Fungsi Rambut pada Kulit, Atur Suhu Tubuh Hingga Kurangi Gesekan

(0)
29 Aug 2020|Azelia Trifiana
Fungsi rambut ketiak dapat menambah daya tarikMeski terkadang membuat penampilan tak menarik rambut ketiak bisa menambah daya tari
Ketika memasuki fase pubertas, mulai tumbuh rambut di beberapa bagian tubuh seperti ketiak dan kemaluan. Untuk perempuan, rambut ini bisa muncul pada usia 10-12 tahun, sementara pada laki-laki pada usia 11-14 tahun. Fungsi rambut pada kulit ini bukan sekadar penanda seseorang sudah masuk pubertas atau belum, namun juga melindungi dari bakteri hingga mengurangi gesekan.Keputusan mencukur atau membiarkan rambut pada kulit tumbuh bergantung pada preferensi tiap individu. Hanya saja, pastikan mencukur atau menjaga rambut tetap higienis agar tidak rentan menimbulkan infeksi.

Fungsi bulu tangan pada kulit

Sebenarnya, manusia memiliki sekitar 5 juta folikel rambut, organ berukuran kecil di permukaan kulit tempat tumbuhnya rambut. Sekecil apapun, tiap rambut entah itu di tangan, ketiak, dan juga kemaluan memiliki fungsinya masing-masing, yaitu:
  • Mengatur suhu tubuh

Pernah merasa bulu tangan berdiri atau merinding saat udara dingin? Itu adalah cara folikel rambut untuk menangkap panas di sekitar tubuh. Artinya, bulu di kulit mengatur peran yang sangat penting dalam mengendalikan temperatur tubuh manusia.Di sisi lain, bulu di kulit juga membantu seseorang merasa tetap dingin ketika sedang beraktivitas. Bahkan sejak zaman purba, rambut di permukaan kulit membantu mendinginkan tubuh saat sedang berjalan atau berlari menempuh jarak jauh.
  • Fungsi sensori

Seseorang bisa merasakan ada semut merambat di tangan juga merupakan bagian dari fungsi bulu di tangan. Folikel rambut ini bisa merasakan ketika ada perubahan di lingkungan sekitar. Akar rambut merasakan ada “gangguan” kemudian mengirimkan informasi ke sistem saraf pusat untuk merespons.Dengan adanya bulu di permukaan kulit, maka seseorang bisa merasakan temperatur suatu barang, rasa sakit, hingga sentuhan. Dari sinilah seseorang bisa memberikan respons yang tepat.

Fungsi bulu ketiak

ketiak
Bulu ketiak tak selamanya buruk
 Menarik juga membahas fungsi rambut pada kulit lainnya yaitu bulu ketiak. Ketika memasuki fase pubertas, bulu ketiak menjadi semakin tebal dan berwarna gelap. Meski terkadang dirasa mengganggu oleh sebagian orang, namun fungsi bulu ketiak sangat penting, yaitu:
  • Membuat seseorang atraktif

Bulu ketiak melepaskan aroma yang mengandung feromon, substansi kimia alami yang berperan dalam membuat seseorang tampak menarik secara seksual. Jika bulu ketiak dibiarkan tanpa dicukur, maka kelembapan akan tetap ada. Kondisi ini membuat kadar feromon seseorang menjadi semakin kuat. Namun kebersihannya tetap harus dijaga agar kuman tidak berkumpul dan menimbulkan aroma tidak sedap.
  • Mengurangi gesekan

Adanya bulu ketiak mencegah gesekan antar-kulit langsung saat melakukan aktivitas seperti berlari atau berjalan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya iritasi.

Fungsi rambut kemaluan

alat cukur
Hindari mencukur bulu kemaluan hingga habis
Tentu ada alasan mengapa seseorang memiliki rambut kemaluan. Terlepas dari kebiasaan mencukur rambut kemaluan atau membiarkannya tumbuh, rambut di sekitar kelamin ini punya fungsi yang tak kalah penting, yaitu:
  • Mengurangi gesekan

Area kulit sekitar kelamin sangat sensitif. Adanya rambut kemaluan menjadi pelindung sehingga tidak terjadi gesekan berlebih saat beraktivitas seksual maupun aktivitas lainnya. Bahkan, banyak yang menyebut rambut kemaluan sebagai lubrikan kering karena lebih mudah menggesekkan rambut ke rambut ketimbang kulit ke kulit.
  • Melindungi dari bakteri

Seperti halnya bulu mata dan bulu hidung, rambut kemaluan juga melindungi dari kotoran hingga mikroorganisme berbahaya. Tak hanya itu, folikel rambut kemaluan juga memproduksi sebum, jenis minyak yang mencegah bakteri berkembang biak.Rambut kemaluan juga bisa melindungi seseorang dari infeksi tertentu mulai dari infeksi saluran kemih, infeksi jamur, infeksi menular seksual, vaginitis, dan lainnya.Mengingat pentingnya fungsi rambut pada kulit seseorang, maka tak ada salahnya membiarkannya tetap tumbuh. Lokasi, ketebalan, warna, dan kondisi rambut atau bulu ini bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Terkadang jika variasinya cukup ekstrem, menandakan adanya masalah hormonal.Hormon seksual yang mengatur pertumbuhan rambut atau bulu seseorang adalah testosteron. Terkadang, rambut kemaluan yang tumbuh terlalu sedikit bisa menandakan produksi hormon testosteron terlalu rendah.

Apabila fungsi rambut pada kulit seseorang berjalan dengan optimal, maka tugas tiap individu untuk menjaganya agar tetap bersih. Baik mereka yang memutuskan mencukur maupun yang membiarkannya, kebersihan area rambut atau bulu di permukaan kulit tetap paling penting.
kesehatan organ intimhidup sehatrambut kemaluan
Healthline. https://www.healthline.com/health/purpose-of-pubic-hair
Diakses pada 15 Agustus 2020
Lumen Learning. https://courses.lumenlearning.com/suny-wmopen-biology2/chapter/functions-of-the-integumentary-system/
Diakses pada 15 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-we-have-armpit-hair
Diakses pada 15 Agustus 2020
Science Alert. https://www.sciencealert.com/watch-why-do-we-have-body-hair#:~:text=And%20our%20hair%20still%20plays,over%20our%20bodies%20make%20sense.
Diakses pada 15 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait