisi (penghambat) karena  bekerja dengan menghambat sinyal otak tertentu dan mengurangi aktivitas di sistem saraf.GABA banyak tersebar di dalam neuron korteks. Neurotransmitter ini juga dapat menempel pada protein yang disebut reseptor GABA. Aktivitas penempelan GABA tersebut akan memberikan efek menenangkan sehingga membantu meredakan kondisi-kondisi berikut ini:
  • Rasa cemas
  • Stres
  • Rasa takut
  • Mencegah kejang
Secara alami, otak melepaskan GABA di penghujung hari untuk merangsang rasa kantuk serta ‘mengajak’ tubuh untuk beristirahat. Karena efeknya yang positif terhadap kondisi psikologis, beberapa obat perangsang tidur dan pereda kecemasan juga bekerja dengan meningkatkan aktivitas GABA.GABA terkandung dalam beberapa makanan fermentasi, termasuk kimchi, miso, dan tempe. GABA juga tersedia dalam bentuk suplemen yang kini mulai populer dikonsumsi.

Obat-obatan yang meningkatkan kadar GABA di otak

Beberapa obat disebutkan dapat merangsang peningkatan GABA atau neurotransmitter lain yang fungsinya mirip dengan GABA. Obat tersebut diresepkan dokter untuk menangani penyakit tertentu.Misalnya, benzodiazepin berpotensi membantu memulihkan orang yang mengalami depresi. Hal ini diyakini karena benzodiazepin dapat bekerja pada reseptor neurotransmitter tertentu, termasuk reseptor GABA. Kondisi psikologis seperti depresi pun dikaitkan dengan kadar GABA yang rendah di dalam otak.Gabapentin, yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi kejang, juga memiliki struktur kimia yang mirip dengan GABA.Walau memiliki efek yang positif, belum jelas jika efektivitas obat-obat di atas memang berkaitan dengan reseptor GABA atau tidak.

GABA dalam suplemen dan produk olahan

Karena memiliki efek yang positif untuk kondisi psikologis, GABA juga tersedia dalam bentuk suplemen. Bahkan, pelaku industri juga mencampurkan GABA ke produk-produk tertentu. Pencampuran GABA ke produk makanan dilakukan dengan memfermentasikan jenis bakteri asam laktat.Beberapa makanan yang dicampurkan GABA, yaitu:
  • Minuman olahraga
  • Snack bar
  • Permen karet
  • Permen

Adakah manfaat suplemen GABA?

Belum begitu jelas manfaat dari suplemen GABA. Walau dikonsumsi dalam bentuk suplemen pun, diperkirakan bahwa kadar yang masuk ke dalam otak juga cenderung sedikit.Berikut beberapa penggunaan suplemen GABA dan sains di baliknya:

1. Meredakan kecemasan

Menurut sebuah studi kecil, penggunaan GABA dilaporkan dapat meningkatkan rasa rileks. Efek suplemen GABA tersebut juga disebutkan dapat terasa dalam satu jam setelah penggunaan.

2. Mengatasi insomnia

Menurut sebuah studi dalam Journal of Clinical Neurology, responden yang mengonsumsi 300 miligram GABA satu jam sebelum tidur dapat beristirahat lebih cepat dibandingkan dengan kelompok plasebo. Responden yang mengonsumsi suplemen GABA juga melaporkan peningkatan kualitas tidur empat minggu setelah memulai treatment.Hanya saja, studi lanjutan akan diperlukan karena riset di atas hanya melibatkan 40 orang responden.

3. Menurunkan tekanan darah

Di samping mengatasi kondisi psikologis, suplemen GABA juga banyak digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Dalam riset pada tahun 2003, konsumsi susu fermentasi yang mengandung GABA dilaporkan membantu menurunkan tekanan darah setelah dua minggu.Responden studi tahun 2009 juga mendapatkan temuan yang sama, dengan mengonsumsi suplemen Chlorella yang mengandung GABA dua kali sehari.

4. Mengatasi stres dan kelelahan

Beberapa studi mengaitkan efek suplemen GABA dengan penurunan lelah mental dan fisik. Misalnya, dalam sebuah riset yang dipublikasikan di Jepang,  konsumsi 25 mg atau 50 mg GABA membantu mengurangi kelelahan fisik dan mental.Riset lain tahun 2009 juga mendapatkan temuan sejenis untuk meredakan stres, namun dengan mengonsumsi cokelat yang mengandung 28 mg GABA.Walau menjanjikan, studi lebih lanjut diperlukan untuk menguatkan temuan-temuan di atas.

Efek samping suplemen GABA

Riset terkait efek samping suplemen GABA juga cenderung sedikit. Beberapa efek samping yang sudah dilaporkan, yaitu:
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kantuk
  • Lemah otot
Karena GABA dapat menyebabkan kantuk, pastikan Anda tidak mengonsumsinya sebelum melakukan aktivitas yang menuntut konsentrasi. Berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu juga sangat disarankan sebelum membeli suplemen GABA.

Catatan dari SehatQ

GABA adalah neurotransmitter di otak yang disebutkan dapat mengatasi rasa cemas. GABA tersedia dalam bentuk suplemen dan dikaitkan dengan manfaat tertentu. Sebelum mencoba suplemen GABA, Anda dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.
kesehatan mentalgangguan kecemasansistem saraf
Healthline. https://www.healthline.com/health/gamma-aminobutyric-acid
Diakses pada 28 Juli 2020
Medical News Today.  https://www.medicalnewstoday.com/articles/326847
Diakses pada 28 Juli 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6031986
Diakses pada 28 Juli 2020
Web MD. https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/gaba-uses-and-risks
Diakses pada 28 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait