Fungsi Periosteum bagi Tulang dan Potensi Masalahnya


Periosteum adalah selubung jaringan ikat fibrosa yang menutupi permukaan tulang. Anatomi periosteum terbagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan luar dan dalam. Fungsi periosteum lapisan luar berkaitan dengan saraf dan pembuluh darah di dalamnya, sementara lapisan dalamnya berperan untuk perkembangan dan regenerasi tulang.

0,0
15 Aug 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi periosteum bagi tulang dibedakan berdasarkan lapisannyaSebagian lapisan tulang diselimuti oleh jaringan yang bernama periosteum
Tahukah Anda kalau permukaan tulang diselimuti oleh jaringan bernama periosteum? Periosteum adalah selubung jaringan ikat fibrosa yang menutupi permukaan tulang, kecuali bagian yang dikelilingi tulang rawan dan area di mana tendon dan ligamen melekat pada tulang. Secara umum, fungsi periosteum adalah membantu memperbaiki dan menumbuhkan tulang.

Anatomi dan fungsi periosteum

Periosteum adalah struktur kompleks yang terdiri dari dua lapisan yang berbeda, yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Lapisan luar periosteum berfungsi untuk memberikan integritas struktural dan lapisan dalamnya memiliki potensi osteogenik (membentuk tulang). Mari kenali lebih jauh seputar kedua lapisan periosteum ini.

1. Lapisan luar periosteum

Lapisan luar periosteum terdiri dari serat kolagen yang berorientasi sejajar dengan tulang. Pada lapisan luar ini, terdapat pembuluh darah dan saraf yang meliputi arteri, vena, limfatik, dan saraf sensorik.Fungsi periosteum lapisan luar berkaitan dengan keberadaan pembuluh darah dan saraf yang terdapat di dalamnya. Pembuluh darah yang bercabang di dalam periosteum berperan penting dalam memasok darah ke osteosit atau sel tulang pada berbagai tulang di dalam tubuh Anda.Cabang-cabang tegak lurus ini masuk ke dalam tulang di sepanjang saluran yang dikenal sebagai kanal Volkmann, menuju ke pembuluh-pembuluh darah di kanal Havers yang membentang sepanjang tulang.Fungsi periosteum lapisan luar selanjutnya adalah memunculkan rasa sakit karena sebagian besar lapisan ini terdiri dari kolagen dan memiliki serabut saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit ketika jaringan rusak. Beberapa saraf periosteum berjalan di sepanjang pembuluh darah ke dalam tulang, meskipun banyak yang tetap berada di lapisan luar periosteum.

2. Lapisan dalam

Lapisan dalam periosteum juga dikenal sebagai kambium. Lapisan ini mengandung osteoblas, yaitu sel-sel yang menghasilkan pembentukan tulang baru.Fungsi periosteum lapisan dalam adalah perkembangan dan regenerasi tulang. Lapisan periosteum bahkan memiliki peran yang sangat penting pada janin dan anak-anak. Pada fase kehidupan ini, lapisan dalam periosteum tebal dan kaya akan osteoblas. Akan tetapi, lapisan ini menjadi semakin menipis seiring bertambahnya usia.Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, lapisan dalam periosteum memiliki kontribusi dalam pemanjangan dan pemodelan tulang. Selain itu, ketika tulang terluka, lapisan dalam periosteum turut berpartisipasi dalam pemulihan dengan melakukan regenerasi tulang.Fungsi periosteum dalam memperbaiki tulang yang rusak atau cedera masih kita miliki hingga dewasa. Hanya saja, proses regenerasi yang terjadi akan berjalan lebih lambat jika dibandingkan dengan masa kanak-kanak.

Potensi masalah kesehatan pada periosteum

Sebagaimana bagian lainnya dalam tubuh kita, periosteum memiliki beberapa potensi masalah yang bisa terjadi. Berikut adalah beberapa masalah terkait periosteum yang perlu diwaspadai.

1. Periostitis

Periostitis adalah peradangan pada periosteum yang disebabkan penggunaan berlebihan atau tekanan berulang pada otot dan jaringan ikat. Gejala periostitis meliputi rasa nyeri atau nyeri tekan pada area yang terdampak.Kondisi ini juga bisa diiringi dengan pembengkakan. Penanganan periostitis dapat dilakukan dengan mengistirahatkan bagian tulang yang mengalaminya, memberikan kompres es pada area tersebut, dan mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

2. Kondroma periosteal

Kondroma periosteal adalah kondisi langka yang ditandai dengan adanya pertumbuhan tumor nonkanker di periosteum. Penyebab kondroma periosteal hingga saat ini belum diketahui, tapi tumor ini cenderung terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 30 tahun dan lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita.Gejala kondroma periosteal adalah nyeri tumpul atau nyeri tekan pada atau di dekat lokasi tumor, adanya pembentukan massa yang dapat Anda rasakan, dan patah tulang. Kondisi ini dapat diatasi dengan operasi pengangkatan tumor.Lapisan periosteum tidak dimiliki oleh semua tulang di dalam tubuh. Maka dari itu, tulang-tulang yang tidak memiliki lapisan periosteum memiliki mekanisme pertumbuhan dan perbaikan yang tentunya berbeda dalam menggantikan fungsi periosteum yang dimilikinya.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
masalah tulangkesehatan tulangpenyembuhan tulang
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/periosteum
Diakses 3 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/periosteum
Diakses 3 Agustus 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/periosteum
Diakses 3 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2826636/#:~:text=The%20periosteum%20is%20a%20complex,injured%2C%20participates%20in%20its%20recovery.
Diakses 3 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait