Fungsi Mode Dry pada AC dan Mode Lainnya yang Wajib Diketahui


Karena kebanyakan orang hanya tahu fungsi AC sebatas mendinginkan ruangan saja, mode dry pada AC sering kali dilupakan. Padahal mode ini berfungsi untuk menjaga udara tetap sejuk dan kering dengan menurunkan kelembapan udara.

(0)
12 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi mode dry pada AC adalah menurunkan kelembapan udaraMode dry pada AC kerap dilupakan banyak orang
Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) umumnya memiliki berbagai mode yang bisa Anda setel sesuai dengan kebutuhan. Beberapa mode tersebut bahkan bisa disesuaikan dengan cuaca atau suhu udara di luar.Akan tetapi, karena kebanyakan orang hanya tahu fungsi AC sebatas mendinginkan ruangan saja, tidak jarang ada mode yang kerap dilupakan atau jarang digunakan. Salah satunya adalah mode dry pada AC.

Fungsi mode dry pada AC

Fungsi mode dry pada AC akan bertindak sebagai dehumidifier atau mengurangi kelembapan udara. Fungsi ini cocok digunakan saat cuaca sedang hujan, di mana tingkat kelembapan udara di dalam ruangan sangat tinggi. Mode dry akan menjaga kondisi ruangan tetap sejuk dan kering dengan cara membuat udara menjadi kering.Tahukah Anda mode dry pada AC berdampak baik pada lingkungan? Pada mode dry, kecepatan kipas lebih rendah dan durasi pengoperasian kompresor lebih singkat. Sehingga, mode ini mampu menghemat listrik secara signifikan jika dibandingkan dehumidifier bertenaga penuh. Penggunakan AC dalam mode dry dapat menghemat energi hingga 30-50 persen.

Mode AC lainnya yang perlu Anda ketahui

Selain mode dry, berikut adalah berbagai mode AC dan fungsinya dalam mengatur suhu ruangan.

1. Mode dingin

Mode inilah yang biasa kita gunakan untuk membuat udara di ruangan menjadi dingin. Pada mode ini, kompresor dalam AC menyala dan mendorong udara dingin ke ruangan. Ketika sensor suhu dalam AC mendeteksi temperatur yang Anda inginkan, kompresor akan mati dan hanya kipas AC yang bekerja.Mode dingin merupakan mode yang banyak memakan daya listrik. Semakin rendah suhu yang Anda inginkan, semakin lama waktu kompresor bekerja.

2. Mode kipas

Ketika mode kipas dinyalakan, kipas di dalam AC akan mengedarkan udara di dalam ruangan. Proses ini dilakukan layaknya kipas biasa tanpa proses pendinginan.Keuntungan menggunakan mode ini adalah hemat energi karena kompresor dalam AC tidak digunakan. Meski demikian, udara di ruangan tidak akan menjadi dingin karena mode kipas hanya meniupkan angin.

3. Mode otomatis (auto)

Mode otomatis tidak jauh berbeda dengan mode dingin, tapi dalam mode ini AC secara otomatis menyesuaikan kompresor dan kecepatan kipas dengan suhu ruangan.Saat suhu ruangan yang diinginkan sudah tercapai, kompresor akan mati dan kecepatan kipas akan disesuaikan secara otomatis oleh AC. Ketika suhu ruangan berubah dari yang diinginkan, kompresor akan kembali dinyalakan dan kipas akan disesuaikan sampai suhu ruangan yang diinginkan bisa tercapai.

4. Mode eco

Mode eco merupakan mode AC yang paling hemat listrik. Mode ini bekerja dengan cara mengatur kompresor dan kipas agar menggunakan energi sekecil mungkin untuk mencapai suhu ruangan yang diinginkan.Ketika AC sudah mencapai suhu ruangan yang diinginkan, kompresor akan dimatikan dan kecepatan kipas tetap dipertahankan seperti semula. Proses ini bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan suhu ruangan yang diinginkan, tapi tanpa menggunakan daya listrik ekstra.

5. Mode turbo

Mode turbo adalah kebalikan dari mode eco. Mode ini bekerja dengan mengerahkan seluruh kemampuan AC untuk mencapai suhu ruangan yang diinginkan secepat mungkin. Daya listrik maksimum digunakan dalam mode ini, dengan kompresor dan kipas bekerja secara maksimal.Sebaiknya Anda menggunakan mode turbo sebentar saja karena banyak listrik yang digunakan dalam mode ini. Mode turbo cocok digunakan saat suhu udara sangat panas dan Anda bisa mengganti mode ini ketika suhu ruangan sudah ideal.

Bahaya AC yang perlu Anda waspadai

Mata kering di ruangan ber-AC
Terlalu lama di ruangan ber-AC bisa menyebabkan mata kering
Penggunaan AC terlalu lama atau berlebihan dikaitkan dengan beberapa risiko kesehatan. Berikut adalah sejumlah masalah kesehatan yang bisa muncul jika Anda menggunakan AC terlalu lama.

1. Mata kering

Berada di ruangan ber-AC terlalu lama dapat menyebabkan kelembapan mata berkurang. Jika Anda sebelumnya telah mengalami mata kering, AC bahkan dapat memperburuk gejala ini.Mata kering dapat menyebabkan mata menjadi gatal dan rentan terhadap iritasi. Pengguna lensa kontak juga dapat merasakan matanya lebih cepat kering dan perih. Bagi Anda yang sedang mengalami mata kering, sebaiknya tidak berada di ruangan ber-AC terlalu lama.

2. Kulit kering

Terlalu lama di ruangan ber-AC juga dapat mengurangi kadar air pada kulit. Kulit kering dan gatal bisa dibilang merupakan kondisi yang umumnya terjadi jika Anda terlalu lama berada di ruangan ber-AC.Kondisi ini bisa diperparah jika AC disetel pada mode dry. Mode ini membuat udara di ruangan menjadi kering sehingga bisa menyebabkan kelembapan kulit Anda lebih cepat hilang dan kulit menjadi lebih kering.

3. Dehidrasi

AC dapat menghilangkan terlalu banyak kelembapan dari ruangan sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi. Anda pun dapat lebih cepat haus dari biasanya dan merasakan tubuh menjadi lebih cepat letih dan lesu.

4. Sakit kepala

Dehidrasi yang diakibatkan menguapnya cairan dari dalam tubuh karena terlalu lama berada di dalam ruangan ber-AC, dapat memicu munculnya sakit kepala dan migrain. Meski demikian, tidak banyak penderita migrain yang menyadari bahwa dehidrasi merupakan salah satu pemicu kondisi yang mereka alami.

5. Gangguan pernapasan

Hilangnya kelembapan pada ruangan juga dapat menyebabkan saluran hidung tersumbat dan tenggorokan Anda menjadi kering sehingga bisa mengganggu pernapasan.

6. Risiko kesehatan lainnya

Berada di ruangan ber-AC terlalu lama juga berpotensi menyebabkan risiko kesehatan lain yang lebih berbahaya, seperti:
  • Rhinitis

Rhinitis adalah kondisi yang dapat menyebabkan peradangan membran mukosa hidung yang disebabkan oleh infeksi virus atau reaksi alergi.
  • Asma dan alergi

AC yang kotor dapat menyebarkan polutan penyebab asma dan alergi ketika dinyalakan.
  • Penyakit menular

Saat terjadi iritasi selaput lendir dan pengeringan lendir akibat terlalu lama di ruangan ber-AC, kondisi ini dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus dari penyakit menular.Oleh karena itu, sebaiknya jangan gunakan AC secara berlebihan untuk menghindari masalah-masalah kesehatan di atas. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berada di ruangan AC. Yang paling penting, selalu bersihkan dan rawat AC untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kulit keringmata kering
Doctor - New Delhi Television Limited
https://doctor.ndtv.com/living-healthy/side-effects-of-air-conditioning-ac-we-should-watch-out-for-1860074
Diakses 28 November 2020
Samsung. https://www.samsung.com/in/support/home-appliances/what-is-a-dry-mode-in-an-air-conditioner/
Diakses 28 November 2020
MACJ – a Buyer’s Choice
https://macj-abuyerschoice.com/setting-ac-to-dry-mode-reduces-excess-indoor-humidity/
Diakses 28 November 2020
Cielowigle. https://www.cielowigle.com/blog/air-conditioner-remote-control-ac-settings/
Diakses 28 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait