Fungsi Obat Ranitidin untuk Asam Lambung, Pahami Juga Efek Sampingnya


Fungsi obat ranitidin adalah untuk mengatasi penyakit dengan produksi asam lambung berlebih. Obat ini dapat memicu efek samping seperti detak jantung tidak normal hingga perubahan fungsi otak.

(0)
Fungsi obat ranitidin adalah untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan produksi asam lambung berlebih seperti GERDPenyakit yang dapat diatasi oleh obat ranitidin salah satunya adalah GERD
Berbagai macam obat bisa menjadi pilihan saat gejala asam lambung kambuh, salah satunya dengan mengonsumsi ranitidin. Fungsi obat ranitidin adalah untuk mengatasi gejala sejumlah penyakit yang berhubungan dengan produksi asam lambung berlebih.Penggunaan ranitidin sempat dilarang oleh BPOM karena kandungan N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang ada di dalamnya disebut berpotensi menyebabkan kanker. Meski begitu, BPOM akhirnya menyatakan beberapa produk ranitidin aman dan diperbolehkan kembali beredar.

Fungsi obat ranitidin

Ranitidin biasanya dikonsumsi sebagai obat untuk mengatasi penyakit yang berkaitan dengan produksi asam lambung berlebih. Fungsi obat ranitidin adalah untuk mengurangi jumlah asam dalam perut.Beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan obat ranitidin, di antaranya:Obat ranitidin terkadang juga dapat dipakai untuk mengobati perdarahan saluran pencernaan (gastrointestinal) bagian atas. Selain itu, obat ini bisa membantu mencegah kerusakan lambung akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Bagaimana cara konsumsi obat ranitidin yang benar?

Berbagai macam bentuk obat ranitidin di jual di pasaran, mulai dari tablet, bubuk, dan sirup. Anda tinggal menyesuaikan bentuk obat yang hendak dikonsumsi dengan preferensi masing-masing.Untuk mencegah gejala naiknya asam lambung, obat ranitidin bisa diminum 30 hingga 60 menit sebelum konsumsi makanan atau minuman penyebab heartburn. Umumnya obat ini diminum 1 hingga 2 kali sehari, sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.Selalu konsumsi obat ini sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan. Supaya terhindar dari kondisi yang tidak diinginkan, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ranitidin.Anda sebaiknya tidak mengonsumsi obat ranitidin yang dijual bebas (OTC) selama lebih dari 2 minggu. Apabila kondisi tak kunjung membaik dalam kurun waktu tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Efek samping penggunaan obat ranitidin

Bagi sebagian orang, konsumsi obat ranitidin mungkin akan memicu kemunculan efek samping tertentu. Berikut ini beberapa kondisi yang berpotensi muncul ketika Anda meminum obat ini:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Gangguan pada kulit dan rambut
  • Mudah mengalami memar dan perdarahan
  • Reaksi alergi seperti gatal-gatal., sulit bernapas, pembengkakan pada bibir wajah, dan lidah
  • Diare
  • Sembelit
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut
  • Detak jantung tidak normal yang disertai gejala kelelahan, napas pendek, dan denyut nadi cepat
  • Perubahan fungsi otak yang disertai gejala seperti perasaan linglung, depresi, gelisah, halusinasi, dan pandangan kabur
  • Peradangan hati yang disertai gejala seperti mata dan kulit menguning, kelelahan, urine berubah warna menjadi lebih gelap, dan sakit perut
Efek samping yang dirasakan masing-masing pengguna obat ranitidin mungkin akan berbeda satu sama lain. Jika Anda mengalami kondisi di atas, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan alternatif obat lain.

Orang-orang yang sebaiknya menghindari obat ranitidin

Beberapa orang dengan kondisi tertentu disarankan untuk tidak minum obat ranitidin untuk mengatasi gangguan asam lambung yang diderita. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko komplikasi yang berpotensi ditimbulkan.Berikut ini orang-orang yang sebaiknya menghindari penggunaan obat ranitidin:
  • Lansia
  • Ibu hamil
  • Anak-anak
  • Ibu menyusui
  • Penderita kanker lambung
  • Orang dengan gangguan hati
  • Orang dengan gangguan ginjal
  • Orang dengan porfiria akut (kelainan darah bawaan)

Catatan dari SehatQ

Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit terkait produksi asam lambung berlebih. Fungsi obat ranitidin sendiri untuk mengurangi jumlah asam lambung di perut.Bagi sebagian orang, konsumsi obat ini bisa memicu sejumlah kondisi serius. Beberapa efek samping serius yang mungkin muncul akibat konsumsi ranitidin  meliputi detak jantung tidak normal, peradangan hati, hingga perubahan fungsi otak.Meski beberapa produk obat ini dijual bebas di pasaran, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi ranitidin. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan dosis tepat penggunaan ranitidin, serta mencegah risiko yang bisa ditimbulkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal apa fungsi obat ranitidin dan cara mengonsumsinya dengan benar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asam lambunggerdtukak lambungminum obat
Healthline. https://www.healthline.com/health/ranitidine-oral-tablet
Diakses pada 13 Januari 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601106.html
Diakses pada 13 Januari 2021
Drugs. https://www.drugs.com/ranitidine.html
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait