Fungsi Lambung di Tubuh Ternyata Tak Sekadar Menyimpan Makanan

Fungsi lambung untuk tubuh ada beragam, mulai dari menyimpan makanan hingga bantu penyerapan vitamin
Fungsi lambung untuk tubuh tidak hanya sekedar untuk menyimpan makanan

Lambung sebenarnya adalah organ berbentuk kantung kosong. Lambung baru akan terisi, saat kita mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Selama ini, kita tahu bahwa fungsi lambung adalah untuk menyimpan makanan. Namun lebih dari itu, organ yang satu ini ternyata juga menjalankan banyak mekanisme penting lainnya bagi tubuh.

Lambung terletak di sebelah kiri, di bagian perut atas. Organ ini, terdiri dari beberapa bagian yang masing-masingnya memiliki peran dalam pencernaan manusia. Lambung juga memproduksi enzim yang akan membuat pencernaan menjadi lebih mudah dan lancar.

Mengenal bagian-bagian dan struktur lambung secara rinci

Gambar anatomi lambung dan fungsinya
Mengenal lebih jauh anatomi dan susunan bagian-bagian lambung

Sebelum memahami tentang fungsi lambung secara keseluruhan, Anda perlu mempelajari terlebih dahulu tentang bagian dan struktur lambung.  Sebagai bagian dari sistem pencernaan manusia, lambung berada di tengah-tengah, antara esofagus dan usus dua belas jari atau duodenum.

Bagian dalam lambung memiliki banyak lipatan yang disebut rugae. Bagian inilah yang memungkinkan lambung untuk meregang saat ada asupan yang masuk ke sistem pencernaan.

Berdasarkan bentuknya, lambung dibagi menjadi lima bagian, yaitu:

  • Kardiak. Kardiak adalah bagian lambung yang berhubungan langsung dengan esofagus. Bagian ini berbentuk seperti tabung kecil yang sempit.
  • Fundus. Fundus merupakan bagian yang berada di atas badan la,bung dan berbentuk kubah.
  • Badan lambung. Badan lambung adalah bagian terbesar dan utama dari lambung.
  • Antrum. Antrum adalah bagian di bawah lambung yang menampung makanan sebelum dilepaskan ke usus halus.
  • Pilorus. Pilorus adalah terowongan yang menghubungkan lambung dengan usus halus.

Sementara itu berdasarkan lapisannya, lambung juga terdiri dari empat bagian, yaitu:

• Mukosa

Mukosa adalah lapisan lambung yang paling dalam. Di lapisan ini, terdapat sel yang akan memproduksi enzim pencernaan serta zat-zat lain yang dibutuhkan untuk proses pencernaan.

• Submukosa

Lapisan submukosa adalah lapisan yang mengelilingi mukosa. Lapisan ini terdiri dari jaringan ikat, pembuluh darah, serta saraf.

Jaringan ikat pada submukosa berfungsi untuk mengaitkannya dengan lapisan yang ada di atasnya. Sementara itu, pembuluh darah berfungsi untuk memberikan nutrisi pada dinding lambung. Terakhir, saraflah yang akan mengawasi kerja lambung dan mengontrol kontraksi otot polos dan sekresi saat proses pencernaan sedang berjalan.

• Muskularis

Lapisan muskularis adalah lapisan yang paling berat, karena lapisan ini sendiri terdiri dari tiga lapis berbeda lainnya. Muskularis merupakan lapisan yang terdiri dari otot dan akan memberikan kemampuan kontraksi pada lambung, serta menggerakkan makanan yang sudah dicerna ke organ pencernaan lainnya.

• Serosa

Serosa adalah lapisan lambung paling luar. Serosa merupakan lapisan tipis yang licin dan berfungsi untuk melindungi lambung dari perlukaan, saat lambung perlu memperbesar diri selama proses pencernaan terjadi di lambung.

Fungsi lambung dan cara kerjanya

Fungsi lambung sebagai tempat penyimpanan makanan
Salah satu fungsi lambung adalah untuk menyimpan makanan

Fungsi lambung dimulai ketika makanan telah melewati esofagus. Esofagus adalah organ berbentuk seperti selang yang terbuat dari otot. Saat ada makanan yang perlu diolah di lambung, esofagus akan terbuka, sehingga makanan bisa masuk ke lambung. Saat tidak diperlukan, esofagus akan kembali menutup.

Berikut ini adalah fungsi lambung yang selanjutnya akan berjalan.

1. Mengolah makanan

Setelah makanan masuk ke lambung, asam dan enzim yang ada di dalamnya akan membantu memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil. Lambung akan bergerak secara refleks dalam mencampur makanan dengan asam dan enzim. Gerakan ini dinamakan sebagai gerakan peristaltik.

2. Menyingkirkan zat berbahaya

Asam yang dihasilkan lambung bernama asam hidroklorik. Selain membantu memecah makanan, asam ini juga akan membunuh mikroba berbahaya yang terkandung di dalam makanan tersebut, sehingga kita terlindungi dari penyakit yang bisa menyerang.

3. Menyimpan makanan

Tidak semua makanan yang masuk ke lambung akan langsung diolah. Sebagian masih akan disimpan. Bahkan, lambung kita disebutkan bisa menyimpan hingga sebanyak satu liter makanan dalam satu kali makan.

4. Menyerap zat yang baik untuk tubuh

Selain enzim dan asam, lambung juga memproduksi zat lain yang akan mempermudah tubuh untuk menyerap zat-zat yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin B12.

Tidak semua makanan akan dicerna dengan waktu yang sama oleh lambung. Sebagian makanan, membutuhkan waktu lebih lama, seperti makanan yang tinggi kandungan lemak, misalnya. Semakin tinggi kandungan lemaknya, maka pencernaannya akan membutuhkan waktu yang semakin lama.

Setelah mengenali fungsi lambung serta bagian-bagiannya, Anda diharapkan lebih awas untuk menjaga kesehatan organ yang satu ini. Agar fungsinya dapat berjalan dengan baik, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil, tapi lebih sering. Dengan begitu, kerja lambung tidak akan terlalu berat.

Selain itu, kurangi juga konsumsi makanan berlemak, berhenti merokok, dan rutinlah berolahraga, agar kesehatan lambung tetap terjaga.

Inner Body. https://www.innerbody.com/image_digeov/dige11-new.html
Diakses pada 13 Januari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/52046-stomach-facts-functions-diseases.html
Diakses pada 13 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279304/
Diakses pada 13 Januari 2020

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/picture-of-the-stomach#1
Diakses pada 13 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed