6 Fungsi Kulit dan Cara Merawatnya agar Tetap Sehat dan Awet Muda

Indera peraba termasuk fungsi kulit yang utama, misalnya untuk merasakan sentuhan
Salah satu fungsi utama kulit adalah sebagai indera peraba

Sebagian besar orang mungkin sudah tahu bahwa fungsi kulit adalah sebagai indera perasa. Tapi perannya ternyata lebih dari itu. Kulit juga melindungi tubuh kita, mengatur suhu tubuh, dan banyak lagi.

Menutupi seluruh tubuh manusia, keseluruhan luas kulit yang dimiliki tiap orang dewasa adalah sekitar dua meter persegi dengan berat sekitar 3,6 kg. Sepetak area kulit dengan luas sekitar 6,4 centimeter persegi rata-rata mengandung 650 kelenjar keringat, 20 pembuluh darah, dan lebih dari 1.000 ujung saraf. Sungguh rumit, bukan?

Kulit merupakan organ tubuh yang cukup kompleks. Demikian pula dengan fungsinya bagi manusia.

Beragam fungsi kulit

Kulit memiliki enam fungsi utama sebagai berikut:

  • Sebagai pelindung tubuh dari patogen penyebab penyakit. Di dalam kulit terdapat sel-sel Langerhans yang merupakan bagian dari sistem imunitas tubuh kita.
  • Sebagai indera perasa karena ujung-ujung saraf di kulit akan mendeteksi sentuhan, temperatur, tekanan, getaran, dan cedera.
  • Sebagai tempat penyimpanan lemak dan cairan.
  • Sebagai pengatur suhu tubuh. Kulit akan menjaga suhu tubuh tetap normal dengan memproduksi keringat serta memperlebar pembuluh darah bila Anda kepanasan. Sedangkan bila kedinginan, kulit akan merinding dan mengekrutkan pembuluh darah untuk menghalangi panas tubuh keluar sehingga suhu tubuh tetap normal. Menahan air untuk mencegah nutrisi-nutrisi terbuang dari kulit
  • Mengendalikan keluarnya cairan tubuh dengan cara mencegah penguapan air.

Bagaimana dengan fungsi warna kulit?

Kulit manusia bisa berbeda-beda dengan variasi dari warna gelap hampir hitam, sampai warna terang hampir putih. Sebagian besar variasi warna ini disebabkan oleh pigmen atau zat warna kulit yang disebut melanin.

Selain melanin, warna kulit juga ditimbulkan dari jaringan ikat di bawah kulit dan hemoglobin atau sel darah merah di dalam pembuluh darah kulit.

Fungsi utama melanin adalah melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Terlalu banyak paparan sinar UV dapat menyebabkan kanker kulit.

Melanosit melindungi kulit dari risiko tersebut dengan cara memproduksi lebih banyak melanin saat kulit terpapar sinar UV. Dampaknya, kulit akan terlihat lebih gelap.

Itulah mengapa populasi manusia yang tinggal di daerah dengan paparan sinar UV lebih banyak, cenderung memiliki kulit yang lebih gelap. Misalnya, penduduk daerah tropis di ekuator.

Sebaliknya, populasi manusia yang tinggal di daerah dengan sinar matahari dan paparan sinar UV lebih sedikit, akan memiliki kadar melanin yang lebih sedikit di kulitnya. Karena itu, warna kulit mereka akan cenderung lebih terang.

Namun apapun warna kulit Anda, paparan dari sinar UV tetap harus dihindari sebisa mungkin agar kesehatan kulit tetap terjaga.

Cara merawat kulit agar tetap sehat

Tidak harus melakukan perawatan di klinik kecantikan kulit untuk menjaga kesehatan kulit. Perawatan dasar dan gaya hidup sehat sudah cukup untuk membantu Anda dalam memperlambat penuaan kulit serta mencegah terjadinya aneka masalah kulit.

Anda bisa menerapkan beberapa cara merawat kulit yang sederhana berikut ini:

1. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari

Salah satu cara menjaga kesehatan kulit adalah melindunginya dari sinar ultraviolet yang bisa merusak kulit. Terlalu sering terkena paparan sinar matahari akan menyebabkan munculnya keriput, bercak-bercak, bahkan kanker kulit.

Anda bisa melakukan tips melindungi kulit dari sinar ultraviolet yang mudah ini:

  • Selalu gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruang. Pilih tabir surya dengan Sun Protection Factor (SPF) di atas 15 dan ulangi pemakaian tiap dua jam sekali. Gunakan di wajah dan di seluruh area kulit yang terbuka dan terkena sinar matahari.
  • Berteduh dan hindari sinar matahari antara jam 10 pagi hingga jam 4 sore. Pada periode tersebut, sinar ultraviolet sangatlah kuat.
  • Kenakan pakaian yang menutup hingga lengan dan kaki bila beraktivitas di bawah terik sinar matahari, misalnya baju lengan panjang, celana panjang, dan topi bertepi lebar.

2. Jangan merokok

Merokok akan mempercepat proses penuaan kulit. Akibatnya, keriput menjadi lebih cepat muncul dan kulit nampak kusam serta tidak sehat.

Mengisap rokok juga membuat pembuluh darah halus di kulit bagian luar mengalami penyempitan. Kondisi ini menyebabkan aliran darah berkurang dan kulit akan tampak pucat.

Kebiasaan merokok akan merusak kolagen dan elastin pada kulit, sehingga kulit kehilangan kekenyalannya. Risiko kanker kulit sel skuamosa juga akan meningkat akibat kebiasaan merokok.

3. Bersihkan kulit dengan lembut

Gunakan sabun dengan kandungan kimia yang ringan dan hindari mandi lama-lama menggunakan air panas. Pasalnya, air panas dapat mengurangi kadar minyak kulit.

Jangan lupa untuk mengoleskan pelembap pada kulit. Pilihlah jenis pelembap yang sesuai dengan jenis serta kondisi kulit Anda.

4. Pola makan sehat

Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan, serta minumlah air putih yang cukup untuk menjaga agar kulit tetap terhidrasi.

Konsumsi pula makanan yang kaya kandungan omega-3, dan kurangi konsumsi lemak maupun makanan olahan supaya memberi dampak positif terhadap kesehatan kulit Anda.

Mengingat fungsi kulit yang penting bagi tubuh, menjaga kesehatannya sangatlah krusial. Pasalnya, kulit merupakan pertahanan tubuh terdepan terhadap kuman maupun mikroorganisme lain yang bisa mengancam tubuh.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320435.php
Diakses pada 23 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/skin-care/art-20048237
Diakses pada 23 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed