Fungsi Tenggorokan Ternyata Penting dalam Sederetan Sistem Tubuh Ini

Fungsi tenggorokan penting dijaga karena berkaitan dengan pernapasan, pencernaan serta daya tahan tubuh
Fungsi tenggorokan untuk tubuh penting dijaga sebab melibatkan banyak sistem penting

Di musim hujan seperti sekarang, salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul adalah sakit tenggorokan akibat batuk dan pilek. Jika sudah terjadi, rasa tidak enak saat menelan maupun rasa gatal di tenggorokan membuat keseharian menjadi tidak nyaman. Saat-saat ini jugalah yang membuat fungsi tenggorokan menjadi terganggu.

Tenggorokan sebenarnya adalah organ yang cukup istimewa. Sebab, ia berperan di dua mekanisme penting tubuh, yaitu pernapasan dan pencernaan. Kedua peran itu dimainkan secara apik dengan kerjasama dari berbagai organ lain, seperti laring hingga esofagus atau kerongkongan.

Tenggorokan, organ penting bagi pernapasan dan pencernaan

Gambar tenggorokan dan masing-masing bagiannya
Gambar tenggorokan dan bagian-bagiannya

Tenggorokan adalah organ yang terletak di belakang mulut, di bawah lubang hidung, dan di atas kerongkongan serta jalur udara utama yang disebut trakea. Organ ini, merupakan bagian dari sistem pernapasan sekaligus sistem pencernaan. Di dalam dunia medis, tenggorokan disebut juga dengan istilah faring.

Jika diurutkan dari atas ke bawah, tenggorokan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Nasofaring di bagian atas
  • Orofaring di bagian tengah
  • Hipofaring atau laringofaring di bagian bawah

Nasofaring dan laringofaring merupakan bagian dari sistem pernapasan, sedangkan orofaring berperan pada sistem pencernaan maupun pernapasan.

Fungsi tenggorokan dalam sistem pencernaan dan pernapasan

Tenggorokan berbentuk seperti tabung berotot yang dapat menjadi saluran tempat lewatnya makanan maupun udara. Organ ini terbuat dari otot, dan bagian bawahnya bercabang menjadi dua saluran yang lebih kecil. Saluran yang satu dinamakan esofagus atau kerongkongan dan saluran yang lain dinamakan laring.

Kedua percabangan tersebutlah yang akan membantu peran tenggorokan dalam sistem pencernaan maupun pernapasan.

• Fungsi tenggorokan dalam proses pencernaan

Peran dan fungsi tenggorokan untuk sistem pencernaan, dimulai saat kita menelan makanan. Makanan yang kita telan akan masuk ke tenggorokan lalu turun ke esofagus, yang tersambung langsung ke lambung.

• Fungsi tenggorokan dalam proses pernapasan

Sementara itu, peran dan fungsi tenggorokan untuk sistem pernapasan, dimulai saat udara yang dihirup telah melewati hidung. Udara yang masuk ke tenggorokan akan diteruskan ke laring yang kemudian akan meneruskannya lebih jauh ke trakea serta paru-paru.

Lalu, bagaimana caranya tenggorokan membedakan jalur makanan serta udara? Kuncinya ada pada organ kecil bernama epiglotis, yang merupakan bagian dari tenggorokan. Epiglotis terletak di sebelah kiri dan kanan tenggorokan, dan berperan layaknya pintu koboi yang membuka dan menutup sesuai kebutuhan.

Saat Anda menelan makanan atau minuman, epiglotis akan menutup laring, sehingga asupan tersebut langsung masuk ke kerongkongan, dan tidak menuju jalur pernapasan. Saat epiglotis terlambat menutup, makanan atau minuman bisa masuk ke laring dan menyebabkan Anda tersedak.

Untuk mengeluarkannya, tubuh secara otomatis akan terbatuk, sebagai usaha untuk mengeluarkan sumbatan di jalan napas tersebut. Selain itu faring juga memiliki fungsi dalam berbicara dengan berkerja bersama organ-organ dan otot bicara lainnya untuk menghasilkan suara.

Fungsi tenggorokan untuk sistem pertahanan tubuh

Selain berperan dalam proses pencernaan dan pernapasan, tenggorokan juga berperan untuk sistem pertahanan tubuh. Fungsi tenggorokan ini dijalankan oleh bagian lainnya yang bernama tonsil dan adenoid.

Tonsil terletak di belakang rongga mulut, sebelah kiri dan kanan. Anda mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan amandel. Sementara itu, adenoid berlokasi di belakang hidung. Keduanya dapat membantu tubuh melawan infeksi.

Namun pada kondisi tertentu, seperti saat ada pembengkakan, keduanya bisa saja perlu diangkat melalui operasi, agar tidak menutupi jalan napas. Pengangkatan tonsil maupun adenoid tidak akan mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, karena masih ada bagian-bagian tubuh lain yang bisa menggantikannya untuk tugas tersebut.

Gangguan yang bisa terjadi di tenggorokan

Sakit tenggorokan mudah terjadi karena infeksi virus dan bakteri
Sakit tenggorokan sering disebabkan karena infeksi

Banyaknya komponen yang melewati tenggorokan, dan membuatnya rentan terhadap berbagai gangguan, seperti infeksi dan peradangan. Berikut ini, beberapa penyakit yang bisa menyebabkan terganggunya fungsi tenggorokan.

1. Infeksi virus

Virus bisa menjadi penyebab dari banyak penyakit yang menyerang tenggorokan, seperti:

  • Flu dan batuk
  • Laringitis atau radang kotak suara
  • Mononukleosis
  • Gondongan
  • Herpangina

2. Infeksi bakteri

Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan gangguan di tenggorokan. Beberapa kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri di tenggorokan di antaranya:

  • Tenggorokan gatal dan kering
  • Peradangan pada tonsil atau tonsilitis dan adenoid atau adenoitis
  • Peradangan pada epiglotis
  • Peradangan pada jaringan di sekitar tonsil

3. Iritasi dan cedera

Jika sakit tenggorokan yang Anda alami berlangsung lebih dari satu minggu, maka kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh iritasi, cedera pada tenggorokan, maupun kondisi berikut ini:

  • Iritasi karena udara yang kering dan penuh polusi
  • Bernapas lewat mulut saat hidung sedang mampet
  • Asam lambung yang naik ke tenggorokan (GERD)
  • Cedera pada bagian belakang tenggorokan akibat jatuh atau tertusuk benda tajam
  • Kelelahan kronis

Apabila Anda mengalami sakit tenggorokan, sebaiknya hindari makanan yang berminyak dan manis untuk sementara waktu. Selain itu, perbanyak minum air putih dan tidak mengonsumsi minuman yang bisa membuat kondisi semakin parah, seperti soda.

Jika sakit tenggorokan tidak juga reda setelah tiga hari, sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sesuai dengan penyebabnya.

Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/science/human-digestive-system/Pharynx#ref212870
Diakses pada 9 Januari 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/biology-of-the-ears,-nose,-and-throat/throat
Diakses pada 9 Januari 2020

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/nose-and-throat
Diakses pada 9 Januari 2020

Children Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/conditions-diseases/throat-anatomy-and-physiology
Diakses pada 9 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed