Fungsi Yodium dan Bahayanya Jika Tubuh Kekurangan Zat Ini

(0)
31 Dec 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi yodium adalah mengubah hormon stimulasi tiroid menjadi triiodotironin dan tiroksinYodium atau iodine terdapat dalam garam yodium, udang, hingga plum kering
Slogan “Jangan lupa konsumsi garam beryodium” mungkin sering Anda dengar. Kekurangan yodium pun dikaitkan dengan penyakit, seperti penyakit gondok. Sebenarnya, apa itu yodium? Bagaimana tanda tubuh kekurangan zat gizi ini?

Apa itu yodium?

Yodium adalah mineral mikro (trace mineral) yang amat penting untuk kinerja tubuh. Sebagai jenis mineral mikro, yodium memang dibutuhkan dalam jumlah yang kecil. Hanya saja, diperkirakan 2 miliar masyarakat dunia menderita kekurangan yodium.Yodium sering disebut juga dengan iodin, iodine, atau iodium.

Apa fungsi yodium untuk tubuh?

Fungsi yodium adalah membantu mengubah hormon stimulasi tiroid menjadi triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Pengubahan hormon tersebut penting bagi hormon tiroid agar dapat berfungsi dengan normal.Beberapa fungsi hormon-hormon tiroid tersebut, termasuk:
  • Menjaga metabolisme tubuh.
  • Memelihara kesehatan tulang.
  • Berperan dalam respons imun.
  • Membantu perkembangan sistem saraf pusat.

Gejala tubuh kekurangan yodium

Kekurangan yodium dapat menimbulkan gejala yang tidak mengganggu. Karena yodium memengaruhi hormon-hormon tiroid, sebagian besar gejala defisiensi yodium berkaitan dengan fungsi hormon tiroid.Berikut ini gejala jika tubuh kekurangan yodium:

1. Pembengkakan di leher (gondok)

Pembengkakan di leher, atau goiter, merupakan gejala kekurangan yodium yang utama. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar tiroid terlalu bekerja keras karena kurangnya yodium di tubuh. Karena bekerja melebihi batas wajar, ukuran kelenjar tiroid pun membengkak.
Penyakit gondok kekurangan yodium
Kekurangan yodium dapat menimbulkan pembengkakan di leher atau gondok
Apabila ditangani dengan cepat, goiter dapat mengecil dengan asupan yodium yang cukup. Jika tidak segera ditangani, risiko pembengkakan secara permanen dapat terjadi.

2. Kenaikan berat badan yang tak disangka

Hormon tiroid berfungsi dalam proses metabolisme, yaitu proses pengubahan makanan menjadi energi. Kadar hormon tiroid yang rendah menyebabkan hanya sedikit energi yang dibakar. Sebagai akibatnya, kalori dari makanan akan disimpan sebagai lemak.

3. Rasa lelah dan lemah

Karena hormon tiroid berperan dalam metabolisme energi, kekurangan yodium akan mengganggu proses tersebut. Produksi energi yang menurun, tak diayal lagi, menyebabkan rasa lelah dan lemah pada penderitanya.

4. Rambut rontok

Hormon tiroid juga berfungsi dalam pengendalian pertumbuhan folikel rambut. Jika kadar hormon ini rendah, termasuk tubuh kekurangan yodium, folikel rambut akan berhenti beregenerasi. Akibatnya, rambut akan menjadi mudah rontok.

5. Kulit kering dan mengelupas

Regenerasi kulit dapat terganggu jika tubuh kekurangan yodium dan hormon tiroid. Sebab, hormon ini pun juga memeliharan kesehatan kulit.Orang yang tubuhnya kekurangan hormon tiroid pun cenderung lebih sulit berkeringat. Padahal, keringat penting agar kulit senantiasa terjaga kelembapannya.Regenerasi kulit yang terganggu dan rendahnya produksi keringat, sama-sama menimbulkan kulit kering dan mengelupas.

6. Merasa kedinginan yang tak biasanya

Gejala kedinginan masih berkaitan dengan fungsi hormon tiroid untuk metabolisme tubuh. Kadar hormon tiroid yang rendah, termasuk karena kekurangan yodium, dapat melambatkan proses metabolisme. Metabolisme yang lambat membuat produksi rasa panas menjadi turun, sehingga penderitanya akan merasa kedinginan.

7. Perubahan detak jantung

Terlalu sedikit yodium atau iodin dapat menimbulkan detak jantung menjadi lambat. Pada kasus kekurangan yodium yang parah, detak jantung yang melambat tersebut dapat menimbulkan rasa lelah, lemah, pusing, dan pingsan.

8. Sulit memahami dan mengingat

Kadar hormon tiroid yang rendah, termasuk karena kekurangan yodium, juga memengaruhi perkembangan otak. Gangguan kekurangan yodium ini termasuk dalam memahami dan mengingat sesuatu.

9. Gangguan kehamilan

Ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang rentan kekurangan yodium. Apabila kebutuhan yodium tidak tercukupi, fungsi hormon tiroid pun dapat terganggu. Ibu hamil yang kekurangan yodium akan mengalami gejala seperti leher yang membengkak, rasa lemah, lelah, dan kedinginan.Sementara itu, sang bayi yang kekurangan mineral mikro ini akan mengalami gangguan pada perkembangan otak dan pertumbuhan fisik.

10. Mentruasi yang berat dan tidak teratur

Seperti kebanyakan gejala di atas, masalah pada menstruasi pun berkaitan dengan fungsi hormon tiroid. Sebab, rendahnya kadar hormon tiroid dapat mengganggu penyampaian sinyal dari hormon-hormon yang berkaitan dengan siklus mentruasi.Sebagai akibatnya, wanita yang kekurangan yodium berisiko untuk mengalami menstruasi tidak teratur dengan perdarahan yang berat.

Sumber yodium yang tak sulit dicari

Cara terbaik mendapatkan yodium adalah menambahkan sedikit garam yang mengandung yodium ke makanan dan sajian Anda. Sekitar setengah sendok teh garam beryodium cukup untuk mencegah defisiensi.Selain garam beryodium, beberapa makanan ini juga menjadi sumber yodium yang sehat:
Rumput laut sumber yodium
Rumput laut merupakan salah satu sumber yodium

Catatan dari SehatQ

Yodium adalah mineral yang penting untuk tubuh. Rutin mengonsumsi makanan sehat di atas dapat membantu mencegah defisiensi.Apabila Anda merasa membutuhkan suplemen, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, kelebihan yodium pun dapat menjadi kondisi yang berbahaya.
kelenjar tiroidhormon tiroidkekurangan yodium
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/iodine-deficiency-symptoms
Diakses pada 30 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/288471.php
Diakses pada 30 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait