Kecil-Kecil Cabe Rawit, Kenali Pentingnya Fungsi Uretra pada Tubuh Anda!

Kondisi yang menyebabkan fungsi uretra terganggu dapat menyebabkan komplikasi pada saluran kencing
Walaupun sekecil cabe rawit, uretra mempunyai peran besar pada tubuh manusia.

Pada ujung penis pria, terdapat sebuah lubang kecil yang merupakan muara dari saluran kencing. Saluran kencing inilah yang dinamakan uretra. Bentuknya seperti pipa kecil dengan panjang sekitar 15 sampai 25 cm, lebih panjang daripada uretra wanita. Uretra menempel pada kandung kemih di salah satu ujungnya, menembus prostat, dan berujung pada penis.  

Fungsi Uretra untuk Pria

Meski hanya berupa lubang kecil, tapi ternyata fungsi uretra sangat penting pada tubuh manusia. Berikut adalah fungsi uretra pada pria:

1. Tempat Keluarnya Air Seni

Jika kandung kemih (buli-buli) terisi penuh, air seni akan mengalir melalui uretra untuk dikeluarkan dari tubuh. Mungkin fungsi ini terlihat sepele, tapi sebenarnya lancar atau tidaknya air seni dapat keluar dari tubuh sangatlah penting, karena:

  • Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
  • Mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh, termasuk zat sisa obat yang kita minum
  • Mempengaruhi tekanan darah

Jika aliran air seni lewat uretra terganggu, dampak yang lebih serius dapat terjadi pada saluran kencing secara keseluruhan, mulai dari peningkatan risiko infeksi saluran kencing sampai gagal ginjal yang dapat berakibat fatal.

2. Tempat Keluarnya Semen (Air Mani)

Pada pria, selain menjadi saluran keluarnya air seni, uretra juga berfungsi sebagai saluran keluarnya semen. Sperma yang diproduksi oleh testis disimpan dalam epididimitis. Saat ereksi, sperma dialirkan menuju uretra. Ketika melewati bagian uretra yang dikelilingi oleh prostat, cairan produksi prostat ditambahkan yang akhirnya membentuk semen. Cairan inilah yang kemudian akan dikeluarkan dari lubang uretra di ujung penis saat ejakulasi.

[[artikel-terkait]]

Gangguan Fungsi Uretra

Fungsi uretra dapat terganggu akibat beberapa kondisi yang menyebabkan peradangan. Gejala yang umumnya dialami jika ada gangguan pada uretra, antara lain:

  • Rasa kebelet yang terus-menerus dirasakan, walaupun Anda sudah buang air kecil
  • Sakit saat buang air kecil
  • Uretra terasa sakit atau panas
  • Keluar lendir atau nanah dari uretra
  • Aliran air seni tidak lancar
  • Keluar darah saat buang air kecil
  • Kandung kemih masih terasa penuh setelah buang air kecil
  • Nyeri saat ejakulasi

Sementara itu, berikut adalah beberapa penyebab peradangan uretra:

  • Infeksi Saluran Kencing

Sering disebabkan oleh kuman dari dubur yang masuk ke dalam uretra dan kemudian berkembang biak.

Radang pada uretra dapat disebabkan oleh infeksi virus ataupun bakteri. Uretritis dapat merupakan bagian dari penyakit menular seksual.

Radang pada uretra yang tidak disebabkan oleh infeksi. Dapat disebabkan oleh iritasi uretra akibat pemakaian zat kimia, misalnya sabun, parfum, tisu, kondom, spermisida, dan lain-lain.

  • Striktur Uretra

Striktur uretra merupakan keadaan di mana uretra menyempit sehingga mengganggu aliran air seni atau semen keluar dari uretra. Ditemukan jaringan parut pada uretra akibat radang ataupun cedera. Sering juga disebabkan oleh kelainan bawaan.

  • Uretra Tersumbat

Uretra dapat tersumbat oleh batu saluran kemih, pembesaran prostat, jaringan parut, kelainan saraf, dan kelainan bawaan lahir.

  • Radang Prostat (Prostatitis)

Jika terjadi radang pada prostat, prostat yang membengkak dapat mendesak uretra yang dikelilinginya, sehingga aliran pada uretra terganggu.

Tips Menjaga Kesehatan Uretra

Untuk menjaga kesehatan uretra Anda dan mencegah kondisi-kondisi di atas, beberapa cara sederhana dapat Anda lakukan. Salah satu cara yang paling penting adalah minum air dalam jumlah yang cukup setiap harinya.

Perhatikan warna air seni setiap kali Anda buang air kecil. Tanda Anda terhidrasi dengan baik adalah air seni yang bening serta tidak berbau. Cara lain yang dapat Anda lakukan, yaitu tidak menahan kencing. Sesibuk apa pun Anda, segera pergi ke toilet jika merasa ingin buang air kecil.

Selain itu, makanan yang terlalu pedas, asam, atau tinggi gula ternyata dapat mengiritasi uretra Anda. Jadi, jangan konsumsi makanan-makanan tersebut secara berlebihan.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1972482-overview#a2
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1899097-overview#a2
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/male-urethra#1
Diakses pada Mei 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/urinary-tract-how-it-works. Diakses pada Mei 2019

Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urethral-stricture-disease#Symptoms
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/guide/male-reproductive-system#2
Diakses pada Mei 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/anatomyvideos/000121.htm
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/pain-in-urethra
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324617.php
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed