Mengenal Medulla Oblongata, Bagian Otak yang Mengatur Sistem Tubuh Manusia


Medulla oblongata merupakan bagianb dari batang otak. Bagian otak ini berfungsi untuk mengendalikan beberapa sistem tubuh, seperti masalah pernapasan dan keseimbangan.

0,0
fungsi medulla oblongataMedulla oblongata merupakan salah satu bagian dari batang otak
Setiap bagian otak memiliki fungsinya masing-masing dan sangat penting dalam menunjang kehidupan, termasuk medulla oblongata. Medulla oblongata membawa “sinyal kehidupan” dari batang otak ke seluruh tubuh untuk menjalankan fungsinya.Simak penjelasan lengkap mengenai letak, fungsi, dan penyakit yang mengancam medulla oblongata berikut ini.

Di mana letak medulla oblongata?

Medulla oblongata adalah salah satu dari tiga bagian batang otak (selain otak tengah dan pons). Letaknya berada di bawah ponsBagian otak ini terlihat seperti tonjolan bulat di ujung batang otak dan terhubung dengan sumsum tulang belakang.Bagian atas medula menciptakan lantai ventrikel keempat otak. Ventrikel ini merupakan rongga berisi cairan serebrospinal yang membantu menyediakan nutrisi bagi otak. 

Fungsi medulla oblongata 

Salah satu fungsi medulla oblongata adalah mengatur sistem pernapasan
Salah satu fungsi medulla oblongata adalah mengatur sistem pernapasan
Meskipun berukuran kecil, medulla oblongata memiliki peran penting dalam mengatur tindakan tubuh yang disengaja ataupun tidak. Batang otak ini mengontrol saraf otonom atau menjalankan fungsi tubuh secara spontan, seperti:
  • Sistem pernapasan
  • Menjaga tekanan darah dan suhu tubuh
  • Mengedarkan darah
  • Mengatur sistem kardiovaskuler 
  • Mencerna makanan
  • Mengatur pola tidur dan bangun tidur
Dalam hal ini, medulla oblongata membawa pesan atau informasi dari otak ke sumsum tulang belakang dan ke seluruh tubuh. Pesan ini dibawa ke seluruh tubuh melalui saraf kranialTerdapat 10 dari 12 saraf kranial yang terletak di batang otak. Dua saraf kranial pertama mengontrol fungsi otak manusia dalam mengenali bau dan penglihatan. Saraf ini berasal dari otak bagian atas. Sementara itu, saraf kranial 3-8 dimulai dari otak tengah dan pons. Sisanya, saraf kranial 9-12 bermula di medulla oblongata.Jenis informasi yang dibawa saraf kranial pada bagian otak ini, antara lain:
  • Saraf kranial 9: saraf glosofageal, berperan mengontrol menelan, rasa, dan produksi air liur
  • Saraf kranial 10: saraf vagus, berperan dalam pernapasan, fungsi jantung, mengontrol pelepasan hormon, dan pencernaan
  • Saraf kranial 11: saraf aksesori, berperan mengontrol otot punggung atas dan leher seperti saat menoleh dan mengangkat bahu
  • Saraf kranial 12: saraf hipoglosus, berperan mengontrol gerakan lidah saat menelan dan berbicara. 

Penyakit yang terjadi pada medula oblongata

Kerusakan di medulla oblongata bisa memengaruhi memori
Kerusakan di medulla oblongata bisa memengaruhi memori
Kerusakan pada medula oblongata dapat menghambat pengiriman pesan dari otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan ini dapat terjadi akibat bawaan lahir, cedera kepala, overdosis obat, dan strokeBeberapa gejala kerusakan medula oblongata, antara lain:
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan fungsi lidah
  • Kehilangan refleks batuk dan bersin
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Kehilangan kontrol otot
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kehilangan sensasi pada wajah dan anggota tubuh lain
  • Cegukan terus-menerus
Di Indonesia, penyakit akibat kerusakan medula oblongata yang paling umum adalah Parkinson. Penyakit Parkinson adalah penyakit yang memengaruhi otak dan sistem saraf. Kondisi ini bisa memburuk seiring berjalannya waktu. Sebetulnya hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab penyakit Parkinson. Namun, sebuah penelitian dalam jurnal Brain Pathology menjelaskan hubungan keduanya.Penelitian itu memperkirakan bahwa degenerasi otak pada pasien Parkinson dan demensia bermula dari medula oblongata. Selain Parkinson dan demensia, beberapa penyakit lain yang juga berhubungan dengan kerusakan medulla oblongata, antara lain:
  • Sindrom Wallenberg
  • Sindrom Dejerine
  • Sindrom Reinhold
  • Sindrom bilateral medial medullary
Adanya gangguan pada bagian otak ini mungkin saja menimbulkan gejala yang hampir mirip dengan gangguan kesehatan pada umumnya.Untuk itu, berkonsultasi dengan dokter dapat memastikan diagnosis dan mendapatkan perawatan sedini mungkin. Dengan begitu, perburukan kondisi dan komplikasi dapat dihindari. Jika masih ada pertanyaan seputar medulla oblongata, Anda bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
Healthline. https://www.healthline.com/health/medulla-oblongata
Diakses pada 3 Agustus 2021
Neuroanatomy, Medulla Oblongata. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551589/
Diakses pada 3 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/medulla-oblongata-anatomy-4799916
Diakses pada 3 Agustus 2021
Medial Medullary Syndrome. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560590/
Diakses pada 3 Agustus 2021
Brain Pathology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4397912/
Diakses pada 3 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait