Berkenalan dengan Sel Darah Merah (Eritrosit) dan Fungsinya dalam Tubuh


Darah manusia memiliki beberapa komponen dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Komponen yang paling banyak setelah plasma darah adalah sel darah merah, alias eritrosit. Sel inilah yang memberi warna merah pada darah dan bertugas sebagai sistem transportasi oksigen.

0,0
28 Jul 2021|Rena Widyawinata
sel darah emrah (eritrosit) mengandung hemoglobin yang mengangkut oksigenEritosit merupakan salah satu komponen darah yang bertugas mengangkut oksigen
Rata-rata, terdapat sekitar 5 liter darah dalam tubuh manusia dewasa. Darah memiliki peranan penting sebagai sistem transportasi nutrisi dan zat penting lainnya di dalam tubuh. Salah satu komponen darah yang penting adalah sel darah merah, alias eritrosit.Eritrosit merupakan salah satu jenis dari empat komponen darah lainnya. Simak ulasan lengkap mengenai sel darah merah dalam artikel berikut ini.

Fungsi sel darah merah bagi tubuh manusia

Bentuk sel darah merah yang elastis berguna untuk mengangkut oksigen ke pembuluh terkecil
Bentuk sel darah merah yang elastis berguna untuk mengangkut oksigen ke pembuluh terkecil
Dijelaskan dalam National Cancer Institute, sel darah merah (eritrosit) adalah salah satu komponen darah yang berfungsi mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.Dalam sel darah merah, terdapat suatu protein yang disebut dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin inilah yang berfungsi mengikat oksigen, sekaligus memberikan warna merah pada darah.Sel darah merah berbentuk bulat dan pipi, dengan cekungan di tengahnya, menyerupai donat tanpa lubang di tengahnya. Dinding selnya bersifat elastis agar dapat menyesuaikan diri dan mengalir dengan lebih mudah melalui pembuluh darah yang sempit.Pembentukan sel darah merah terjadi di sumsum tulang. Proses ini disebut dengan erythropoiesis. Proses ini setidaknya memakan waktu selama dua hari.Meski demikian, tubuh kita mampu menciptakan sekitar 2 juta sel darah merah setiap detiknya. Sel darah merah umumnya berumur sekitar 120 hari (3 bulan) sampai akhirnya nanti mati dan dibersihkan dari sirkulasi melalui proses fagosit sel di limpa dan hati.

Kadar eritrosit normal dalam tubuh

Kadar eritrosit normal dapat diketahui melalui pemeriksaan darah lengkap
Kadar eritrosit normal dapat diketahui melalui pemeriksaan darah lengkap
Untuk memeriksa atau menghitung jumlah sel darah merah normal, biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan darah lengkap, alias complete blood count (CBC). Dalam tes ini, komponen darah lainnya juga akan ikut dihitung, seperti jenis-jenis sel darah putih, trombosit (platelet atau keping darah), dan plasma darah.Berhubungan dengan sel darah, terdapat beberapa komponen yang juga ikut dihitung dalam pemeriksaan darah lengkap.Merujuk pada publikasi yang dimuat dalam National Center for Biotechnology Information, beberapa komponen sel darah merah yang ikut diperiksa saat menjalani pemeriksaan hematologi lengkap, antara lain:
  • Jumlah sel darah merah (eritrosit)
  • Hemoglobin
  • Hematokrit: persentase sel darah merah di dalam darah
  • MCV: rata-rata ukuran sel darah merah
  • MCH: jumlah rata-rata hemoglobin di dalam darah
  • MCHC: konsentrasi rata-rata hemoglobin di dalam sel darah merah
Hasil pemeriksaan darah lengkap nantinya dapat membantu dokter untuk menentukan diagnosis, seperti anemia, leukemia, dehidrasi, atau malnutrisi.Pria dan wanita memiliki kadar normal eritrosit yang berbeda-beda, begitu juga anak-anak. Secara garis besar, berikut ini adalah kadar normal sel darah merah orang dewasa:
  • Laki-laki: 4,7-6,1 juta per mikroliter darah
  • Perempuan: 4,2 - 5,4 juta per mikroliter darah
  • Anak-anak: 4-5,5 juta per mikroliter darah
Perbedaan usia dan jenis kelamin pada anak juga dapat memengaruhi jumlah normal eritrosit. Selain itu, beberapa laboratorium mungkin saja mempunyai nilai rujukan yang berbeda-beda untuk pemeriksaan sel darah merah.Sementara itu, kadar normal hemoglobin dalam sel darah manusia, yakni:
  • Laki-laki: 13,5-17,5 g/dL
  • Perempuan: 12-15,5 g/dL

Kondisi kesehatan yang memengaruhi jumlah normal eritrosit

Pusing merupakan salah satu tanda Anda kekurangan sel darah merah (anemia)
Pusing merupakan salah satu tanda Anda kekurangan sel darah merah (anemia)
Hasil pemeriksaan sel darah yang abnormal biasanya mengindikasikan adanya suatu kondisi kesehatan yang mendasari. Misalnya, hasil tes Anda menunjukkan kadar eritrosit yang rendah. Ini berarti Anda mungkin saja mengalami anemia.Namun, perlu diingat bahwa anemia bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala dari penyakit lain yang mendasarinya.Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan sel darah merah rendah dan mengalami anemia, antara lain:
  • Kekurangan zat besi (anemia defisiensi zat besi)
  • Kekurangan vitamin B-12 (anemia defisiensi vitamin B-12)
  • Kekurangan asam folat (anemia defisiensi folat)
  • Perdarahan
  • Thalasemia, kelainan genetik yang menyebabkan sel darah merah dan hemoglobin rendah
  • Hipotiroid
  • Kanker yang menyerang tulang belakang, seperti leukemia
  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
Sementara itu, jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar eritrosit Anda tinggi melebihi normal, beberapa kondisi yang mungkin Anda alami, antara lain:
  • Polisitemia vera
  • Dehidrasi
  • Tinggal di dataran tinggi
  • Muntah berlebihan (sehingga menyebabkan dehidrasi)
  • Aktivitas atau olahraga berlebihan
  • Perokok berat
  • Penyakit paru-paru
  • Mengalami luka bakar
Untuk mengatasi masalah kadar sel darah merah yang abnormal, biasanya dokter akan melakukan berdasarkan penyebabnya. Jika anemia yang Anda alami akibat kekurangan zat besi atau vitamin tertentu, dokter akan merekomendasikan makanan penambah darah atau asupan suplemen vitamin tertentu.Hasil pemeriksaan juga menjadi salah satu cara dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang paling tepat.Beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan ketika jumlah sel darah merah Anda abnormal, antara lain pusing, kelelahan, sesak napas, lemas, dan kulit pucat. Jika kondisi ini terus terjadi, segeralah periksakan diri Anda ke dokter. Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan hematologi lengkap untuk menemukan penyebabnya.Jika gejala yang muncul masih sangat awal, tak ada salahnya juga Anda mencoba berkonsultasi dengan dokter secara online melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sel darahdarahsel darah merah
Lab Tests Online. https://labtestsonline.org/tests/red-blood-cell-count-rbc
Diakses pada 24 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-red-blood-cell-count/basics/definition/sym-20050858
Diakses pada 24 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hemoglobin-test/about/pac-20385075
Diakses pada 24 Juni 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/anatomyvideos/000104.htm
Diakses pada 24 Juni 2021
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/hematology-and-oncology/approach-to-the-patient-with-anemia/red-blood-cell-production
Diakses pada 24 Juni 2021
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/erythrocyte.
Diakses pada 24 Juni 2021
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2263/
Diakses pada 24 Juni 2021
University of Rochester Medical Centre. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentID=34&ContentTypeID=160
Diakses pada 24 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait